SUNGAI PENUH, jentik.id – Ketua TP-PKK Kota Sungai Penuh, Sri Kartini Alfin, turun langsung menilai Lomba Ketapang Mas HATINYA PKK dan 10 Program Pokok PKK Tingkat Kota Sungai Penuh 2026.
Sri Kartini bersama tim penilai mengunjungi sejumlah desa untuk melihat penerapan program PKK dan pemanfaatan pekarangan rumah oleh masyarakat.
Tim penilai mengunjungi empat kecamatan, yaitu Tanah Kampung, Pondok Tinggi, Pesisir Bukit, dan Kumun Debai.
Lima desa ikut dalam penilaian tersebut. Desa itu meliputi Tanjung Bunga, Sungai Jernih, Koto Renah, Koto Dua, dan Sandaran Galeh.
Dalam kunjungan tersebut, tim menilai berbagai inovasi yang dikembangkan kader PKK. Mereka melihat pemanfaatan pekarangan, pengelolaan lingkungan, ketahanan pangan keluarga, serta penerapan 10 Program Pokok PKK.
Sri Kartini menjelaskan bahwa lomba tersebut tidak hanya bertujuan mencari desa terbaik. Tim PKK juga menggunakan penilaian sebagai bahan evaluasi untuk melihat perkembangan program di tengah masyarakat.
Menurut Sri Kartini, pemerintah desa, kader PKK, dan masyarakat harus bekerja sama agar program berjalan secara konsisten.
“Penilaian ini menjadi momentum untuk meningkatkan pelaksanaan 10 Program Pokok PKK sekaligus memperkuat ketahanan pangan keluarga melalui pemanfaatan pekarangan,” ujar Sri Kartini.
Ia mengapresiasi kreativitas dan semangat gotong royong yang ditunjukkan peserta. Sri Kartini juga mendorong setiap desa untuk terus mengembangkan inovasi dan membagikan praktik baik kepada wilayah lain.
Selain meninjau pelaksanaan program, tim turut memeriksa administrasi PKK. Tim akan menggunakan hasil penilaian tersebut sebagai bahan evaluasi untuk menghadapi Lomba 10 Program Pokok PKK Tingkat Provinsi Jambi.
Sri Kartini berharap kegiatan ini mendorong masyarakat untuk semakin aktif memanfaatkan pekarangan. Pemanfaatan tersebut dapat mendukung kebutuhan pangan keluarga sekaligus menciptakan lingkungan yang sehat dan produktif.
Melalui lomba ini, TP-PKK Kota Sungai Penuh juga ingin memperkuat semangat gotong royong dan pemberdayaan keluarga. Program tersebut diharapkan mampu mendorong keluarga menjadi lebih mandiri dalam mengelola lingkungan dan memenuhi kebutuhan sehari-hari. (nr*)









