KERINCI, jentik.id – Rentak Kudo, kesenian tradisional Kabupaten Kerinci, Jambi, semakin populer di era digital. Irama musik yang khas, lantunan dendang yang merdu, serta gerakan tari yang energik menarik perhatian pengguna media sosial hingga mancanegara.
Kini, banyak pengguna media sosial memakai lagu Rentak Kudo untuk mengiringi video tarian, hiburan, dan aktivitas sehari-hari. Tren ini membuka peluang bagi masyarakat luas untuk mengenal kekayaan budaya Kerinci.
Bagi masyarakat setempat, Rentak Kudo bukan sekadar hiburan. Kesenian ini mengajarkan kebersamaan, kekompakan, dan semangat gotong royong melalui gerakan para penari yang mengikuti irama secara serempak.
Candra ND Ajak Generasi Muda Lestarikan Rentak Kudo
Candra ND, pegiat Rentak Kudo Kelabu dari Sungai Renah, Kecamatan Siulak, Kabupaten Kerinci, terus mengajak masyarakat menjaga kesenian tradisional tersebut.
Ia menegaskan bahwa Rentak Kudo memiliki nilai budaya yang penting bagi kehidupan masyarakat Kerinci.
“Bagi masyarakat Kerinci, Rentak Kudo bukan sekadar hiburan. Kesenian ini juga menjadi ruang untuk mempererat silaturahmi, membangun kebersamaan, dan mempertahankan tradisi yang diwariskan dari generasi ke generasi,” ujar Candra ND.
Di tengah perkembangan zaman, para pegiat budaya memanfaatkan media sosial untuk memperkenalkan Rentak Kudo kepada khalayak yang lebih luas. Mereka juga berupaya menarik minat generasi muda agar terus mengenal dan mencintai kesenian daerah.
Namun, para pelaku seni membutuhkan dukungan masyarakat dan pemerintah daerah untuk menjaga keberlangsungan tradisi ini. Dukungan tersebut dapat membantu kelompok kesenian mengembangkan kreativitas sekaligus memperkenalkan budaya Kerinci ke tingkat nasional maupun internasional.
Melalui kelompok Rentak Kudo Kelabu, Candra ND berkomitmen menjaga warisan leluhur agar tetap berkembang dan menjadi kebanggaan masyarakat Kerinci. (nr*)









