Banyumas, jentik.id – Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, kembali menjadi rujukan internasional dalam pengelolaan sampah. Kali ini, rombongan dari Selangor, Malaysia, datang untuk belajar sekaligus menjajaki peluang kerja sama dan investasi di sektor persampahan.
CEO KDEB Waste Management Selangor, Dato Ramli, memimpin langsung kunjungan tersebut bersama PT Gibrig Indonesia Bersih. Bupati Banyumas, Sadewo Tri Lastiono, menyambut rombongan itu dengan didampingi jajaran pemerintah daerah.
Dalam pertemuan itu, Dato Ramli menyampaikan ketertarikan terhadap sistem pengelolaan berbasis komunitas di Banyumas. Pemerintah Banyumas menerapkan model desentralisasi hingga tingkat desa dan mendukungnya dengan penggunaan mesin pengolah sampah skala lokal. Ia menilai sistem ini efektif dan layak diadopsi di Selangor.
“Di Selangor terdapat hampir 275 kampung tradisi. Model Banyumas ini sangat baik untuk meningkatkan pengelolaan sampah di tingkat kampung,” ujarnya.
Kunjungan ini membuka peluang kerja sama, mulai dari transfer teknologi mesin pengolahan sampah, pembelajaran sistem manajemen berbasis kampung, hingga penyusunan nota kesepahaman (MoU).
Bupati Banyumas, Sadewo Tri Lastiono, menegaskan bahwa daerahnya tidak meraih keberhasilan ini secara instan. Ia menjelaskan bahwa Banyumas pernah mengalami krisis sampah pada 2018 akibat penutupan sejumlah tempat pembuangan akhir oleh masyarakat.
“Saat itu sampah menumpuk di mana-mana. Kami harus mengeluarkan anggaran hingga Rp30–40 miliar per tahun untuk penanganan,” jelasnya.
Saat ini, Banyumas mengembangkan konsep zero waste to money, yaitu pengelolaan sampah yang tidak hanya mengurangi limbah, tetapi juga menghasilkan nilai ekonomi.
Dalam rencana kerja sama tersebut, kedua pihak membuka peluang investasi business to business (B2B). Peluang itu mencakup pengadaan mesin pengolah, produksi palet limbah sebagai material lantai, pengolahan biji plastik menjadi produk seperti ember, hingga ekspor hasil olahan ke Malaysia.
Pertemuan ini menjadi kelanjutan dari komunikasi sebelumnya. Delegasi Selangor telah beberapa kali mengunjungi Banyumas. Sebaliknya, Pemerintah Kabupaten Banyumas juga pernah memenuhi undangan ke Kuala Lumpur untuk memaparkan sistem pengelolaan sampah yang mereka terapkan. (asy*)









