Banjir Bandang Nepal dan Tibet Tewaskan 1.130 Orang, Hampir 4.500 Masih Hilang

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 2 September 2026 - 15:01 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kondisi pasca banjir bandang  dinepal

Kondisi pasca banjir bandang dinepal

Nepal, jentik.id – Bencana banjir bandang dan longsor dahsyat yang melanda kawasan perbatasan Nepal dan Tibet, China, menimbulkan korban jiwa dalam jumlah besar. Hingga Rabu (2/9/2026), sedikitnya 1.130 orang dilaporkan meninggal dunia, sementara hampir 4.500 orang lainnya masih dinyatakan hilang.

Bencana yang terjadi sejak 26 Agustus 2026 tersebut menghancurkan sejumlah infrastruktur penting, termasuk jalan, jembatan, bangunan serta fasilitas pembangkit listrik tenaga air. Banjir bandang juga membawa material lumpur, batu dan es yang menerjang kawasan permukiman serta wilayah di sepanjang aliran sungai.

Otoritas Nasional Pengurangan dan Manajemen Risiko Bencana Nepal (NDRRMA) melaporkan sebanyak 1.114 jenazah telah ditemukan di Nepal. Selain itu, 3.916 orang masih dinyatakan hilang dan 292 orang mengalami luka-luka.

Baca Juga :  Iran vs AS Kian Panas, USS Abraham Lincoln Diklaim Diserang

Sementara itu, otoritas China melaporkan sedikitnya 16 orang meninggal dunia dan ratusan lainnya masih belum ditemukan di wilayah Tibet. Dengan demikian, jumlah korban meninggal di kedua wilayah mencapai sekitar 1.130 orang.

Tim SAR gabungan hingga kini masih melakukan pencarian terhadap para korban yang hilang. Operasi penyelamatan melibatkan personel militer, kepolisian, relawan serta tim bantuan dari sejumlah negara.
Menurut laporan terbaru, sekitar 12.000 orang telah berhasil dievakuasi atau diselamatkan dari kawasan terdampak.

Lebih dari 21.000 personel keamanan Nepal, termasuk tentara dan polisi, dikerahkan untuk membantu proses pencarian, penyelamatan dan penanganan darurat.

Baca Juga :  Atlet Sepatu Roda Jambi Borong Gelar Juara di Ajang Internasional PEKOPI 2026

Upaya pencarian menghadapi berbagai kendala karena kerusakan infrastruktur dan kondisi medan yang sulit.

“Sejumlah pekerja proyek pembangkit listrik tenaga air juga dilaporkan masih terjebak di dalam terowongan, sehingga tim penyelamat terus berupaya mencapai lokasi tersebut.

Bencana ini disebut sebagai salah satu tragedi alam terparah yang melanda kawasan Himalaya dalam beberapa tahun terakhir.

Selain menyebabkan ribuan korban jiwa dan orang hilang, banjir bandang juga meninggalkan kerusakan besar terhadap permukiman dan infrastruktur masyarakat.

Operasi pencarian dan evakuasi masih terus dilakukan. Namun, setelah lebih dari sepekan sejak bencana terjadi, harapan untuk menemukan korban dalam kondisi selamat semakin menipis.(asy*)

 

Berita Terkait

Kabut Asap Makin Meluas, NASA Ungkap Citra Karhutla Indonesia-Malaysia
Banjir Bandang Nepal-China Tewaskan Ratusan Orang, Lebih dari 1.400 Hilang
Keributan Final Piala Dunia Berujung Sanksi! Argentina Dijatuhi Skorsing 21 Laga
Waspada! Apple Deteksi Ancaman Spyware, Pengguna di 110 Negara Dapat Peringatan
Lama Menghilang, Mojtaba Khamenei Segera Muncul di Publik Iran
Iran Tetapkan Syarat untuk Buka Selat Hormuz, Minta Ganti Rugi Perang dari AS
Indonesia Serukan Aksi Nyata! Ajukan 5 Langkah Lindungi Al Aqsa dan Dukung Palestina
Gempa Magnitudo 7,1 Guncang Jepang, Puluhan Orang Terluka dan WNI Diminta Waspada
Berita ini 9 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 4 September 2026 - 17:45 WIB

Kabut Asap Makin Meluas, NASA Ungkap Citra Karhutla Indonesia-Malaysia

Rabu, 2 September 2026 - 15:01 WIB

Banjir Bandang Nepal dan Tibet Tewaskan 1.130 Orang, Hampir 4.500 Masih Hilang

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 07:33 WIB

Banjir Bandang Nepal-China Tewaskan Ratusan Orang, Lebih dari 1.400 Hilang

Minggu, 23 Agustus 2026 - 10:31 WIB

Keributan Final Piala Dunia Berujung Sanksi! Argentina Dijatuhi Skorsing 21 Laga

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 13:50 WIB

Waspada! Apple Deteksi Ancaman Spyware, Pengguna di 110 Negara Dapat Peringatan

Berita Terbaru

Wakil Kepala Staf TNI AU Marsekal Madya TNI Tedi Rizalihadi. Lahirlah atlet tembak nasional

Sport

TNI AU Gelar Kompotisi Tembak Di Ikuti 800 Peserta 

Sabtu, 12 Sep 2026 - 19:36 WIB