Ngaji Literasi Diniyyah Puteri Hadirkan Dua Penulis Nasional, Ayah dan Anak

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 24 Februari 2026 - 13:36 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Khairul Jasmi dan JS Khairen (ayah dan anak) ketika tampil di Ngaji Literasi di Perguruan Diniyyah Puteri Padang Panjang.

Khairul Jasmi dan JS Khairen (ayah dan anak) ketika tampil di Ngaji Literasi di Perguruan Diniyyah Puteri Padang Panjang.

Padang Panjang, jentik.id–Perguruan Diniyyah Puteri bekerja sama dengan Gramedia menggelar kegiatan ‘Ngaji Literasi’ dengan menghadirkan dua penulis nasional, Khairul Jasmi dan JS Khairen, yang merupakan ayah dan anak, Minggu (22/2) di Aula Zainudin Labay, Padang Panjang, Sumbar.

Kehadiran dua generasi penulis dalam satu forum menjadi momen istimewa. Selain menghadirkan perspektif lintas generasi dalam dunia kepenulisan, kegiatan ini juga memperlihatkan tradisi literasi yang tumbuh dan diwariskan dalam lingkungan keluarga.

Pada sesi bedah buku, Khairul Jasmi membedah novel biografi tentang “Rahmah El Yunusiyyah”, tokoh pendidikan perempuan sekaligus pendiri Perguruan Diniyyah Puteri. Novel tersebut pertama kali diterbitkan oleh Republika Penerbit pada November 2020 dan kembali diterbitkan oleh Gramedia Pustaka pada 2026.

Baca Juga :  Muscab Luar Biasa Pramuka Padang Panjang Tetapkan Nasrul Ketua Kwarcab

Ia mengulas perjuangan Syekhah Hajjah Rangkayo Rahmah El Yunusiyyah (1900–1969) dalam mendirikan pendidikan perempuan serta kiprahnya melawan kolonialisme. Khairul menekankan pentingnya mempelajari prinsip-prinsip pendidikan Rahmah yang menempatkan guru sebagai teladan utama dalam pembentukan karakter peserta didik. Ia juga menyampaikan rasa bangganya atas penetapan Rahmah El Yunusiyyah sebagai Pahlawan Nasional.

Sementara itu, JS Khairen membedah novel terbarunya berjudul “Rumah”. Melalui karya tersebut, ia mengajak peserta memaknai rumah bukan sekadar bangunan fisik, melainkan ruang nilai, identitas, dan tempat pulang secara emosional.

Diskusi berlangsung hangat dan interaktif. Selain membahas karya dan proses kreatif, forum ini juga menyoroti tantangan literasi di era digital serta pentingnya menjaga kedalaman berpikir di tengah derasnya arus informasi yang serba cepat.

Baca Juga :  Bulog Salurkan Beras CBP untuk 35 KK Terdampak Bencana, Ini Rinciannya

Kegiatan ini dihadiri unsur Yayasan Rahmah El Yunusiyyah, pimpinan perguruan, Kepala Departemen Pendidikan, Ketua STIT Diniyyah Puteri, jajaran kepala madrasah dan wakil, guru, karyawan, serta seluruh santri. Turut hadir perwakilan siswa MIS Rahmah El Yunusiyyah dan sejumlah pegiat literasi di Kota Padang Panjang.

Acara dipandu Muhammad Subhan, penulis dan pendiri Sekolah Menulis “ellipsis”, pada sesi bedah novel biografi Khairul Jasmi. Sementara sesi bedah buku JS Khairen dimoderatori Najmi Aurelia, santri kelas X Diniyyah Puteri, yang tampil komunikatif dan mampu mencairkan suasana diskusi. (syam)

Berita Terkait

Resmi Dilantik, Ny Maria Feronika Pimpin PPEKRAF Sumbar
Hunian Tetap Mandiri Dibangun di Padang Panjang
Jalan Sehat Rute Sangkua Uji Kebugaran dan Kekompakan
Prestasi Gemilang di O2SN, MAN 1 Juara Umum
Air Murah Akhirnya Naik Juga. Ini Rincian Tarif Baru
Jelang Liga 4 Nasional, PSPP Datangkan Pemain Baru
Jadikan Padang Panjang sebagai Kota Iven
Ribuan Pesepeda Ramaikan Gowes Fun Adventure di Padang Panjang
Berita ini 4 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 1 Mei 2026 - 14:00 WIB

Resmi Dilantik, Ny Maria Feronika Pimpin PPEKRAF Sumbar

Jumat, 1 Mei 2026 - 13:00 WIB

Hunian Tetap Mandiri Dibangun di Padang Panjang

Rabu, 29 April 2026 - 19:00 WIB

Jalan Sehat Rute Sangkua Uji Kebugaran dan Kekompakan

Selasa, 28 April 2026 - 17:00 WIB

Prestasi Gemilang di O2SN, MAN 1 Juara Umum

Selasa, 28 April 2026 - 16:00 WIB

Air Murah Akhirnya Naik Juga. Ini Rincian Tarif Baru

Berita Terbaru

Pantagon akan menarik pasukannya 5.000 personel secara betahab dari srkutunya Jerman (dok.google)

Keamanan

Pantagon Akan Tarik Pasukannya Di Jerman

Sabtu, 2 Mei 2026 - 16:54 WIB