Palangka Raya Diselimuti Kabut Asap Tebal Kualitas Udara Masuki Level Berbahaya

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 19 Agustus 2026 - 22:39 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kota Palangka Raya, diselimuti asap tebal, kualitas udara memasuki level bahaya

Kota Palangka Raya, diselimuti asap tebal, kualitas udara memasuki level bahaya

Palangka Raya, Jentik.id- Kondisi udara di Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah, mulai memburuk akibat kabut asap pekat yang menyelimuti sejumlah wilayah. Indeks kualitas udara atau Air Quality Index (AQI) dilaporkan mencapai 487 dan masuk kategori berbahaya.

Berdasarkan data yang bersumber dari pemantauan satelit NASA MODIS Terra-Aqua pada Rabu (19/8/2026), kondisi udara di Palangka Raya berada pada level yang patut diwaspadai. Kabut asap juga berdampak terhadap jarak pandang masyarakat.

Visibilitas di sejumlah wilayah dilaporkan hanya sekitar 1,4 kilometer. Kondisi tersebut berpotensi mengganggu aktivitas masyarakat, terutama pengguna kendaraan yang melintas di tengah kepulan asap.

Baca Juga :  Lansia di Talang Bakung Dibekap dan Dirampok, Polisi Berhasil Ringkus Sejoli Pelaku

Buruknya kualitas udara tersebut tidak terlepas dari tingginya aktivitas kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Tengah. Data pemantauan mencatat sebanyak 1.795 titik panas (hotspot) terdeteksi di wilayah Kalteng.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 281 titik panas berada di wilayah Kota Palangka Raya. Titik panas tersebar di sejumlah kecamatan, antara lain Jekan Raya, Sabangau, Bukit Batu, hingga Rakumpit.

Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kota Palangka Raya, Heri Fauzi, mengimbau masyarakat tidak menganggap kondisi kabut asap sebagai persoalan biasa.

“Dengan AQI mencapai 487 yang berarti kategori berbahaya, serta 281 titik panas di dalam kota, kami meminta seluruh masyarakat untuk segera meningkatkan perlindungan diri. Hindari aktivitas di luar ruangan sebisa mungkin dan wajib menggunakan masker saat harus keluar rumah,” tegas Heri Fauzi.

Baca Juga :  Semarak Hari Bhayangkara ke-80! Sekda Alpian Hadiri Car Free Day Bersama Ribuan Warga

BPBD juga mengingatkan masyarakat agar terus memantau perkembangan kualitas udara dan meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi karhutla. Masyarakat yang memiliki aktivitas di luar ruangan disarankan membatasi kegiatan apabila kondisi udara semakin memburuk.

Kabut asap yang semakin pekat menjadi peringatan bagi seluruh pihak untuk meningkatkan upaya pencegahan dan penanganan karhutla, sekaligus melindungi masyarakat dari dampak buruk pencemaran udara.(asy*)

Berita Terkait

Petani Sungai Penuh Meninggal Diduga Tersambar Petir Saat Hujan Deras
Sekda Alpian Pimpin Forum JKN, Dorong Peningkatan Pelayanan Kesehatan
Kualitas Udara Kurang Baik, Warga Sungai Penuh Diimbau Pakai Masker Saat Keluar Rumah
Budaya Bungo Jadi Sorotan, Sekda Alpian Hadiri Festival Jambi Elok Nian
Tawuran Maut di WTC Jambi Dipicu Ajakan Medsos, Polisi Ungkap Kode “R”
Karhutla Kalbar Capai 38.310 Hektare, Ketapang Jadi Daerah Terparah
Al Haris Buka Pintu untuk BAMAG LKK Jambi, Siap Hadiri Pelantikan Pengurus
Korban Gempa NTT Bertambah Jadi 78 Orang, Hampir 96 Ribu Warga Mengungsi
Berita ini 6 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 26 Agustus 2026 - 14:32 WIB

Petani Sungai Penuh Meninggal Diduga Tersambar Petir Saat Hujan Deras

Rabu, 26 Agustus 2026 - 13:30 WIB

Sekda Alpian Pimpin Forum JKN, Dorong Peningkatan Pelayanan Kesehatan

Senin, 24 Agustus 2026 - 08:57 WIB

Kualitas Udara Kurang Baik, Warga Sungai Penuh Diimbau Pakai Masker Saat Keluar Rumah

Senin, 24 Agustus 2026 - 07:52 WIB

Budaya Bungo Jadi Sorotan, Sekda Alpian Hadiri Festival Jambi Elok Nian

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 09:46 WIB

Tawuran Maut di WTC Jambi Dipicu Ajakan Medsos, Polisi Ungkap Kode “R”

Berita Terbaru