Pariaman, jentik.id-Ajang budaya dan olahraga Pacu Kudo 2026 memberi dampak positif bagi sektor pariwisata dan ekonomi di Padang Pariaman dan Kota Pariaman.
Wakil Wali Kota Pariaman, Mulyadi, menilai event ini mampu menarik ribuan wisatawan dari berbagai daerah. Para pengunjung tidak hanya menyaksikan pacuan kuda, tetapi juga mengunjungi sejumlah destinasi wisata di Kota Pariaman.
“Event seperti pacu kuda menjadi magnet wisatawan. Mereka biasanya juga berwisata di Pariaman,” ujarnya.
Kehadiran wisatawan mendorong peningkatan aktivitas di sektor pariwisata. Pengunjung memanfaatkan waktu untuk makan, beristirahat, hingga berbelanja di berbagai lokasi wisata.
Lokasi pacuan di Gelanggang Pacuan Kuda Duku Banyak juga cukup dekat dari Kota Pariaman, sehingga memudahkan mobilitas wisatawan.
Momentum ini turut menggerakkan pelaku UMKM, mulai dari pedagang kuliner, penjual cenderamata, hingga pelaku ekonomi kreatif.
Mulyadi menekankan pentingnya kerja sama antara pemerintah daerah. Ia menyebut sinergi antara Padang Pariaman dan Kota Pariaman mampu memaksimalkan dampak ekonomi dari event tersebut.
Menurutnya, kegiatan besar di Padang Pariaman juga memberi efek langsung bagi Kota Pariaman, terutama dalam peningkatan kunjungan wisata dan perputaran ekonomi.
Bupati Padang Pariaman, John Kenedy Azis, menyebut jumlah peserta tahun ini meningkat. Sebanyak 76 kuda pacu ikut serta, lebih banyak dibanding tahun sebelumnya yang berjumlah 65 ekor.
Ia menjelaskan panitia melakukan persiapan lebih matang tahun ini sehingga mampu menarik lebih banyak peserta dan penonton.
Pacu Kudo 2026 berlangsung pada 28–29 Maret dan menjadi salah satu agenda wisata olahraga yang menarik perhatian masyarakat di Sumatera Barat. (nr*)









