SUNGAIPENUH.Jentik.Id– Aksi protes dilakukan seorang pedagang kaki lima (PKL) di kawasan Jalan M Yamin, Kota Sungai Penuh mendapat perhatian, pasalnya aksi spontan tersebut sempat viral di media sosial, video berdurasi singkat memperlihatkan seorang emak-emak menghamburkan dagangannya.
Dalam video tersebut, terlihat pedagang yang mengenakan baju merah meluapkan emosinya dengan melempar sayur-sayuran dagangannya ke jalan. Aksi itu diduga sebagai bentuk penolakan terhadap kebijakan relokasi PKL ke Gedung Pasar Tradisional Tanjung Bajure.
Peristiwa itu terjadi pada Jumat (03/04/2026) dan sempat menjadi tontonan warga yang melintas di lokasi.sementara tidak jauh dari tempat kejadian, Wakil Wali Kota Sungai Penuh, Azhar Hamzah, bersama Sekda Alpian dan tim penertiban sedang melakukan peninjauan terhadap para PKL yang telah direlokasi.
Sebagian besar pedagang yang direloksi sudah menempati lapak baru di lantai dua Pasar Tradisional Tanjung Bajure. Namun, masih ada sejumlah kecil PKL yang menolak pindah dan nekat berjualan di trotoar Jalan M Yamin, bahkan menggunakan payung di depan ruko.
Sebelumnya, para PKL juga sempat mendatangi Gedung DPRD Kota Sungai Penuh untuk menyampaikan apresiasi mereka. Dihadapan Komisi II DPRD, pedagang meminta agar penertiban dilakukan secara adil dan tidak tebang pilih.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, pedagang yang melakukan aksi tersebut merasa keberatan direlokasi ke pasar, meskipun alasan pastinya belum dijelaskan secara rinci.
Masyarakat berharap Pemerintah Kota Sungai Penuh melalui tim gabungan penertiban dapat bertindak tegas namun tetap humanis, sehingga kawasan Jalan M Yamin kembali tertib, bersih, dan aktivitas perdagangan dapat terpusat di Pasar Tradisional Tanjung Bajure.
“Masih ditemukan PKL membuka kapak pakai payung, kendati tidak dipinggir jalan atau menggunakan Trotoar, tetapi di depan ruko. Ini juga harus dilarang.*Red.Syam.*









