Ali Khamenei Wafat Iran Bersumpah Membalas

Avatar photo

- Jurnalis

Minggu, 1 Maret 2026 - 13:37 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei

Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei

Jentik.id–Dalam siarannya, IRINN menayangkan foto Khamenei dengan latar lantunan ayat suci Al-Qur’an serta pita hitam tanda duka. Pemerintah Iran juga mengumumkan 40 hari masa berkabung nasional dan menetapkan tujuh hari sebagai hari libur resmi negara.

Pemimpin Tertinggi Republik Islam Iran, Ali Khamenei, dilaporkan wafat dalam serangan militer gabungan Israel dan Amerika Serikat yang terjadi pada Sabtu (28/2/2026). Informasi tersebut pertama kali disiarkan oleh televisi pemerintah Iran, Islamic Republic of Iran News Network (IRINN), dan kemudian dikutip sejumlah media internasional pada Minggu (29/2/2026).

Iran Bersumpah Membalas

Pemerintah Republik Islam Iran menegaskan bahwa wafatnya pemimpin tertinggi tidak akan menghentikan perjuangan negara tersebut. Militer Iran menyatakan siap melakukan pembalasan atas serangan yang menewaskan Khamenei. Pernyataan resmi menyebutkan bahwa peristiwa ini akan menjadi titik awal perlawanan besar terhadap pihak yang mereka sebut sebagai “penindas”.

Selain Khamenei, beberapa anggota keluarganya juga dilaporkan menjadi korban dalam serangan rudal tersebut, termasuk menantu, anak, dan cucunya. Hingga kini, belum ada konfirmasi independen terkait jumlah pasti korban maupun detail teknis operasi militer yang dilakukan.

Baca Juga :  Kesepakatan AS–Iran Hampir Rampung, Selat Hormuz Siap Dibuka Lagi

Sosok Sentral Republik Islam

Ali Khamenei dikenal sebagai figur sentral dalam struktur kekuasaan Iran. Berdasarkan Pasal 107 dan 110 Konstitusi Republik Islam Iran, Pemimpin Tertinggi merupakan otoritas tertinggi negara sekaligus Panglima Angkatan Bersenjata.

Khamenei lahir pada 1939 dan merupakan ulama Syiah bergelar Ayatollah. Ia disebut sebagai keturunan ke-38 Nabi Muhammad SAW melalui jalur Husaini. Dalam perjalanan politiknya, Khamenei terlibat aktif dalam Revolusi Iran yang menggulingkan pemerintahan Mohammad Reza Pahlavi pada 1979.

Pasca revolusi, ia menduduki berbagai jabatan strategis, mulai dari anggota Dewan Revolusi, Imam Salat Jumat Teheran, hingga Presiden Iran selama dua periode (1981–1989). Setelah wafatnya Ruhollah Khomeini pada 1989, Majelis Ahli memilih Khamenei sebagai Pemimpin Tertinggi kedua Iran. Ia resmi menjabat sejak 4 Juni 1989 dan menjadi pemimpin dengan masa kekuasaan terpanjang dalam sejarah modern Iran.

Baca Juga :  Serangan Israel di Gaza Tewaskan Pemimpin Militer Hamas Izz al-Din al-Haddad

Ketidakpastian Suksesi dan Stabilitas Iran

Hingga saat ini, belum ada pengumuman resmi mengenai siapa yang akan menggantikan Khamenei. Sebelum konflik pecah, ia sempat menyatakan telah menyiapkan mekanisme suksesi, namun detailnya tidak pernah dipublikasikan secara terbuka.

Kematian Khamenei memicu spekulasi tentang stabilitas politik Iran ke depan. Dalam beberapa tahun terakhir, Iran menghadapi gelombang demonstrasi dari kelompok reformis dan liberal yang memprotes kondisi ekonomi serta pembatasan sosial-politik. Sanksi internasional dan pembatasan ekspor minyak oleh negara-negara Barat turut memperburuk situasi ekonomi domestik.

Di sisi lain, pemerintah Iran menuding adanya campur tangan Amerika Serikat dan Israel dalam berbagai kerusuhan internal yang terjadi belakangan ini.

Perkembangan situasi di Iran masih terus dipantau, mengingat posisi strategis negara tersebut dalam geopolitik Timur Tengah serta dampaknya terhadap stabilitas kawasan dan hubungan internasional global. (ms/*)

Berita Terkait

Kabut Asap Makin Meluas, NASA Ungkap Citra Karhutla Indonesia-Malaysia
Banjir Bandang Nepal dan Tibet Tewaskan 1.130 Orang, Hampir 4.500 Masih Hilang
Banjir Bandang Nepal-China Tewaskan Ratusan Orang, Lebih dari 1.400 Hilang
Keributan Final Piala Dunia Berujung Sanksi! Argentina Dijatuhi Skorsing 21 Laga
Waspada! Apple Deteksi Ancaman Spyware, Pengguna di 110 Negara Dapat Peringatan
Lama Menghilang, Mojtaba Khamenei Segera Muncul di Publik Iran
Iran Tetapkan Syarat untuk Buka Selat Hormuz, Minta Ganti Rugi Perang dari AS
Indonesia Serukan Aksi Nyata! Ajukan 5 Langkah Lindungi Al Aqsa dan Dukung Palestina
Berita ini 17 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 4 September 2026 - 17:45 WIB

Kabut Asap Makin Meluas, NASA Ungkap Citra Karhutla Indonesia-Malaysia

Rabu, 2 September 2026 - 15:01 WIB

Banjir Bandang Nepal dan Tibet Tewaskan 1.130 Orang, Hampir 4.500 Masih Hilang

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 07:33 WIB

Banjir Bandang Nepal-China Tewaskan Ratusan Orang, Lebih dari 1.400 Hilang

Minggu, 23 Agustus 2026 - 10:31 WIB

Keributan Final Piala Dunia Berujung Sanksi! Argentina Dijatuhi Skorsing 21 Laga

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 13:50 WIB

Waspada! Apple Deteksi Ancaman Spyware, Pengguna di 110 Negara Dapat Peringatan

Berita Terbaru

Penyambutan tradisi pedang pora kapolre Kerinci AKBP Hernawan Rizky Yudhantoro, S.H., S.I.K., M.I.K.

Kerinci

AKBP Hernawan Rizky Yudhantoro Resmi Komando Polres Kerinci

Senin, 14 Sep 2026 - 08:40 WIB