Iran Buka Jalur Selat Hormuz untuk Malaysia, Anwar Ibrahim Ucap Terima Kasih

Avatar photo

- Jurnalis

Jumat, 27 Maret 2026 - 13:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim mengumumkan perombakan kabinet di Malaysia, Selasa (16/12/2025). Foto: Kantor Perdana Menteri Malaysia/HO/Antara

Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim mengumumkan perombakan kabinet di Malaysia, Selasa (16/12/2025). Foto: Kantor Perdana Menteri Malaysia/HO/Antara

Malaysia, jentik.id-Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim menyatakan Iran memberi izin kapal-kapal Malaysia melintasi Selat Hormuz. Ia memperoleh izin itu setelah berkomunikasi dengan pemimpin Iran, Mesir, Turki, dan sejumlah negara kawasan pada Kamis, 26 Maret.

Dalam pidato di televisi, Anwar menyampaikan terima kasih kepada Presiden Iran atas kebijakan tersebut. Ia menegaskan pemerintah tetap menjaga stabilitas harga bahan bakar bersubsidi di tengah tekanan pasar energi global.

Pemerintah Malaysia berencana mengurangi kuota BBM subsidi seiring kenaikan harga minyak akibat konflik di kawasan Iran. Mulai 1 April 2026, pemerintah menetapkan kuota baru 200 liter per bulan dari sebelumnya 300 liter.

Baca Juga :  Trump Terang-terangan Incar Minyak Iran, Ketegangan Global Kian Memanas

Pemerintah akan mengenakan harga pasar jika konsumsi masyarakat melebihi batas tersebut. Harga RON95 di luar skema subsidi naik sekitar 45 persen sejak 11 Maret 2026.

Anwar sebelumnya berjanji mempertahankan harga RON95 di angka 1,99 ringgit per liter, meski harga bahan bakar lain di Semenanjung Malaysia terus meningkat sejak akhir Februari.

Pemerintah membatasi kuota BBM subsidi untuk menekan volatilitas ekonomi akibat inflasi dan lonjakan anggaran subsidi. Beban subsidi bensin dan solar per bulan naik hingga 3,2 miliar ringgit dari sebelumnya sekitar 700 juta ringgit.

Baca Juga :  Bus Jemaah WNI Terbakar di Perjalanan ke Madinah, Diduga Berawal dari Ban Pecah

Pemerintah juga memperkuat pengawasan distribusi agar pasokan bahan bakar tetap stabil. Malaysia memperkirakan cadangan minyak masih aman hingga Mei 2026.

Wakil Perdana Menteri Fadillah Yusof menyatakan perusahaan energi nasional Petroliam Nasional Berhad (Petronas) telah menyiapkan rencana darurat. Pemerintah menargetkan stabilitas pasokan energi jika konflik mengganggu jalur distribusi.

Malaysia mempertimbangkan pasokan dari Australia dan negara Asia-Pasifik lain sebagai alternatif. Petronas meninjau berbagai opsi agar distribusi minyak dan gas tetap berjalan di tengah situasi geopolitik yang belum stabil. (nr*)

Berita Terkait

Ketua Umum PWI Pusat Ahmad Munir Kecam Penahanan Tiga Wartawan dan Relawan RI Dalam Misi Kemanusiaan Ke Gaza
Serangan Israel di Gaza Tewaskan Pemimpin Militer Hamas Izz al-Din al-Haddad
19 WNI Terseret Kasus di Arab Saudi Saat Haji, Dua Orang Sudah Bebas
Drone Fiber Optik Hizbullah Bikin Israel Ketar-Ketir di Lebanon Selatan
Terlibat Haji Ilegal, 4 WNI Diciduk Polisi Makkah di Lokasi Berbeda
Wabah di Laut Lepas! 3 Penumpang Kapal Pesiar Tewas Diduga Virus Hanta
Operasi Militer Memanas, AS Hantam Kapal Iran dan Gagalkan Serangan Udara
Macron Angkat Suara: Tanpa Kerja Sama AS–Iran, Selat Hormuz Tak Akan Terbuka
Berita ini 6 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 19 Mei 2026 - 13:17 WIB

Ketua Umum PWI Pusat Ahmad Munir Kecam Penahanan Tiga Wartawan dan Relawan RI Dalam Misi Kemanusiaan Ke Gaza

Minggu, 17 Mei 2026 - 13:03 WIB

Serangan Israel di Gaza Tewaskan Pemimpin Militer Hamas Izz al-Din al-Haddad

Sabtu, 16 Mei 2026 - 08:10 WIB

19 WNI Terseret Kasus di Arab Saudi Saat Haji, Dua Orang Sudah Bebas

Selasa, 12 Mei 2026 - 08:33 WIB

Drone Fiber Optik Hizbullah Bikin Israel Ketar-Ketir di Lebanon Selatan

Selasa, 12 Mei 2026 - 07:20 WIB

Terlibat Haji Ilegal, 4 WNI Diciduk Polisi Makkah di Lokasi Berbeda

Berita Terbaru

Wakil Wali Kota Azhar Hamzah meninjau progres pembangunan Pasar Sungai Penuh yang telah mencapai 45 persen

Sungai Penuh

Wawako Azhar Pantau Progres Pasar Sungai Penuh

Rabu, 20 Mei 2026 - 17:38 WIB