Ribuan Massa Kepung DPRD Kaltim, Protes Kebijakan Tentang Anggaran Pemprov

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 21 April 2026 - 14:32 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kaltim, jentik.id-–Massa menggelar demonstrasi besar-besaran ini sebagai bentuk protes terhadap kebijakan anggaran Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltim. Mereka menilai pemerintah tidak efisien dan belum berpihak pada kepentingan masyarakat.

Ribuan massa yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat dan Mahasiswa Kalimantan Timur (Kaltim) menggelar aksi unjuk rasa di depan Gedung DPRD Kaltim, Selasa (21/04/2026).

Ribuan Massa Kaltim Gelar Aksi di DPRD

Dalam orasinya, massa menyoroti alokasi anggaran pengadaan mobil dinas senilai Rp 8,5 miliar serta renovasi rumah jabatan sebesar Rp 25 miliar. Mereka menganggap kebijakan tersebut mencederai rasa keadilan di tengah kondisi ekonomi masyarakat yang masih sulit.

Massa Soroti Dugaan KKN dan Nepotisme

Massa juga menuntut pemerintah membuka transparansi terkait dugaan praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN). Mereka secara khusus menyoroti dominasi keluarga gubernur dalam struktur kekuasaan di Kalimantan Timur.

Baca Juga :  Imigrasi Kerinci Tegaskan Dokumen Paspor Lengkap

Aksi ini bertepatan dengan peringatan Hari Kartini. Massa yang terdiri dari berbagai elemen masyarakat dan mahasiswa turut mengkritik kepemimpinan Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud dan Wakil Gubernur Seno Aji.

Meski Gubernur Rudy Mas’ud menyatakan bahwa pengadaan tersebut bertujuan menjaga “marwah” Kaltim sebagai daerah penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN) dalam menyambut tamu global, publik tetap menilai kebijakan itu kurang sensitif terhadap kondisi ekonomi rakyat.

Mahasiswa Desak DPRD Bersikap Independen

Massa mendesak DPRD Kaltim menjalankan fungsi pengawasan secara maksimal dan independen. Publik juga menyoroti Ketua DPRD Kaltim, Hasanuddin Mas’ud dari Fraksi Golkar, yang merupakan saudara kandung gubernur.

Perwakilan mahasiswa dari Universitas 17 Agustus (Untag) Samarinda, Kamarul Azwan, mengatakan pihaknya terus melakukan konsolidasi untuk menyatukan tuntutan aksi.

Baca Juga :  Raih WTP ke-14 Berturut-turut, Wako Alfin Serahkan Raperda APBD 2025 ke DPRD

Ia menyebut tiga poin utama menjadi fokus tuntutan, salah satunya dugaan praktik KKN dalam pemerintahan daerah.

“Sejumlah kebijakan yang menjadi sorotan publik harus ditinjau ulang. Dugaan nepotisme juga harus menjadi perhatian serius dalam tata kelola pemerintahan,” ujar Kamarul.

Kamarul menegaskan DPRD harus bersikap independen tanpa pengaruh relasi keluarga.

“Jangan sampai hubungan keluarga memengaruhi kinerja pengawasan dewan secara profesional,” tegasnya.

Ia juga mengklarifikasi poster bertuliskan “lengserkan gubernur” yang beredar. Menurutnya, mahasiswa tidak membuat poster tersebut. Elemen masyarakat lain lebih dulu menginisiasi gerakan itu.

Dukungan Logistik Warnai Aksi

Menjelang aksi, sejumlah simpatisan masyarakat memberikan bantuan logistik di posko aksi. Mereka menunjukkan dukungan langsung terhadap gerakan tersebut.(Red/*)

Berita Terkait

Bayi G Kembali ke Pelukan Ibu, Polisi Dalami Dugaan Penjualan Anak Rp20 Juta
TNI Percepat Pembangunan 35.334 Koperasi Desa Merah Putih, Target Rampung Agustus 2026
Polda Jambi Periksa 13 Saksi untuk Ungkap Kematian Brigadir Eko Winarno Saputra
Wako Alfin Perjuangkan Kepastian Batas Kawasan Hutan, Bukit Khayangan Jadi Prioritas
Kesal Hanya Diberi Rp5 Ribu, Karyawan di Jambi Nekat Bawa Kabur Motor Bos
Nagari Ramai-ramai Tolak Tol Sicincin-Bukittinggi
Lansia di Talang Bakung Dibekap dan Dirampok, Polisi Berhasil Ringkus Sejoli Pelaku
Fortuner Diduga Hilang Kendali, IRT Tewas Usai Motor yang Dikendarainya Ditabrak di Telanaipura
Berita ini 31 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 29 Juli 2026 - 21:47 WIB

Bayi G Kembali ke Pelukan Ibu, Polisi Dalami Dugaan Penjualan Anak Rp20 Juta

Rabu, 29 Juli 2026 - 10:59 WIB

TNI Percepat Pembangunan 35.334 Koperasi Desa Merah Putih, Target Rampung Agustus 2026

Jumat, 24 Juli 2026 - 20:29 WIB

Polda Jambi Periksa 13 Saksi untuk Ungkap Kematian Brigadir Eko Winarno Saputra

Kamis, 23 Juli 2026 - 09:02 WIB

Wako Alfin Perjuangkan Kepastian Batas Kawasan Hutan, Bukit Khayangan Jadi Prioritas

Rabu, 22 Juli 2026 - 20:21 WIB

Kesal Hanya Diberi Rp5 Ribu, Karyawan di Jambi Nekat Bawa Kabur Motor Bos

Berita Terbaru