Wakil Ketua MPR Desak Pencegahan Paparan Judol Pada Anak Tutup Jaringan Situsnya.

Avatar photo

- Jurnalis

Sabtu, 16 Mei 2026 - 11:54 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wakil Ketua MPR RI Lestari, upaya pencegahan harus menjadi perhatian serius pemerintah, khususnya Kementerian Komunikasi dan Digital dalam memperkuat pengawasan jaringan internet dan mempercepat penutupan akses situs judol yang masih beroperasi.

Wakil Ketua MPR RI Lestari, upaya pencegahan harus menjadi perhatian serius pemerintah, khususnya Kementerian Komunikasi dan Digital dalam memperkuat pengawasan jaringan internet dan mempercepat penutupan akses situs judol yang masih beroperasi.

Jakarta, jentik.id – Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat mendesak langkah komprehensif dan kolaboratif untuk mencegah paparan judi daring atau judi online (judol) terhadap anak-anak dan remaja di Indonesia.

Menurut Lestari, upaya pencegahan harus menjadi perhatian serius pemerintah, khususnya Kementerian Komunikasi dan Digital dalam memperkuat pengawasan jaringan internet dan mempercepat penutupan akses situs judol yang masih beroperasi.

“Pencegahan paparan judol terhadap anak dan remaja harus segera dilakukan secara bersama dan masif demi melindungi generasi penerus bangsa,” kata Lestari di Jakarta, Jumat (15/5).

Pernyataan tersebut disampaikan menyusul keberhasilan Kepolisian Negara Republik Indonesia membongkar jaringan judi online yang beroperasi di Indonesia. Lestari menilai langkah penegakan hukum harus dibarengi dengan penguatan sistem pengawasan digital agar akses terhadap situs ilegal dapat segera ditutup atau dilakukan takedown.

Ia menegaskan, data terbaru dari Kementerian Komunikasi dan Digital yang menyebut hampir 200 ribu anak Indonesia terpapar judol, termasuk sekitar 80 ribu anak berusia di bawah 10 tahun, merupakan ancaman serius bagi pembangunan sumber daya manusia nasional.

Baca Juga :  Peringatan Pentingnya Kedekatan Orang Tua dengan Anak Jadi Pondasi Perubah Sosial

Menurut dia, paparan judol tidak hanya berdampak pada kerugian finansial, tetapi juga dapat merusak pembentukan karakter anak karena menghilangkan pemahaman tentang proses, usaha, dan nilai kejujuran.

“Ini bukan sekadar ancaman finansial, tetapi juga krisis pembentukan karakter generasi penerus bangsa,” ujarnya.
Lestari yang juga anggota Komisi X DPR RI itu mendorong penguatan literasi digital secara masif dan konsisten, baik kepada anak maupun orang tua.

Ia menilai perlindungan anak di ruang digital harus diwujudkan melalui kolaborasi kuat antara keluarga, sekolah, masyarakat, dan pemerintah.

“Di era digital, keamanan setiap warga negara, termasuk anak-anak, harus menjadi prioritas agar lahir generasi penerus bangsa yang sehat, berkarakter kuat, dan berdaya saing,” katanya.

Baca Juga :  Viral di LCC MPR, Josepha dari Pontianak Ditawari Beasiswa S1 ke China

Sebelumnya, Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid mengungkapkan hampir 200 ribu anak di Indonesia terpapar judi online, termasuk sekitar 80 ribu anak di bawah usia 10 tahun. Data tersebut disebut sebagai alarm serius bagi masa depan generasi muda Indonesia.

“Judi online adalah scam yang sistemnya memastikan pemain hampir selalu rugi dan kalah dalam jangka panjang,” kata Meutya dalam kegiatan Indonesia GOID Menyapa Gass Pol Tolak Judol di Medan, Rabu (13/5).

Meutya menegaskan pemberantasan judol tidak cukup hanya melalui pemutusan akses dan penindakan hukum, tetapi juga harus dibarengi dengan peningkatan literasi digital serta kesadaran masyarakat.

“Kita tidak hanya menutup akses atau melakukan takedown. Yang terpenting adalah menjangkau masyarakat luas dengan fakta-fakta ini sehingga kesadaran tumbuh dari dalam keluarga dan komunitas,” ujarnya.(asy*).

Berita Terkait

Wawako Azhar Hamzah Apresiasi Generasi Qurani di Wisuda Akbar Tahfidz SIT Amanah
Panitia Lomba  FLS2N   Dinas Pendidikan  Pemkot  Sungai Penuh Larang  Untuk Domkumentasikan Langgar UU
Siswa Komcad ASN Dari Kementerian Jalani Latihan Simulasi Tempur
Siswi Kelas 5 SD Al Kautsar Temanggung Toreh Prestasi Mendunia, Raih Undangan dari NASA
Wawako Azhar Resmi Lepas Tim Mutiara Al Madani ke Turnamen JSFL Provinsi Jambi
Wako Alfin Resmi Buka FLS2N dan O2SN 2026, Pelajar Sungai Penuh Siap Unjuk Prestasi
UNJA Jadi Kampus Pertama di Luar Jawa dalam Program PetroChina Goes to Campus
Dipastikan Tak Ada PHK Massal Guru Non-ASN hingga Akhir 2026 Dan Pemerintah Didaerah Adalagi Pegawai Berstatus honorer
Berita ini 6 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 16 Mei 2026 - 18:37 WIB

Wawako Azhar Hamzah Apresiasi Generasi Qurani di Wisuda Akbar Tahfidz SIT Amanah

Sabtu, 16 Mei 2026 - 13:24 WIB

Panitia Lomba  FLS2N   Dinas Pendidikan  Pemkot  Sungai Penuh Larang  Untuk Domkumentasikan Langgar UU

Sabtu, 16 Mei 2026 - 11:54 WIB

Wakil Ketua MPR Desak Pencegahan Paparan Judol Pada Anak Tutup Jaringan Situsnya.

Sabtu, 16 Mei 2026 - 08:50 WIB

Siswa Komcad ASN Dari Kementerian Jalani Latihan Simulasi Tempur

Kamis, 14 Mei 2026 - 19:21 WIB

Siswi Kelas 5 SD Al Kautsar Temanggung Toreh Prestasi Mendunia, Raih Undangan dari NASA

Berita Terbaru