JAMBI, jentik.id – Sebanyak 13 jemaah umrah asal Jambi membatalkan perjalanan ke Tanah Suci setelah menunggu kepastian keberangkatan selama dua hari di Jakarta. Mereka kembali ke Bandara Sultan Thaha Jambi pada Kamis (6/8/2026) sore.
Para jemaah mengambil keputusan tersebut karena pihak penyelenggara belum memastikan jadwal penerbangan dari Jakarta menuju Jeddah. Sebelumnya, mereka juga mengalami beberapa kali penundaan sejak akhir Juli.
Keberangkatan Berulang Kali Tertunda
Pihak travel semula menjadwalkan keberangkatan pada 22 Juli 2026. Namun, jadwal bergeser menjadi 30 Juli. Setelah itu, pihak travel kembali mengubah jadwal menjadi 3 Agustus, lalu 4 Agustus 2026.
Pada Selasa (4/8), pihak travel memberangkatkan 51 orang, termasuk pembimbing umrah. Rombongan terbagi menjadi dua kloter. Sebanyak 17 jemaah asal Jambi berangkat melalui kloter sore dengan rute Jambi–Jakarta.
Sesampainya di Jakarta, pihak travel menempatkan para jemaah di sebuah hotel di Tangerang sambil menunggu jadwal penerbangan ke Jeddah. Namun, hingga Rabu (5/8), pihak travel belum memberikan kepastian keberangkatan.
Kondisi tersebut mendorong para jemaah menggelar musyawarah. Hasilnya, 13 jemaah memilih menghentikan perjalanan dan kembali ke Jambi.
“Keputusannya pulang, karena kami belum punya kepastian. Mau sampai kapan?” ujar salah seorang jemaah.
Sebanyak 13 jemaah tiba di Bandara Sultan Thaha sekitar pukul 16.30 WIB pada Kamis sore.
Sejumlah Jemaah Ajukan Refund
Sementara itu, sejumlah calon jemaah lain mengajukan pengembalian dana kepada pihak Travel Gema Talbia. Mereka mengisi formulir refund karena belum memperoleh kepastian jadwal keberangkatan.
Calon jemaah yang mengajukan pengembalian dana berasal dari jadwal keberangkatan 22 Juli hingga 10 September 2026.
Rahmat, salah seorang perwakilan keluarga jemaah, mengatakan ketidakjelasan jadwal membuat keluarganya meminta uang kembali.
“Karena tidak jelas. Kalau jelas kami tidak masalah. Daripada terjadi apa-apa, lebih baik kami minta pengembalian dana,” katanya.
Rahmat menegaskan para calon jemaah tetap ingin berangkat ke Tanah Suci. Mereka bahkan bersedia menambah biaya apabila pihak travel memberikan kepastian jadwal.
“Kalau memang pasti, kami tidak masalah menambah biaya. Yang penting ada kepastian. Kalau terus ditunda, kami jadi bingung,” ujarnya. (nr*)









