Pelindo Tanjung Priok Jadi Fokus Transformasi Pelabuhan dan Logistik Nasional

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 13 Mei 2026 - 21:32 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dalam peninjauan Kepala Staf Kepresiden, Jenderal TNI (Purn.) Dudung Abdurachman,
menegaskan bahwa Pelabuhan Tanjung Priok memiliki posisi strategis dalam mendukung program prioritas Presiden Prabowo Subianto, terutama dalam membangun ekosistem logistik yang efisien dan terintegrasi.

Dalam peninjauan Kepala Staf Kepresiden, Jenderal TNI (Purn.) Dudung Abdurachman, menegaskan bahwa Pelabuhan Tanjung Priok memiliki posisi strategis dalam mendukung program prioritas Presiden Prabowo Subianto, terutama dalam membangun ekosistem logistik yang efisien dan terintegrasi.

Jakarta, jentik.id – PT Pelabuhan Indonesia (Persero) khususnya kawasan Pelabuhan Tanjung Priok mendapat perhatian langsung dari kepala Staf Kepresidenan  Dudung Abdurachman, terungkap ketika dalam kunjungan kerja, Rabu (13/5).

Kunjungan tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah mempercepat transformasi layanan pelabuhan serta memperkuat sistem logistik nasional.

Dalam peninjauan itu, Dudung menegaskan bahwa Pelabuhan Tanjung Priok memiliki posisi strategis dalam mendukung program prioritas Presiden Prabowo Subianto, terutama dalam membangun ekosistem logistik yang efisien dan terintegrasi.

“Saya selaku KSP punya tugas bagaimana menyelaraskan program-program Presiden Prabowo dan memastikan program unggulan beliau berjalan, salah satunya bagaimana ekosistem logistik ini mendukung program nasional,” ujar Dudung.

Pada kesempatan tersebut, jajaran Pelindo memaparkan tiga rencana strategis utama pengembangan pelabuhan dan konektivitas logistik nasional.
Salah satunya ialah pengembangan kawasan NIPA atau Transit Anchorage Area di Selat Malaka sebagai pusat layanan maritim strategis yang mendukung kegiatan ship-to-ship transfer, bunkering, serta berbagai layanan kelautan lainnya.

Pelindo juga menekankan pentingnya percepatan regulasi, termasuk penetapan kawasan tersebut sebagai Pusat Logistik Berikat (PLB) atau Free Trade Zone guna meningkatkan daya saing sektor maritim nasional.

Baca Juga :  Harga Minyak Dunia Turun, Pertamina Siapkan Penyesuaian Harga BBM Nonsubsidi Mulai Juli 2026

Selain itu, Pelindo memaparkan pengembangan ekosistem Kalibaru untuk memperkuat Tanjung Priok sebagai gerbang utama perdagangan nasional. Pengembangan tersebut mencakup terminal peti kemas, terminal produk, serta pembangunan New Priok Eastern Access (NPEA) yang terintegrasi dengan akses jalan tol dan kawasan hinterland.
Sementara itu, rencana revitalisasi Pelabuhan Pulau Baai juga menjadi perhatian.

Program itu difokuskan pada normalisasi garis pantai, pengerukan alur pelayaran hingga kedalaman -6,5 mLWS, serta pengembangan terminal curah kering dan cair guna memperkuat rantai pasok komoditas strategis di pesisir barat Sumatera.

Menanggapi sejumlah kendala operasional dan birokrasi yang disampaikan Pelindo, Dudung menegaskan komitmen Kantor Staf Presiden untuk membantu menyelesaikan hambatan lintas kementerian dan lembaga.

“Beberapa kendala di lapangan dan masalah kebirokrasian memang harus kita tuntaskan. Nanti akan kita selesaikan, bagaimana proses di Pulau Nipa, efisiensi jalan tol, hingga komunikasi dengan bea cukai agar koordinasi tidak rumit,” tegasnya.

