Kasus Febrie Adriansyah Memanas! Sidang Praperadilan Perdana Digelar 18 Agustus

Avatar photo

- Jurnalis

Jumat, 7 Agustus 2026 - 11:53 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Febrie Adriansyah

Febrie Adriansyah

JAKARTA, jentik.id – Mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus), Febrie Adriansyah, mengajukan dua permohonan praperadilan ke Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. Ia menempuh langkah tersebut untuk menguji keabsahan proses penyidikan setelah penyidik menetapkannya sebagai tersangka dalam dugaan korupsi dan tindak pidana pencucian uang (TPPU).

Melalui tim kuasa hukumnya, Febrie meminta majelis hakim memeriksa seluruh tindakan penyidik agar sesuai dengan ketentuan hukum acara pidana.

Pengadilan Negeri Jakarta Selatan mencatat dua permohonan itu dengan nomor perkara 134/Pid.Pra/2026/PN.JKT.SEL dan 135/Pid.Pra/2026/PN.JKT.SEL.

Pengadilan akan menggelar sidang perdana pada 18 dan 19 Agustus 2026. Hakim tunggal Richard Edwin Basoeki memimpin jalannya persidangan.

Baca Juga :  Destry Damayanti Jadi Pjs Gubernur BI Usai Perry Warjiyo Mundur, Ini Rekam Jejaknya

Tim kuasa hukum Febrie mengajukan sedikitnya sembilan poin keberatan. Tim menyoroti penetapan tersangka, penggeledahan, penyitaan, penahanan, hingga dugaan belum jelasnya tindak pidana asal yang menjadi dasar perkara TPPU.

Melalui praperadilan, tim kuasa hukum meminta hakim menguji seluruh tindakan penyidik.

Di sisi lain, Kejaksaan Agung menegaskan bahwa setiap tersangka memiliki hak mengajukan praperadilan sesuai Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP).

Kejaksaan Agung juga menyatakan siap menghadapi persidangan. Institusi tersebut akan membuktikan seluruh materi perkara sesuai mekanisme hukum.

Baca Juga :  Jadwal CPNS 2026 Belum Keluar, Ternyata Pemerintah Masih Hitung Kebutuhan Formasi ASN

Sementara itu, Kortastipidkor Polri memastikan akan mengikuti seluruh tahapan sidang. Polri juga menghormati proses hukum di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.

Perkara ini menarik perhatian publik karena melibatkan mantan pejabat tinggi penegak hukum. Putusan praperadilan akan menentukan sah atau tidaknya prosedur penyidikan, penetapan tersangka, dan tindakan hukum lain yang diambil penyidik.

Publik kini menunggu sidang yang berlangsung pada pertengahan Agustus 2026. Hasil praperadilan itu diperkirakan menjadi salah satu agenda hukum nasional yang paling banyak mendapat perhatian. (nr*)

Berita Terkait

KPK Ungkap Dugaan Kerugian Negara Triliunan Rupiah dalam Kasus Cukai PT Djarum
Dakwaan Silmy Karim Ungkap Uang Klik, Saham Rp 31 Miliar hingga Biaya Kuliah S3
Amran Bongkar Dugaan Pengoplosan 600 Ton Beras SPHP, Kerugian Capai Rp3,3 Miliar
Amran Bertindak Tegas! 8 Pejabat Bapanas-Bulog Dicopot Buntut Dugaan Penyelewengan Beras SPHP
Kepala BGN Klaim Hemat Anggaran MBG Rp44 Triliun, Tutup 2.000 Dapur Bermasalah
BGN Siapkan Pejabat Daerah Setingkat Kapolres hingga Kapolda, Ini Tugasnya
Mentan Amran Bongkar Dugaan Pengalihan Beras SPHP Jadi Premium di Jakarta Timur
OJK Ingatkan Modus Penipuan Kerja Online hingga Love Scam, Masyarakat Diminta Waspada
Berita ini 10 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 30 Oktober 2026 - 14:42 WIB

KPK Ungkap Dugaan Kerugian Negara Triliunan Rupiah dalam Kasus Cukai PT Djarum

Jumat, 30 Oktober 2026 - 11:32 WIB

Dakwaan Silmy Karim Ungkap Uang Klik, Saham Rp 31 Miliar hingga Biaya Kuliah S3

Kamis, 29 Oktober 2026 - 20:13 WIB

Amran Bongkar Dugaan Pengoplosan 600 Ton Beras SPHP, Kerugian Capai Rp3,3 Miliar

Kamis, 29 Oktober 2026 - 16:32 WIB

Amran Bertindak Tegas! 8 Pejabat Bapanas-Bulog Dicopot Buntut Dugaan Penyelewengan Beras SPHP

Kamis, 29 Oktober 2026 - 15:00 WIB

Kepala BGN Klaim Hemat Anggaran MBG Rp44 Triliun, Tutup 2.000 Dapur Bermasalah

Berita Terbaru