Jakarta.jentik.id – Indonesia yang kaya akan sumber daya alam (SDA) dinilai memiliki peluang besar untuk mencapai kemandirian energi. Namun, kekayaan tersebut juga kerap menjadi sasaran konflik kepentingan internasional jika tidak dikelola dengan baik.
Presiden RI Prabowo Subianto menargetkan swasembada energi dapat terwujud paling lambat pada tahun 2029. Hal itu disampaikannya saat meninjau perbaikan fasilitas di SMA Negeri 1 Cilacap, Jawa Tengah, Rabu (29/04).
“Swasembada energi target kita akhir 2029, paling lambat. Kalau bisa lebih dulu, kita akan bekerja cepat,” ujar Presiden.
Ia menegaskan bahwa Indonesia memiliki potensi energi yang sangat besar sebagai karunia yang harus dimanfaatkan secara optimal untuk kesejahteraan rakyat.
“Yang Maha Kuasa telah memberi kita sumber-sumber yang luar biasa. Tinggal kita pandai mengelola atau tidak, kita berani menjaga atau tidak,” tegasnya.
Presiden juga mengingatkan bahwa tanpa pengelolaan yang baik dan komitmen kuat, potensi tersebut tidak akan memberikan manfaat maksimal. Negara yang kaya sumber daya, menurutnya, kerap menjadi incaran berbagai kepentingan global.
“Namanya negara yang kaya, pasti jadi incaran banyak pihak,” kata Prabowo.
Selain isu energi, Presiden turut menyoroti sektor pendidikan. Pemerintah menargetkan renovasi sekitar 288 ribu sekolah hingga tahun 2028 sebagai bagian dari peningkatan kualitas pendidikan nasional.
Tak hanya itu, peningkatan fasilitas pembelajaran juga menjadi fokus, termasuk pengadaan papan digital (smart class board) di setiap kelas. Saat ini, rata-rata baru tersedia satu unit per sekolah.
“Target kita tiap sekolah mungkin 3–4 lagi. Tahun ini kita perjuangkan tiga tambahan ke seluruh Indonesia,” ujarnya.
Dengan langkah tersebut, pemerintah berharap proses belajar mengajar menjadi lebih interaktif dan akses terhadap materi pembelajaran semakin mudah melalui sistem digital.(asy*)









