JAKARTA, jentik.id – Seorang warga bernama Kevin mengaku menemukan kode QRIS mencurigakan saat hendak membayar belanjaan di sebuah warung. Ia menduga kode itu mengarah ke situs pengisian saldo judi online (judol). Karena khawatir, Kevin membatalkan pembayaran digital dan memilih uang tunai.
Peristiwa itu terjadi pada Rabu (14/10/2026). Kevin membeli minuman dan beberapa kebutuhan lain dengan total belanja sekitar Rp20 ribu. Karena tidak membawa uang tunai, ia meminta penjaga warung menerima pembayaran melalui QRIS.
Namun, Kevin menyadari kejanggalan setelah memindai kode tersebut. Alih-alih membuka halaman pembayaran seperti biasanya, tautan itu justru menampilkan situs mencurigakan.
Kevin kemudian mencoba mengakses tautan melalui dompet digital sambil merekam layar ponselnya. Ia tidak melanjutkan transaksi karena khawatir situs tersebut mengancam keamanan rekening utamanya.
Untuk menghindari pembayaran digital, Kevin berpura-pura mengalami kendala transaksi. Ia lalu mencari cara lain untuk menyelesaikan pembayaran.
QRIS Warung Diduga Mengarah ke Situs Judi Online
Kevin menduga tautan tersebut berkaitan dengan layanan pengisian saldo judi online. Ia juga melihat keterangan waktu pembayaran pada kode QR yang diberikan penjaga warung.
Meski begitu, Kevin tidak menyelesaikan transaksi sehingga ia belum mengetahui secara pasti ke mana dana pembayaran akan mengalir.
Akhirnya, Kevin meminjam uang temannya untuk membayar belanjaan secara tunai. Ia mengaku baru pertama kali menemukan kode QRIS mencurigakan sekaligus pertama kali berbelanja di warung tersebut.
Kevin Khawatir Rekening dan Akun Digital Bermasalah
Setelah kejadian itu, Kevin mencari informasi mengenai risiko transaksi melalui tautan mencurigakan. Ia khawatir tautan semacam itu dapat membahayakan rekening atau akun pembayaran.
Kevin juga membaca sejumlah komentar di Threads dari pengguna lain yang mengaku mengalami kejadian serupa.
Selain itu, Kevin mengaku kesulitan masuk ke akun Instagram dan Threads pada pagi harinya. Gangguan tersebut menambah kekhawatirannya, meskipun belum ada bukti yang memastikan hubungan antara masalah akun dan kode QRIS yang ia pindai.
Cara Menghindari QRIS Mencurigakan
Pengalaman Kevin mengingatkan masyarakat agar lebih teliti saat melakukan pembayaran digital. Pengguna perlu memeriksa nama penerima dan nominal transaksi sebelum memasukkan PIN atau menyetujui pembayaran.
Jika kode QR mengarahkan pengguna ke situs asing atau meminta informasi sensitif di luar proses pembayaran normal, segera hentikan transaksi. Pilih metode pembayaran lain dan hindari memasukkan data pribadi ke situs yang belum terverifikasi.
Pengguna juga perlu menyimpan bukti kejadian, seperti tangkapan layar atau riwayat transaksi. Jika menemukan dugaan penyalahgunaan QRIS, masyarakat dapat menghubungi penyedia layanan pembayaran atau melapor kepada pihak berwenang.
Langkah tersebut membantu masyarakat mengurangi risiko penipuan digital dan meningkatkan kewaspadaan saat menggunakan pembayaran nontunai. (nr*)









