BPK Siapkan Audit Berbasis AI Mulai 2027, Tingkatkan Kualitas Pemeriksaan Keuangan

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 4 Agustus 2026 - 10:15 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pimpinan I BPK Nyoman Adhi Suryadnyana memberikan keterangan kepada awak media usai penyerahan Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) Tahun Anggaran 2025

Pimpinan I BPK Nyoman Adhi Suryadnyana memberikan keterangan kepada awak media usai penyerahan Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) Tahun Anggaran 2025

JAKARTA, jentik.id – Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) akan mulai menguji sistem audit berbasis kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) pada 2027. Langkah ini bertujuan meningkatkan kualitas proses pemeriksaan sekaligus memperkuat hasil audit.

Anggota I BPK, Nyoman Adhi Suryadnyana, mengatakan lembaganya akan menggunakan sistem Artificial Intelligence Forecast Audit (AIFA) sebagai bagian dari transformasi metode pemeriksaan.

Menurut Nyoman, BPK tidak hanya mengandalkan hasil audit terhadap objek pemeriksaan. Sebelum memulai pemeriksaan, BPK juga akan menghimpun masukan dari DPR, DPD, serta berbagai pemangku kepentingan agar proses audit menjadi lebih komprehensif.

Ia menjelaskan masukan tersebut akan membantu auditor menyusun rekomendasi yang lebih berkualitas. BPK juga akan mengevaluasi kualitas rekomendasi yang dihasilkan sebagai bagian dari upaya meningkatkan kinerja lembaga.

Baca Juga :  Raih WTP ke-14 Berturut-turut, Wako Alfin Serahkan Raperda APBD 2025 ke DPRD

Nyoman menegaskan teknologi kini menjadi bagian penting dalam tata kelola pemerintahan modern. Karena itu, BPK terus menyesuaikan metode pemeriksaan dengan perkembangan teknologi, termasuk pemanfaatan AI.

Menurutnya, pengambilan keputusan yang tepat membutuhkan analisis big data. Untuk mewujudkannya, pemerintah perlu memperkuat kolaborasi dan integrasi data antarkementerian serta lembaga.

Ia menilai hampir seluruh persoalan pemerintahan saat ini melibatkan banyak instansi. Kondisi tersebut membuat pertukaran dan integrasi data menjadi kebutuhan utama dalam proses pengambilan kebijakan.

Meski demikian, Nyoman mengakui penerapan konsep Government 5.0 masih menghadapi sejumlah tantangan. Beberapa di antaranya meliputi kematangan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) yang belum merata, fragmentasi data pemerintah, serta interoperabilitas antarsistem yang masih perlu ditingkatkan.

Baca Juga :  Rp113 Miliar Ludes! Jusuf Hamka Borong 201 Mobil di GIIAS 2026

Selain itu, pemerintah juga perlu memperkuat kesiapan teknologi AI, keamanan siber, perlindungan data, etika penggunaan AI, kapasitas sumber daya manusia, dan kolaborasi lintas lembaga.

Nyoman menegaskan AI hanya berfungsi sebagai alat bantu. Menurutnya, teknologi tidak dapat menggantikan integritas, etika, maupun kepemimpinan dalam proses pemeriksaan dan pengambilan keputusan.

BPK berharap penerapan audit berbasis AI mampu mempercepat proses pemeriksaan, meningkatkan kualitas rekomendasi, serta mendukung tata kelola keuangan negara yang lebih efektif dan berorientasi pada perbaikan di masa depan. (nr*)

Berita Terkait

Kapolri Tetapkan 11 Korporasi sebagai Tersangka Karhutla, Tiga Perusahaan Berstatus PMA
Rieke Dukung Prabowo Berantas Mafia Sawit dan Tindak Pelaku Karhutla
Usulan Luhut soal Definisi Korupsi Ditolak Anggota DPR, Dinilai Berisiko
Karhutla Picu 314 Ribu Kasus ISPA, 70 Ribu Balita Terdampak! Kemenkes Ungkap Data Terbaru
Menkeu Suahasil Tegaskan Gaji PNS Tetap Dibayar Lewat Bank, Bagaimana Usulan Koperasi Merah Putih?
Diiming-imingi Kerja di Luar Negeri, WNI Terancam Jadi Tentara Bayaran, Imigrasi Bertindak
Survei CELIOS Tempatkan Bahlil di Posisi Bawah, Golkar Buka Data Kinerja ESDM
Program MBG Mulai Sasar Pesantren di Pulau Jawa pada Akhir Oktober 2026
Berita ini 21 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 10:40 WIB

Rieke Dukung Prabowo Berantas Mafia Sawit dan Tindak Pelaku Karhutla

Kamis, 22 Oktober 2026 - 07:29 WIB

Usulan Luhut soal Definisi Korupsi Ditolak Anggota DPR, Dinilai Berisiko

Rabu, 21 Oktober 2026 - 19:01 WIB

Karhutla Picu 314 Ribu Kasus ISPA, 70 Ribu Balita Terdampak! Kemenkes Ungkap Data Terbaru

Rabu, 21 Oktober 2026 - 15:54 WIB

Menkeu Suahasil Tegaskan Gaji PNS Tetap Dibayar Lewat Bank, Bagaimana Usulan Koperasi Merah Putih?

Rabu, 21 Oktober 2026 - 11:47 WIB

Diiming-imingi Kerja di Luar Negeri, WNI Terancam Jadi Tentara Bayaran, Imigrasi Bertindak

Berita Terbaru