Teheran,Jentik.id — Iran menegaskan tidak akan melepaskan kendalinya atas Selat Hormuz dalam kondisi apa pun. Pernyataan tersebut disampaikan ulama senior Iran sekaligus Ketua Dewan Kebijakan dan Penyelesaian Perselisihan Tertinggi Iran, Ayatollah Sadegh Amoli Larijani.
Amoli Larijani menegaskan bahwa kedaulatan atas Selat Hormuz merupakan hak Republik Islam Iran.
Menurutnya, Iran tidak akan mengembalikan kondisi pengelolaan jalur perairan strategis tersebut seperti sebelumnya.
“Kita tidak akan menyerah dalam keadaan apa pun, dan Selat Hormuz tidak akan kembali ke kondisi sebelumnya,” ujar Amoli Larijani, seperti dilaporkan media Iran, Press TV, Senin (10/8/2026).
Ketegangan terkait Selat Hormuz meningkat setelah otoritas Iran mulai membatasi transit kapal melalui jalur perairan tersebut pada awal Maret 2026.
Kebijakan itu diberlakukan beberapa hari setelah Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran.
Iran dan Amerika Serikat kemudian menandatangani nota kesepahaman (MoU) pada Juni 2026. Kesepakatan tersebut disebut memberikan ruang bagi Iran untuk mengelola Selat Hormuz sekaligus membuka jalan bagi pemulihan aktivitas transit secara bertahap menuju kondisi normal, dengan imbalan pencabutan sanksi serta blokade Amerika Serikat terhadap Iran.
Namun, Iran kembali memberlakukan pembatasan terhadap transit di Selat Hormuz setelah menilai Amerika Serikat melanggar ketentuan dalam MoU.
Iran menuduh Washington berupaya melemahkan kewenangan Teheran dalam mengelola jalur pelayaran strategis di kawasan Teluk Persia tersebut.
Selat Hormuz merupakan salah satu jalur perdagangan energi paling penting di dunia. Jalur ini menjadi lintasan utama pengiriman minyak dan energi dari kawasan Teluk ke pasar global.
Amoli Larijani menegaskan, pemulihan lalu lintas pelayaran di Selat Hormuz hanya dapat dilakukan apabila Amerika Serikat dan negara-negara sekutunya menerima kewenangan Iran dalam mengelola jalur perairan tersebut.
“Jika mereka menginginkan jalur bebas, mereka harus mematuhi ketentuan MoU,” tegasnya.
Ia juga menuding Amerika Serikat berupaya menekan Iran melalui blokade angkatan laut serta pembatasan akses Iran terhadap perdagangan internasional.
Pernyataan tersebut menegaskan sikap keras Teheran dalam mempertahankan kendali atas Selat Hormuz, yang memiliki posisi strategis bagi keamanan dan distribusi energi dunia.(asy*)









