Temuan Bakteri di Dapur SPPG Sengeti, Pemkab Muaro Jambi Langsung Bergerak

Avatar photo

- Jurnalis

Jumat, 20 Februari 2026 - 18:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sekretaris Daerah Kabupaten Muaro Jambi, Budhi Hartono.

Sekretaris Daerah Kabupaten Muaro Jambi, Budhi Hartono.

MUARO JAMBI, jentik.com – Hasil uji laboratorium menemukan bakteri berbahaya pada makanan dari Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Sengeti, Kecamatan Sekernan, Jumat (30/1/2026). Dua jenis bakteri terdeteksi, yakni Staphylococcus aureus dan Escherichia coli (E. coli), yang bisa memicu gangguan pencernaan hingga keracunan.

Sekretaris Daerah Muaro Jambi, Budhi Hartono, memastikan Pemkab sudah menerima hasil laboratorium. Pemerintah daerah memakai dokumen ini untuk mengevaluasi pengelolaan dapur dan distribusi makanan.

“Hasil laboratorium sudah kami terima dan menjadi pijakan untuk pembenahan total. Kami tidak ingin kejadian serupa terulang,” tegas Budhi.

Dinas Kesehatan menyebut Staphylococcus aureus muncul akibat pengolahan tidak higienis, sementara E. coli kemungkinan berasal dari air yang dipakai saat memasak atau mencuci bahan pangan.

Baca Juga :  Konflik Iran–AS–Israel Memanas, Kepulangan 2.500 Jemaah Umrah Sumbar Terancam Tertunda

Kontaminasi paling tinggi terlihat pada ayam suir dan tahu yang disajikan hari itu.

Evaluasi internal menemukan beberapa tahap produksi tidak sepenuhnya mengikuti SOP. Waktu antara masak dan distribusi terlalu panjang, sehingga bakteri bisa berkembang jika suhu penyimpanan tidak terkontrol.

Untuk itu, Pemkab memperketat pengawasan harian. Petugas dapur diminta memastikan setiap tahap produksi mengikuti standar keamanan pangan. Budhi menekankan kedisiplinan petugas menjadi kunci agar pengawasan efektif.

Baca Juga :  Harga Daging Naik Tajam, Kini Sentuh Rp160 Ribu per Kg

Walau pelanggaran serius, Pemkab tidak memiliki kewenangan menghentikan atau mengganti yayasan pengelola dapur. Keputusan itu berada di tangan Badan Gizi Nasional (BGN) Pusat.

Pemkab fokus pada langkah korektif dan penguatan kontrol internal, karena dapur SPPG berperan strategis dalam pemenuhan gizi masyarakat.

Kasus ini menjadi pengingat, keamanan pangan menyangkut keselamatan publik. Tanpa pengawasan ketat dan disiplin kebersihan, risiko kontaminasi bisa muncul kapan saja. Pemkab mendorong penguatan manajemen mutu, pelatihan rutin penjamah makanan, serta pengujian berkala kualitas air dan bahan baku agar dapur pelayanan publik memenuhi standar kesehatan. (nr*)

Berita Terkait

Bayi G Kembali ke Pelukan Ibu, Polisi Dalami Dugaan Penjualan Anak Rp20 Juta
TNI Percepat Pembangunan 35.334 Koperasi Desa Merah Putih, Target Rampung Agustus 2026
Polda Jambi Periksa 13 Saksi untuk Ungkap Kematian Brigadir Eko Winarno Saputra
Wako Alfin Perjuangkan Kepastian Batas Kawasan Hutan, Bukit Khayangan Jadi Prioritas
Kesal Hanya Diberi Rp5 Ribu, Karyawan di Jambi Nekat Bawa Kabur Motor Bos
Nagari Ramai-ramai Tolak Tol Sicincin-Bukittinggi
Lansia di Talang Bakung Dibekap dan Dirampok, Polisi Berhasil Ringkus Sejoli Pelaku
Fortuner Diduga Hilang Kendali, IRT Tewas Usai Motor yang Dikendarainya Ditabrak di Telanaipura
Berita ini 9 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 29 Juli 2026 - 21:47 WIB

Bayi G Kembali ke Pelukan Ibu, Polisi Dalami Dugaan Penjualan Anak Rp20 Juta

Rabu, 29 Juli 2026 - 10:59 WIB

TNI Percepat Pembangunan 35.334 Koperasi Desa Merah Putih, Target Rampung Agustus 2026

Jumat, 24 Juli 2026 - 20:29 WIB

Polda Jambi Periksa 13 Saksi untuk Ungkap Kematian Brigadir Eko Winarno Saputra

Kamis, 23 Juli 2026 - 09:02 WIB

Wako Alfin Perjuangkan Kepastian Batas Kawasan Hutan, Bukit Khayangan Jadi Prioritas

Rabu, 22 Juli 2026 - 20:21 WIB

Kesal Hanya Diberi Rp5 Ribu, Karyawan di Jambi Nekat Bawa Kabur Motor Bos

Berita Terbaru