Tiga Dekade Otonomi Daerah Masih Ketergantungan Tranfer Dengan  Pusat

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 28 April 2026 - 16:22 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, jentik.id – Tiga dekade pelaksanaan otonomi daerah (otda) di Indonesia belum sepenuhnya menghasilkan kemandirian daerah. Hingga kini, banyak pemerintah daerah masih bergantung pada transfer anggaran dari pemerintah pusat.

Anggota Komisi II DPR RI, Muhammad Khozin, menilai otonomi daerah seharusnya menjadi momentum bagi daerah untuk mandiri, bukan memperpanjang ketergantungan fiskal.

“Selama hampir 30 tahun otonomi daerah berjalan, memang ada kemajuan. Namun ketimpangan masih terlihat jelas, terutama dalam hal kemandirian fiskal,” ujar Khozin di Jakarta, Selasa (28/4/2026).

Menurut Khozin, otonomi daerah membuka ruang inovasi bagi pemerintah daerah untuk mempercepat pembangunan sesuai karakteristik wilayah.

Meski demikian, sejumlah daerah masih menghadapi kendala serius. Banyak pemerintah daerah memiliki keterbatasan kapasitas kelembagaan dan kemampuan keuangan.

Khozin juga menyoroti ketergantungan tinggi sejumlah daerah terhadap dana transfer pusat. Bahkan, beberapa daerah masih mengandalkan hingga 100 persen anggaran dari pemerintah pusat. Kondisi ini menunjukkan tujuan utama desentralisasi belum tercapai sepenuhnya.

Baca Juga :  Hilang di Sungai Batang Hari, Pemancing Belum Ditemukan Hingga Hari Kedua

Ia mengingatkan pemerintah pusat agar tidak melepas daerah tanpa pengawasan. Pemerintah pusat perlu melakukan evaluasi dan pembinaan secara konsisten agar daerah mampu berkembang mandiri.

“Pemerintah pusat tidak boleh lengah. Harus ada pengawasan kuat dan pembinaan yang terarah agar daerah tidak berjalan di tempat,” tegasnya.

Lebih lanjut, Khozin menekankan bahwa otonomi daerah bukan sekadar pelimpahan kewenangan, tetapi juga tanggung jawab. Pemerintah daerah harus berani membangun kemandirian fiskal dan meningkatkan kualitas pelayanan publik.

Khozin menilai tantangan utama saat ini tidak lagi terletak pada desain kebijakan. Tantangan terbesar justru muncul pada implementasi yang belum konsisten dan belum berorientasi pada hasil.

Baca Juga :  Edi Purwanto Pasang Target, Kerinci Harus Jadi Destinasi Wisata Kelas Dunia

Ia menambahkan, pemerintah daerah perlu meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD) secara berkelanjutan. Selain itu, daerah juga harus mendorong inovasi layanan publik dan menyusun kebijakan strategis berbasis kebutuhan lokal.

Pemerintah daerah juga perlu memperkuat tata kelola yang bersih, profesional, dan akuntabel. Tanpa hal tersebut, otonomi daerah berisiko berubah menjadi desentralisasi masalah, bukan solusi pembangunan.

Untuk itu, Khozin mendorong pemerintah pusat mengubah pendekatan. Pemerintah pusat perlu beralih dari pengawasan administratif menuju pembinaan berbasis kinerja dengan target yang jelas dan terukur.

“Ke depan, keberhasilan otonomi daerah sangat ditentukan oleh keseimbangan antara kemandirian dan akuntabilitas. Daerah harus berani mandiri, namun tetap disiplin dalam mencapai target pembangunan,” pungkasnya. (asy*)

Berita Terkait

Safari Jumat ke Pinggir Air, Wako Alfin Serahkan Bantuan Rp5 Juta untuk Masjid Baiturrahim
Kapolres Kerinci Pimpin Green Policing, Tanam Pohon Kehidupan Produktif Di Lingkungan Asrama Polres
6.516 Hektare Lahan Terbakar di Kaltim, 33 Tersangka Jadi Sasaran Penegakan Hukum
Karhutla Meluas, TNI AU Kerahkan 11 Pesawat Angkut untuk Padamkan Kebakaran
Kapolres Kerinci Tinjau BLK, Dorong Peningkatan Keterampilan Dan Peluang Kerja Bagi Generasi Muda
Wawako Azhar Hadiri HUT ke-27 Muaro Jambi, Perkuat Sinergi Daerah
Polda Riau Sita 35 Kg Sabu Senilai Rp62,9 Miliar, Jaringan Malaysia Sasar Tiga Provinsi
BAZNAS Pariaman Bantu Pemulung Bangkit, Bentor Jadi Modal Cari Rezeki Lebih Mudah
Berita ini 34 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 30 Oktober 2026 - 19:50 WIB

Safari Jumat ke Pinggir Air, Wako Alfin Serahkan Bantuan Rp5 Juta untuk Masjid Baiturrahim

Jumat, 30 Oktober 2026 - 13:31 WIB

Kapolres Kerinci Pimpin Green Policing, Tanam Pohon Kehidupan Produktif Di Lingkungan Asrama Polres

Jumat, 30 Oktober 2026 - 12:38 WIB

6.516 Hektare Lahan Terbakar di Kaltim, 33 Tersangka Jadi Sasaran Penegakan Hukum

Kamis, 29 Oktober 2026 - 18:27 WIB

Karhutla Meluas, TNI AU Kerahkan 11 Pesawat Angkut untuk Padamkan Kebakaran

Kamis, 29 Oktober 2026 - 15:17 WIB

Kapolres Kerinci Tinjau BLK, Dorong Peningkatan Keterampilan Dan Peluang Kerja Bagi Generasi Muda

Berita Terbaru