Selangor Pelajari Pengelolaan Sampah Banyumas, Buka Peluang Investasi

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 28 April 2026 - 19:17 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Banyumas, jentik.id – Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, kembali menjadi rujukan internasional dalam pengelolaan sampah. Kali ini, rombongan dari Selangor, Malaysia, datang untuk belajar sekaligus menjajaki peluang kerja sama dan investasi di sektor persampahan.

CEO KDEB Waste Management Selangor, Dato Ramli, memimpin langsung kunjungan tersebut bersama PT Gibrig Indonesia Bersih. Bupati Banyumas, Sadewo Tri Lastiono, menyambut rombongan itu dengan didampingi jajaran pemerintah daerah.

Dalam pertemuan itu, Dato Ramli menyampaikan ketertarikan terhadap sistem pengelolaan  berbasis komunitas di Banyumas. Pemerintah Banyumas menerapkan model desentralisasi hingga tingkat desa dan mendukungnya dengan penggunaan mesin pengolah sampah skala lokal. Ia menilai sistem ini efektif dan layak diadopsi di Selangor.

Baca Juga :  Motor Bebek Sultan! Segini Cicilan Honda Super Cub C125 2026 yang Bergaya Klasik

“Di Selangor terdapat hampir 275 kampung tradisi. Model Banyumas ini sangat baik untuk meningkatkan pengelolaan sampah di tingkat kampung,” ujarnya.

Kunjungan ini membuka peluang kerja sama, mulai dari transfer teknologi mesin pengolahan sampah, pembelajaran sistem manajemen berbasis kampung, hingga penyusunan nota kesepahaman (MoU).

Bupati Banyumas, Sadewo Tri Lastiono, menegaskan bahwa daerahnya tidak meraih keberhasilan ini secara instan. Ia menjelaskan bahwa Banyumas pernah mengalami krisis sampah pada 2018 akibat penutupan sejumlah tempat pembuangan akhir oleh masyarakat.

“Saat itu sampah menumpuk di mana-mana. Kami harus mengeluarkan anggaran hingga Rp30–40 miliar per tahun untuk penanganan,” jelasnya.

Baca Juga :  The Rise of Mobile Gaming: How Smartphones are Changing the Gaming Industry

Saat ini, Banyumas mengembangkan konsep zero waste to money, yaitu pengelolaan sampah yang tidak hanya mengurangi limbah, tetapi juga menghasilkan nilai ekonomi.

Dalam rencana kerja sama tersebut, kedua pihak membuka peluang investasi business to business (B2B). Peluang itu mencakup pengadaan mesin pengolah, produksi palet limbah sebagai material lantai, pengolahan biji plastik menjadi produk seperti ember, hingga ekspor hasil olahan ke Malaysia.

Pertemuan ini menjadi kelanjutan dari komunikasi sebelumnya. Delegasi Selangor telah beberapa kali mengunjungi Banyumas. Sebaliknya, Pemerintah Kabupaten Banyumas juga pernah memenuhi undangan ke Kuala Lumpur untuk memaparkan sistem pengelolaan sampah yang mereka terapkan. (asy*)

Berita Terkait

iPhone 18 Pro Segera Rilis, Intip Bocoran Desain dan Warna Terbarunya
Samsung Galaxy A57 5G dan Galaxy A37 5G Resmi Diluncurkan: Fitur AI Canggih, Kamera Lebih Tajam, dan Dukungan Hingga 6 Tahun
iPhone 16 dan iPhone 16 Plus: Desain Baru dan Performa Lebih Kencang
Cari Laptop Ngebut? Ini Rekomendasi ASUS SSD 512 GB untuk Multitasking Lancar
HP Baru Infinix Note Edge 5G Rilis, Bawa Performa Ngebut dan Charging 45W
Cari Laptop Kuliah? Ini 8 Pilihan Terbaik 2026 untuk Skripsi dan Desain Grafis
OPPO A6x 2026: Ponsel Tahan Air dan Banting dengan Kamera AI dan Baterai Jumbo
Nokia P1 Ultra 2026: HP Flagship dengan Spek Dewa, Harga Mulai Rp13 Jutaan
Berita ini 5 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 28 April 2026 - 19:17 WIB

Selangor Pelajari Pengelolaan Sampah Banyumas, Buka Peluang Investasi

Kamis, 23 April 2026 - 12:00 WIB

iPhone 18 Pro Segera Rilis, Intip Bocoran Desain dan Warna Terbarunya

Kamis, 9 April 2026 - 17:09 WIB

Samsung Galaxy A57 5G dan Galaxy A37 5G Resmi Diluncurkan: Fitur AI Canggih, Kamera Lebih Tajam, dan Dukungan Hingga 6 Tahun

Selasa, 7 April 2026 - 17:10 WIB

iPhone 16 dan iPhone 16 Plus: Desain Baru dan Performa Lebih Kencang

Selasa, 31 Maret 2026 - 11:00 WIB

Cari Laptop Ngebut? Ini Rekomendasi ASUS SSD 512 GB untuk Multitasking Lancar

Berita Terbaru