Jangan Sepelekan! 5 Makanan Favorit Ini Ternyata Berbahaya untuk Ginjal

Avatar photo

- Jurnalis

Jumat, 15 Mei 2026 - 19:46 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Ilustrasi Ginjal (Dok: Ilustrasi/thinkstock)

Foto: Ilustrasi Ginjal (Dok: Ilustrasi/thinkstock)

Jakarta, jentik.id– Pola makan tidak sehat dapat mempercepat penurunan fungsi ginjal. Selain itu, konsumsi makanan tertentu secara berlebihan juga meningkatkan risiko gangguan ginjal, terutama pada penderita diabetes, tekanan darah tinggi, dan riwayat penyakit ginjal.

Ginjal berfungsi menyaring racun dan zat sisa dari dalam tubuh. Namun, ketika fungsi ginjal menurun, tubuh akan kesulitan membuang racun. Akibatnya, berbagai masalah kesehatan bisa muncul dan membahayakan kondisi tubuh.

Karena itu, masyarakat perlu lebih berhati-hati dalam memilih makanan sehari-hari. Berikut lima jenis makanan yang dapat mempercepat kerusakan ginjal jika dikonsumsi terlalu sering.

1. Keripik dan Camilan Kemasan

Keripik, ciki, dan makanan ultra-olahan mengandung garam tinggi, lemak tidak sehat, serta bahan tambahan buatan. Akibatnya, ginjal harus bekerja lebih keras untuk memproses zat tersebut.

Selain itu, kadar natrium yang tinggi juga dapat meningkatkan tekanan darah dan merusak pembuluh darah di ginjal. Bahkan, beberapa penelitian menunjukkan makanan ultra-olahan dapat meningkatkan risiko penyakit ginjal kronis.

Karena itu, masyarakat sebaiknya mengganti camilan kemasan dengan makanan segar agar fungsi ginjal tetap terjaga.

Baca Juga :  BPOM Peringatkan Bahaya 22 Jamu Ilegal, Risiko Stroke hingga Gagal Ginjal Mengintai

2. Sosis dan Daging Olahan

Sosis, bacon, dan daging olahan mengandung lemak jenuh dan protein hewani dalam jumlah tinggi. Kondisi ini membuat ginjal bekerja lebih berat saat memproses makanan.

Jika seseorang terlalu sering mengonsumsi daging merah, risiko penurunan fungsi ginjal juga akan meningkat. Dalam jangka panjang, kondisi tersebut dapat memicu gagal ginjal.

Sebagai gantinya, masyarakat bisa memilih sumber protein nabati seperti kacang-kacangan atau lentil yang lebih ramah untuk kesehatan ginjal.

3. Makanan Tinggi Garam

Makanan tinggi garam membuat tubuh menahan lebih banyak cairan. Akibatnya, ginjal menerima tekanan tambahan dan risiko hipertensi ikut meningkat.

Selain itu, tekanan darah tinggi menjadi salah satu penyebab utama penyakit ginjal di dunia. Banyak makanan cepat saji dan makanan olahan mengandung garam tersembunyi dalam jumlah besar.

Oleh sebab itu, mengurangi makanan asin dapat membantu menjaga kesehatan ginjal dalam jangka panjang.

4. Soda dan Minuman Manis

Soda dan minuman manis mengandung gula tinggi, pemanis buatan, serta fosfat tambahan. Kandungan tersebut dapat merusak fungsi ginjal jika dikonsumsi terlalu sering.

Baca Juga :  Jakarta Temukan 4 Kasus Hantavirus, Satu Pasien Kini Jalani Isolasi

Selain itu, konsumsi soda secara rutin juga meningkatkan risiko dehidrasi dan batu ginjal. Kadar gula yang tinggi bahkan dapat memicu diabetes dan gangguan tekanan darah.

Karena itu, masyarakat lebih baik memilih air putih, teh herbal, atau jus buah tanpa tambahan gula.

5. Makanan Tinggi Fosfor

Keju oles, daging olahan, soda, dan makanan panggang mengandung fosfor tambahan dalam jumlah tinggi. Jika tubuh menerima terlalu banyak fosfor, ginjal harus bekerja lebih keras untuk membuangnya.

Dalam jangka panjang, kondisi tersebut dapat memicu gangguan tulang, penyakit jantung, hingga penurunan fungsi ginjal.

Oleh karena itu, masyarakat perlu membaca label makanan dengan lebih teliti dan membatasi konsumsi zat aditif fosfor.

Menjaga pola makan sehat menjadi langkah penting untuk melindungi ginjal. Selain mengurangi makanan olahan, masyarakat juga perlu memperbanyak konsumsi makanan segar dan minum air putih agar fungsi ginjal tetap optimal. (nr*)

Berita Terkait

Pemkot Sungai Penuh Perkuat Program Sanitasi Pengelolaan Sampah dan Air Limbah Menuju Kota Adipura 2028
Ratusan Anak Ikuti Sunat Massal Gratis yang Digelar Minang Kerinci di RSUD Bhakri Kota Sungai Penuh
Spanyol Dilanda Gelombang Panas Ekstrem, Lebih dari 1.000 Orang Meninggal Dunia
Warning! Hewan Peliharaan Berpotensi Menularkan Penyakit kepada Pemilik, Ini Penjelasan Ahli
Anak Kejang? Hindari Memasukkan Sendok ke Mulut, Begini Pertolongan Pertama yang Tepat
Ujung Tombak Pelayanan Dasar Kesehatan Dinilai Masih Jauh dari Harapan, Peran Kadinkes Disorot
Wali Kota Alfin  Soroti Puskesmas Tanah Kampung Paling kumuh Kadiskes Jangan Duduk Belakang Meja Saja
Menkes Sebut Program Vaksin dan Imunisasi Butuh Anggaran Rp44,49 Triliun hingga 2029
Berita ini 14 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 16 Juli 2026 - 20:22 WIB

Pemkot Sungai Penuh Perkuat Program Sanitasi Pengelolaan Sampah dan Air Limbah Menuju Kota Adipura 2028

Selasa, 7 Juli 2026 - 10:25 WIB

Ratusan Anak Ikuti Sunat Massal Gratis yang Digelar Minang Kerinci di RSUD Bhakri Kota Sungai Penuh

Rabu, 1 Juli 2026 - 19:18 WIB

Spanyol Dilanda Gelombang Panas Ekstrem, Lebih dari 1.000 Orang Meninggal Dunia

Selasa, 30 Juni 2026 - 13:03 WIB

Warning! Hewan Peliharaan Berpotensi Menularkan Penyakit kepada Pemilik, Ini Penjelasan Ahli

Sabtu, 27 Juni 2026 - 20:29 WIB

Anak Kejang? Hindari Memasukkan Sendok ke Mulut, Begini Pertolongan Pertama yang Tepat

Berita Terbaru