Sebagai tindak lanjut, Pelindo akan mengirimkan surat resmi kepada KSP yang memuat rincian hambatan strategis di lapangan. Langkah tersebut diharapkan dapat mempercepat proses debottlenecking atau penguraian hambatan melalui koordinasi lintas kementerian dan lembaga.

Baca Juga :  Rektor UNAND Gagas Pusat Studi Kajian Terowongan dan Struktur Bawah Tanah

Dudung menegaskan, KSP akan terus memantau rencana aksi Pelindo melalui mekanisme Sistem Monitoring dan Evaluasi (Sismonev) serta Distra KSP.

“KSP hadir sebagai penyambung untuk menyelesaikan persoalan-persoalan Pelindo dengan kementerian yang masih menghambat. Jika ini dituntaskan cepat, maka dampaknya akan baik terhadap pertumbuhan ekonomi nasional,” katanya.

Dalam kesempatan itu, Dudung juga mengapresiasi tren positif sektor pelabuhan nasional. Menurutnya, peningkatan aktivitas impor hingga 11 persen secara nasional, bahkan mencapai 13 persen di Semarang, menunjukkan geliat ekonomi yang terus tumbuh.
Kunjungan KSP ke Tanjung Priok disebut sebagai bentuk nyata komitmen pemerintah dalam memastikan transformasi pelabuhan memberikan dampak langsung terhadap efisiensi logistik dan pertumbuhan ekonomi nasional.

Turut mendampingi Dudung dalam kunjungan tersebut, Plt Deputi IV KSP Fadjar Dwi Wishnuwardhani bersama jajaran tenaga ahli KSP.
Kehadiran rombongan disambut langsung oleh Direktur Utama Pelindo Achmad Muchtasyar, Wakil Direktur Utama Drajat Sulistyo, Komisaris Arief Poyuono, serta jajaran manajemen Pelindo lainnya.(asy,*)

Berita Terkait

Harga BBM Nonsubsidi Resmi Turun di Seluruh Indonesia Pertamax Turbo hingga Dexlite
KPK Lelang Aset Rampasan 25 Kasus Korupsi, Rp39,8 Miliar Disetor ke Kas Negara
Harga Minyak Dunia Turun, Pertamina Siapkan Penyesuaian Harga BBM Nonsubsidi Mulai Juli 2026
7.000 Pekerja Terancam PHK, Dua Perusahaan Komponen Otomotif Jepang Berencana Pindahkan Produksi ke Vietnam
Harga Kentang di Tingkat Petani Kayu Aro Turun Menjadi Rp7.500 per Kilogram
Udang windu, komoditas Kampung Batimbuk Barau Menghasilan 769,9 Ton Benilai Rpb173.3 Miliar.
Rupiah Tembus Rp 17.860, Bank Indonesia Ungkap Faktor Pendorong Penguatan Mata Uang
Bahlil Tegaskan Harga BBM dan LPG Subsidi Tetap, Tak Ada Kenaikan
Berita ini 15 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 2 Juli 2026 - 22:48 WIB

Harga BBM Nonsubsidi Resmi Turun di Seluruh Indonesia Pertamax Turbo hingga Dexlite

Senin, 29 Juni 2026 - 17:50 WIB

KPK Lelang Aset Rampasan 25 Kasus Korupsi, Rp39,8 Miliar Disetor ke Kas Negara

Jumat, 26 Juni 2026 - 14:40 WIB

Harga Minyak Dunia Turun, Pertamina Siapkan Penyesuaian Harga BBM Nonsubsidi Mulai Juli 2026

Rabu, 24 Juni 2026 - 10:51 WIB

7.000 Pekerja Terancam PHK, Dua Perusahaan Komponen Otomotif Jepang Berencana Pindahkan Produksi ke Vietnam

Sabtu, 20 Juni 2026 - 18:27 WIB

Harga Kentang di Tingkat Petani Kayu Aro Turun Menjadi Rp7.500 per Kilogram

Berita Terbaru