JAKARTA, jentik.id – Pemerintah memberikan subsidi kedelai sebesar Rp 2.000 per kilogram untuk menjaga stabilitas harga bahan baku tahu dan tempe.
Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, mengatakan pemerintah menyalurkan subsidi tersebut melalui Perum Bulog. Pada tahap awal, pemerintah menyediakan 250 ribu ton kedelai.
“Kedelai yang hampir seluruhnya masih impor akan kami subsidi Rp 2.000 per kilogram. Pemerintah menyiapkan pasokan untuk 250 ribu ton pertama melalui Bulog,” kata Zulkifli Hasan usai Rapat Koordinasi Terbatas Perkembangan Harga Komoditas Pangan di Jakarta, Selasa (9/6).
Menurut Zulhas, pemerintah mengambil kebijakan ini untuk mengurangi dampak pelemahan rupiah terhadap harga kedelai impor. Langkah tersebut juga membantu menjaga harga kedelai tetap terjangkau bagi perajin tahu dan tempe.
Pemerintah telah melaporkan kebijakan itu kepada Presiden Prabowo Subianto.
Pada tahap pertama, pemerintah menyiapkan anggaran sekitar Rp 500 miliar. Setelah itu, Kementerian Keuangan akan menyusun mekanisme pelaksanaannya.
Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani mengatakan pihaknya masih membahas teknis penyaluran subsidi. Pembahasan itu melibatkan Kementerian Perdagangan, Kementerian Keuangan, dan asosiasi pengusaha kedelai.
Rizal menjelaskan Bulog akan menjual kedelai bersubsidi langsung kepada perajin tahu dan tempe. Bulog tidak akan menyalurkannya melalui pasar umum. Dengan cara itu, perajin dapat memperoleh bahan baku dengan harga lebih murah.
Peraturan Badan Pangan Nasional Nomor 12 Tahun 2024 menetapkan harga acuan kedelai lokal maksimal Rp 11.400 per kilogram. Sementara itu, harga acuan kedelai impor maksimal Rp 12.000 per kilogram. (nr*)









