Pentagon Cemas! Separuh Stok Rudal THAAD AS Disebut Sudah Terkuras

Avatar photo

- Jurnalis

Jumat, 22 Mei 2026 - 19:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

AS Ketar-ketir Stok Rudal Pencegat THAAD Kini Kritis Tersisa Separuh, Habis-habisan Bekingi Israel

AS Ketar-ketir Stok Rudal Pencegat THAAD Kini Kritis Tersisa Separuh, Habis-habisan Bekingi Israel

Amerika Serikat, jentik.id – Amerika Serikat mulai menghadapi tekanan serius terhadap kesiapan militernya setelah menghabiskan banyak rudal pencegat untuk membantu Israel menghadapi serangan Iran.

Laporan internal Pentagon yang dikutip The Washington Post menyebut militer AS menembakkan lebih dari 200 rudal pencegat THAAD selama konflik Iran-Israel berlangsung. Jumlah itu setara dengan hampir separuh stok aktif THAAD milik Pentagon.

Selain THAAD, militer AS meluncurkan lebih dari 100 rudal SM-3 dan SM-6 dari kapal perang di Mediterania timur untuk menghadang rudal balistik Iran menuju Israel.

Anadolu Agency menilai penggunaan amunisi dalam jumlah besar itu menunjukkan AS menjadi tulang punggung pertahanan udara Israel selama perang. Israel sendiri hanya memakai kurang dari 100 rudal Arrow dan sekitar 90 sistem David’s Sling.

Baca Juga :  Iran Buka Jalur Selat Hormuz untuk Malaysia, Anwar Ibrahim Ucap Terima Kasih

Seorang pejabat AS mengatakan Washington menembakkan rudal pencegat dua kali lebih banyak daripada Israel. Pernyataan itu memperkuat dugaan bahwa Israel sangat bergantung pada dukungan militer Amerika.

Situasi tersebut membuat Pentagon mulai cemas. Peneliti senior Stimson Center, Kelly Grieco, menilai industri pertahanan AS belum mampu mengganti stok rudal strategis dengan cepat.

The Washington Post juga melaporkan Pentagon mulai khawatir konflik Timur Tengah akan memengaruhi kesiapan militer AS di kawasan Indo-Pasifik. Jepang dan Korea Selatan selama ini masih bergantung pada sistem pertahanan rudal Amerika.

Baca Juga :  Trump Terang-terangan Incar Minyak Iran, Ketegangan Global Kian Memanas

Di sisi lain, Iran masih menyimpan kekuatan militer besar. Intelijen AS memperkirakan Iran masih memiliki sekitar 70 persen stok rudal sebelum perang meski AS dan Israel terus melancarkan serangan.

Hubungan Presiden AS Donald Trump dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu juga mulai memanas. Sejumlah pejabat Washington frustrasi karena biaya perang terus meningkat sementara stok senjata strategis AS semakin menipis.

Meski begitu, Pentagon memastikan kerja sama pertahanan AS dan Israel tetap berjalan untuk menghadapi ancaman Iran. (nr*) 

Berita Terkait

Kabut Asap Makin Meluas, NASA Ungkap Citra Karhutla Indonesia-Malaysia
Banjir Bandang Nepal dan Tibet Tewaskan 1.130 Orang, Hampir 4.500 Masih Hilang
Banjir Bandang Nepal-China Tewaskan Ratusan Orang, Lebih dari 1.400 Hilang
Keributan Final Piala Dunia Berujung Sanksi! Argentina Dijatuhi Skorsing 21 Laga
Waspada! Apple Deteksi Ancaman Spyware, Pengguna di 110 Negara Dapat Peringatan
Lama Menghilang, Mojtaba Khamenei Segera Muncul di Publik Iran
Iran Tetapkan Syarat untuk Buka Selat Hormuz, Minta Ganti Rugi Perang dari AS
Indonesia Serukan Aksi Nyata! Ajukan 5 Langkah Lindungi Al Aqsa dan Dukung Palestina
Berita ini 14 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 4 September 2026 - 17:45 WIB

Kabut Asap Makin Meluas, NASA Ungkap Citra Karhutla Indonesia-Malaysia

Rabu, 2 September 2026 - 15:01 WIB

Banjir Bandang Nepal dan Tibet Tewaskan 1.130 Orang, Hampir 4.500 Masih Hilang

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 07:33 WIB

Banjir Bandang Nepal-China Tewaskan Ratusan Orang, Lebih dari 1.400 Hilang

Minggu, 23 Agustus 2026 - 10:31 WIB

Keributan Final Piala Dunia Berujung Sanksi! Argentina Dijatuhi Skorsing 21 Laga

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 13:50 WIB

Waspada! Apple Deteksi Ancaman Spyware, Pengguna di 110 Negara Dapat Peringatan

Berita Terbaru

Wakil Kepala Staf TNI AU Marsekal Madya TNI Tedi Rizalihadi. Lahirlah atlet tembak nasional

Sport

TNI AU Gelar Kompotisi Tembak Di Ikuti 800 Peserta 

Sabtu, 12 Sep 2026 - 19:36 WIB