Kasus Peretasan Bank Jambi, Polisi Temukan Rp19 Miliar Mengalir ke Kripto

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 11 Maret 2026 - 15:20 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gubernur Jambi, Al Haris.

Gubernur Jambi, Al Haris.

Jambi, jentik.id– Peretasan sistem Bank Jambi menimbulkan kerugian besar bagi nasabah. Dari total dana hilang sekitar Rp143 miliar, aparat menemukan aliran dana sebesar Rp19 miliar masuk ke mata uang kripto.

Gubernur Jambi Al Haris menyatakan tim penanganan telah melacak sebagian dana nasabah. Selain mengalir ke kripto, penyidik juga menemukan dana masuk ke beberapa rekening bank lain.

“Sekitar Rp19 miliar terlacak di kripto. Sebagian lainnya mengalir ke Bank Permata dan Bank Sampoerna,” ujar Al Haris, Senin (9/3/2026).

Pemerintah Provinsi Jambi langsung berkoordinasi dengan Bank Indonesia dan Otoritas Jasa Keuangan. Pemerintah berharap proses penelusuran berjalan cepat sehingga dana nasabah dapat segera dikembalikan.

Baca Juga :  Satu Tahun Hendri - Allex Memimpin Kota Padang Panjang Fokus Percepatan Pelayanan dan Ekonomi

Di sisi lain, Polda Jambi terus mendalami kasus tersebut. Peretasan itu menguras saldo lebih dari 6.000 rekening nasabah dengan kerugian sementara mencapai Rp143 miliar.

Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Jambi, Taufik Nurmandia, mengatakan penyidik telah menjalin koordinasi dengan Bareskrim Polri untuk mempercepat pengungkapan kasus.

“Kami terus berkomunikasi dengan Bareskrim Polri,” katanya.

Gangguan sistem Bank Jambi berlangsung hampir dua pekan. Hingga Selasa (10/3/2026), layanan ATM dan mobile banking belum pulih sepenuhnya. Kondisi ini memaksa nasabah mengantre di teller untuk melakukan transaksi.

Baca Juga :  Layanan Bank Jambi Hampir Pulih, ATM dan M-Banking Segera Kembali Normal

Sebagian besar nasabah terdampak merupakan aparatur sipil negara (ASN) di 11 kabupaten dan kota di Jambi. Keluhan juga ramai muncul di media sosial terkait lambatnya pemulihan layanan.

Bank Jambi mengoperasikan sekitar 55 kantor layanan. Namun di beberapa daerah, jumlah kantor cabang hanya sekitar empat hingga enam unit.

Polda Jambi telah memeriksa sedikitnya 15 saksi dan kini menunggu hasil analisis digital forensik untuk menelusuri penyebab peretasan serta aliran dana.

Peretasan sistem Bank Jambi terjadi pada Minggu (22/2/2026). Hingga kini, aparat masih memburu pelaku dan menelusuri dana yang hilang. (nr*)

Berita Terkait

Banjir Bandang Terjang Solok, Akses Jalan Mulai Dibuka Bertahap
Dua Warga Hilang Usai Banjir Bandang, SAR Sisir Wilayah Solok
Banjir Bandang Solok Makan Korban, Satu Orang Ditemukan Meninggal
Solok Diterjang Banjir Bandang, Kantor Pemerintah dan Rumah Warga Terdampak
Kopi Kerinci Menuju Panggung Dunia, Wako Alfin Dorong Pasar Internasional
Festival Kopi Kerinci 2026 Berakhir, Monadi Tekankan Masa Depan Kopi Lokal
Retribusi Parkir Sungai Penuh Ditargetkan Rp500 Juta, Turun Dari Target Rp1,2 Miliar
35 Tahun Beroperasi, Tiga Traffic Light di Sungai Penuh Segera Diganti
Berita ini 7 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 23 September 2026 - 09:49 WIB

Banjir Bandang Terjang Solok, Akses Jalan Mulai Dibuka Bertahap

Selasa, 22 September 2026 - 18:33 WIB

Dua Warga Hilang Usai Banjir Bandang, SAR Sisir Wilayah Solok

Selasa, 22 September 2026 - 16:51 WIB

Banjir Bandang Solok Makan Korban, Satu Orang Ditemukan Meninggal

Selasa, 22 September 2026 - 15:49 WIB

Solok Diterjang Banjir Bandang, Kantor Pemerintah dan Rumah Warga Terdampak

Senin, 21 September 2026 - 22:10 WIB

Kopi Kerinci Menuju Panggung Dunia, Wako Alfin Dorong Pasar Internasional

Berita Terbaru

Bupati Bolaang Mongondow Utara, Sirajudin Lasena dikawal menuju mobil tahanan usai menjalani pemeriksaan di Gedung Merah Putih KPK

Hukum

Fakta OTT KPK Bupati Bolmut Sirajudin Lasena

Rabu, 23 Sep 2026 - 15:57 WIB

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia memberi keterangan setelah menghadiri acara Electricity Connect 2026 yang digelar di Tangerang, Banten, Selasa (22/9/2026). (ANTARA/Putu Indah Savitri)

Nasional

PLTS 100 GWp Disiapkan, Pemerintah Kebut Revisi RUPTL PLN

Rabu, 23 Sep 2026 - 10:53 WIB