21 Jemaah Umrah Jambi Telantar di Tanah Suci, Terpaksa Rogoh Kocek Sendiri

Avatar photo

- Jurnalis

Kamis, 13 Agustus 2026 - 18:35 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Suasana Kantor Gema Talbia Haji dan Umroh di Jalang Lingkar Selatan, Kecamatan Paal Merah, Kota Jambi, Kamis (6/8/2026).

Suasana Kantor Gema Talbia Haji dan Umroh di Jalang Lingkar Selatan, Kecamatan Paal Merah, Kota Jambi, Kamis (6/8/2026).

JAMBI, jentik.id – Sebanyak 21 jemaah umrah asal Jambi bersama dua pembimbing dari travel Gema Talbia atau PT Gema Suara Talbia menghadapi masalah selama berada di Tanah Suci. Mereka bahkan harus memakai uang pribadi untuk memenuhi kebutuhan penginapan, makanan, hingga transportasi.

Salah satu pembimbing, Ahmad Abdul Malik, mengatakan pihak travel belum memberikan kepastian terkait pelunasan tiket hingga Kamis (13/8/2026).

“Belum ada kabar pelunasan tiket dari Gema Talbia ke Muassasah,” ujar Malik.

Jemaah Keluarkan Uang Pribadi

Meski menghadapi kendala, Malik memastikan kondisi seluruh jemaah tetap baik. Mereka juga tetap menjalankan ibadah selama berada di Tanah Suci.

Namun, persoalan muncul ketika masa penginapan hampir berakhir. Para jemaah kemudian mengumpulkan uang untuk memperpanjang masa tinggal di hotel.

“Kondisi jemaah alhamdulillah baik-baik saja. Tetap fokus ibadah. Penginapan sempat hampir terlantar hari kedua. Hingga akhirnya mengeluarkan uang 1.000 riyal untuk extend hotel,” jelas Malik.

Selain penginapan, jemaah juga sempat tidak mendapat sarapan dan makan siang. Karena itu, mereka kembali menggunakan dana pribadi untuk memenuhi kebutuhan makanan.

Baca Juga :  Tawuran Maut di WTC Jambi Dipicu Ajakan Medsos, Polisi Ungkap Kode “R”

Malik mengatakan ia membeli makanan menggunakan uang sendiri. Ia membeli satu kotak makanan untuk dua orang karena ukuran porsinya cukup besar.

Sempat Kesulitan Transportasi di Makkah

Kendala juga muncul saat rombongan tiba di Makkah. Para jemaah hampir tidak mendapat transportasi menuju lokasi tujuan.

Untuk mengatasi persoalan tersebut, mereka mengumpulkan uang secara bersama-sama. Setiap orang menyumbang sekitar Rp750 ribu.

“Terpaksa kami urunan masing-masing Rp750.000. Terkumpul Rp15.600.000, baru datang bus menjemput kami,” ungkap Malik.

Menurut Malik, 21 jemaah dan dua pembimbing ikut menghadapi kondisi tersebut. Ia juga menyebut pihak travel tidak memberikan uang saku kepada para pembimbing seperti yang biasanya mereka terima.

Jemaah Beli Tiket Pulang Sendiri

Persoalan belum selesai setelah rombongan menyelesaikan rangkaian ibadah. Para jemaah kembali menghadapi masalah kepulangan ke Jambi.

Mereka terpaksa membeli tiket penerbangan menggunakan uang pribadi. Akibatnya, rombongan tidak bisa pulang bersama dalam satu penerbangan.

Baca Juga :  5 Orang Jadi Tersangka Karhutla di Jambi, 4,25 Hektare Lahan Ludes Terbakar

“Karena beli tiket mandiri, jadi tidak bisa bareng,” kata Malik.

Para jemaah kemudian membagi kepulangan menjadi dua kloter. Malik memilih penerbangan kedua karena harus mendampingi jemaah lanjut usia.

“Saya mengambil penerbangan kedua, karena ada jemaah lansia di penerbangan kedua yang mustahil ditinggal,” jelasnya.

Desak Travel Beri Pertanggungjawaban

Hingga Kamis (13/8/2026), para jemaah masih menunggu kejelasan dan pertanggungjawaban dari pihak travel. Mereka berharap perusahaan segera menyelesaikan persoalan yang muncul selama perjalanan umrah.

Selain meminta kejelasan terkait tiket, jemaah juga berharap pihak travel mengganti biaya yang mereka keluarkan sendiri untuk penginapan, makanan, transportasi, dan kepulangan.

Sementara itu, belum ada pertanggungjawaban dari pihak travel terkait persoalan yang dialami 21 jemaah dan dua pembimbing tersebut.

Para jemaah kini fokus menyelesaikan perjalanan dan kembali ke Jambi. Namun, mereka tetap menunggu penyelesaian dari pihak travel atas berbagai kendala yang mereka alami selama berada di Tanah Suci. (nr*)

Berita Terkait

35 Tahun Beroperasi, Tiga Traffic Light di Sungai Penuh Segera Diganti
Tim SAR Gabungan Kerahkan Lima Kapal Cari Lima Jurnalis yang Hilang Saat Liputan Gunung Anak Krakatau
Bukan Sekadar Usia, Ini Alasan SIM B Punya Batas Lebih Tinggi dari SIM A
Abu Gunung Anak Krakatau Menyebar, Sejumlah Daerah Alihkan Sekolah ke PJJ
Abu Vulkanik Anak Krakatau Ganggu Penerbangan, Ini Alasannya
Kebakaran TPA Putri Cempo Belum Padam, Warga Keluhkan Gejala ISPA
Semeru Erupsi dan Luncurkan Lava Pijar Saat Kawasan TNBTS Masih Terbakar
Paripurna Anggaran Berujung Adu Jotos, Ketua DPRD Ende Dilaporkan ke Polisi
Berita ini 11 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 9 September 2026 - 14:45 WIB

35 Tahun Beroperasi, Tiga Traffic Light di Sungai Penuh Segera Diganti

Rabu, 9 September 2026 - 11:26 WIB

Tim SAR Gabungan Kerahkan Lima Kapal Cari Lima Jurnalis yang Hilang Saat Liputan Gunung Anak Krakatau

Senin, 7 September 2026 - 12:28 WIB

Bukan Sekadar Usia, Ini Alasan SIM B Punya Batas Lebih Tinggi dari SIM A

Senin, 7 September 2026 - 10:13 WIB

Abu Gunung Anak Krakatau Menyebar, Sejumlah Daerah Alihkan Sekolah ke PJJ

Senin, 7 September 2026 - 08:47 WIB

Abu Vulkanik Anak Krakatau Ganggu Penerbangan, Ini Alasannya

Berita Terbaru

Penyambutan tradisi pedang pora kapolre Kerinci AKBP Hernawan Rizky Yudhantoro, S.H., S.I.K., M.I.K.

Kerinci

AKBP Hernawan Rizky Yudhantoro Resmi Komando Polres Kerinci

Senin, 14 Sep 2026 - 08:40 WIB