Menkeu Purbaya Siapkan Tambahan Dana untuk 490 Daerah, Antisipasi Pemda Kesulitan Bayar Gaji ASN

Avatar photo

- Jurnalis

Kamis, 30 Juli 2026 - 07:31 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menkeu Purbaya memberika paparan saat penyerahan hasil lelang barang rampasan negara senilai Rp1.029.874.376.628 kepada Kementerian Keuangan dalam acara yang digelar di Badan Pemulihan Aset (BPA), Jakarta, Senin (15/6/2026). Foto: Iqbal Firdaus/kumparan

Menkeu Purbaya memberika paparan saat penyerahan hasil lelang barang rampasan negara senilai Rp1.029.874.376.628 kepada Kementerian Keuangan dalam acara yang digelar di Badan Pemulihan Aset (BPA), Jakarta, Senin (15/6/2026). Foto: Iqbal Firdaus/kumparan

JAKARTA , jentik.id– Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan sejumlah pemerintah daerah mengalami tekanan fiskal setelah penyesuaian anggaran transfer ke daerah (TKD). Kondisi tersebut membuat beberapa daerah kesulitan membayar gaji aparatur sipil negara (ASN).

Purbaya menjelaskan pemerintah telah mengantisipasi potensi tersebut sejak awal. Kementerian Keuangan kini memantau kondisi fiskal seluruh pemerintah daerah untuk mengetahui wilayah yang membutuhkan tambahan anggaran.

“Kami memantau setiap daerah di Indonesia. Daerah yang kekurangan anggaran akan kami hitung kebutuhannya,” kata Purbaya di Kantor LPS, Jakarta, Selasa (29/7).

Pemerintah Siapkan Tambahan Anggaran

Purbaya menyebut pemerintah berencana menyalurkan tambahan dana kepada sekitar 490 pemerintah daerah yang mengalami keterbatasan anggaran, terutama untuk memenuhi belanja pegawai dan kebutuhan layanan dasar.

Baca Juga :  Mulai 2027, Gaji PPPK Daerah Tak Lagi Jadi Beban APBD

Namun, pemerintah masih menunggu arahan Presiden Prabowo Subianto sebelum merealisasikan kebijakan tersebut.

“Kurang lebih 490 daerah berpotensi menerima tambahan dana. Pelaksanaannya tetap menunggu petunjuk Presiden,” ujarnya.

Maluku Utara Sesuaikan TPP ASN

Salah satu daerah yang telah mengambil langkah penyesuaian anggaran ialah Pemerintah Provinsi Maluku Utara. Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda mengurangi tambahan penghasilan pegawai (TPP) ASN karena ruang fiskal daerah semakin terbatas.

Sherly menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh ASN atas kebijakan tersebut. Menurutnya, pemerintah daerah harus menyesuaikan belanja karena beban pembayaran gaji dan TPP, termasuk untuk pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK), terus meningkat.

Baca Juga :  ASN Corpu Diluncurkan, Padang Panjang Siapkan ASN Unggul dan Berdaya Saing

Pemprov Maluku Utara kemudian memangkas TPP sebesar 20 persen bagi ASN eselon I hingga IV. Pemerintah juga menurunkan TPP sebesar 10 persen bagi staf PNS dan PPPK.

Sherly menegaskan kebijakan tersebut bukan bentuk pengurangan apresiasi kepada ASN. Pemerintah daerah justru berupaya menjaga kesehatan fiskal agar pelayanan publik tetap berjalan dan program pembangunan tidak terganggu.

Ia berharap seluruh ASN memahami kebijakan tersebut dan terus mendukung upaya pemerintah menjaga stabilitas keuangan daerah. (nr*)

Berita Terkait

Teh Kemasan Berbusa Saat Demo Viral, Polisi Telusuri Pihak yang Membagikan
KPK Ungkap Dugaan Kerugian Negara Triliunan Rupiah dalam Kasus Cukai PT Djarum
Dakwaan Silmy Karim Ungkap Uang Klik, Saham Rp 31 Miliar hingga Biaya Kuliah S3
Amran Bongkar Dugaan Pengoplosan 600 Ton Beras SPHP, Kerugian Capai Rp3,3 Miliar
Amran Bertindak Tegas! 8 Pejabat Bapanas-Bulog Dicopot Buntut Dugaan Penyelewengan Beras SPHP
Kepala BGN Klaim Hemat Anggaran MBG Rp44 Triliun, Tutup 2.000 Dapur Bermasalah
BGN Siapkan Pejabat Daerah Setingkat Kapolres hingga Kapolda, Ini Tugasnya
Mentan Amran Bongkar Dugaan Pengalihan Beras SPHP Jadi Premium di Jakarta Timur
Berita ini 9 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 07:58 WIB

Teh Kemasan Berbusa Saat Demo Viral, Polisi Telusuri Pihak yang Membagikan

Jumat, 30 Oktober 2026 - 14:42 WIB

KPK Ungkap Dugaan Kerugian Negara Triliunan Rupiah dalam Kasus Cukai PT Djarum

Jumat, 30 Oktober 2026 - 11:32 WIB

Dakwaan Silmy Karim Ungkap Uang Klik, Saham Rp 31 Miliar hingga Biaya Kuliah S3

Kamis, 29 Oktober 2026 - 20:13 WIB

Amran Bongkar Dugaan Pengoplosan 600 Ton Beras SPHP, Kerugian Capai Rp3,3 Miliar

Kamis, 29 Oktober 2026 - 16:32 WIB

Amran Bertindak Tegas! 8 Pejabat Bapanas-Bulog Dicopot Buntut Dugaan Penyelewengan Beras SPHP

Berita Terbaru