Wartawan dan Relawan RI Peserta Flotilla Gaza Dilaporkan Diculik Pasukan Zionis Israel

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 19 Mei 2026 - 05:50 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tindakan penangkapan oleh  pasukan zionis  Israel terhadap relawan dan wartawan diperairan internasional itu merupakan pelanggaran serius terhadap hukum internasional, prinsip kemanusiaan universal, serta kebebasan sipil warga dunia yang membawa bantuan untuk Gaza.

Tindakan penangkapan oleh pasukan zionis Israel terhadap relawan dan wartawan diperairan internasional itu merupakan pelanggaran serius terhadap hukum internasional, prinsip kemanusiaan universal, serta kebebasan sipil warga dunia yang membawa bantuan untuk Gaza.

Jakarta, jentik.id – Meliter Zionis Israel dilaporkan menculik sejumlah warga negara Indonesia (WNI) dan dua wartawan yang tergabung dalam misi kemanusiaan menuju Jalur Gaza, Palestina.

Para relawan tersebut merupakan bagian dari “Global Sumud Flotilla 2026 Spring Mission”, armada kemanusiaan internasional yang bertujuan menembus blokade Israel di Gaza sekaligus mengirim bantuan logistik bagi warga Palestina.

Armada flotilla itu diberangkatkan dari marina Augusta di Pulau Sisilia, Italia, pada 26 April 2026. Sebanyak 65 kapal berlayar secara berurutan di Laut Mediterania dengan membawa berbagai bantuan kemanusiaan serta mengibarkan bendera Palestina.

Pimpinan Redaksi Republika, Andi Muhyiddin, menyebut kelompok WNI yang mengalami intersepsi oleh militer Israel terdiri dari sembilan relawan, termasuk dua wartawan Republika, Bambang Noroyono dan Thoudy Badai.

“Kami mengecam keras tindakan intersepsi yang dilakukan militer Zionis Israel terhadap kapal misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla di perairan internasional,” kata Andi.

Baca Juga :  Janji Lolos Jadi Jaksa, Perempuan di Jambi Diduga Tipu Korban hingga Rp400 Juta

Ia menegaskan keselamatan para relawan dan wartawan Indonesia menjadi perhatian serius pihaknya.

“Menurutnya, para relawan berlayar membawa semangat solidaritas kemanusiaan untuk rakyat Palestina, sementara wartawan yang ikut dalam pelayaran tersebut sedang menjalankan tugas jurnalistik.” Keselamatan mereka menjadi perhatian serius kami,” ujarnya.

Andi menilai tindakan Israel terhadap relawan dan wartawan internasional itu merupakan pelanggaran serius terhadap hukum internasional, prinsip kemanusiaan universal, serta kebebasan sipil warga dunia yang membawa bantuan untuk Gaza.

“Kami berdiri bersama para relawan kemanusiaan dunia, dan kami menolak segala bentuk kriminalisasi terhadap misi kemanusiaan di perairan internasional,” tuturnya.

Sementara itu, Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI telah dimintai keterangan terkait dugaan penculikan para relawan dan jurnalis Indonesia tersebut.

Baca Juga :  AS Kembali Serang Iran di Tengah Negosiasi Gencatan Senjata, Teheran Siagakan Pasukan

Republika juga menyiarkan video yang memperlihatkan salah satu wartawannya, Bambang Noroyono, setelah dilaporkan dicegat pasukan Israel.

Dalam video yang diunggah melalui Instagram, Bambang terlihat mengenakan jaket hitam sambil mengacungkan paspor Indonesia.

“Jika anda menemukan video ini, mohon disampaikan kepada Pemerintah Republik Indonesia bahwa saya saat ini dalam penculikan tentara Zionis Israel,” kata Bambang dalam video tersebut.

“Saya meminta agar Pemerintah Republik Indonesia membebaskan saya dari penculikan tentara penjajah Zionis Israel,” lanjutnya.

Menurut laporan Republika, pasukan Zionis Israel melakukan intersepsi terhadap armada flotilla pada Senin pagi waktu Turki di perairan Siprus, sekitar 200 mil laut dari Gaza.

Bambang bersama wartawan dan relawan lainnya diketahui berada di kapal “Boralize” saat dicegat militer Israel di perairan internasional.(asy*)

Berita Terkait

Polda Jambi Bongkar Sindikat Peretas Bank Jambi, Tiga Pelaku Lokal Ditangkap
Mahfud MD Soroti Kasus Febrie, KPK Akhirnya Buka Suara
Mahasiswa di Bungo Ditangkap usai Curi Dompet Ibu Muda, Aksinya Terekam CCTV
Kejagung Pastikan Tangani Kasus Febrie Adriansyah Secara Hati-Hati, Bentuk Tim Penyidik Khusus
Arca Buddha Abad ke-8 Asal Indonesia Yang Dijarah Dikembalikan Jaksa Amerika Serikat
Profil Don Ritto, Pengacara Alumni Unja yang Jadi Tersangka Bersama Febrie Adriansyah
Tan Kian Jadi Salah Satu Saksi dalam Kasus PT ASABRI yang Menyeret Nama Febrie Adriansyah
Polri Percepat Penanganan Kasus Febrie dan Don Ritto, Barang Bukti Segera Diserahkan ke Kejagung
Berita ini 14 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 14 Juli 2026 - 21:05 WIB

Polda Jambi Bongkar Sindikat Peretas Bank Jambi, Tiga Pelaku Lokal Ditangkap

Selasa, 14 Juli 2026 - 10:46 WIB

Mahfud MD Soroti Kasus Febrie, KPK Akhirnya Buka Suara

Selasa, 14 Juli 2026 - 08:44 WIB

Mahasiswa di Bungo Ditangkap usai Curi Dompet Ibu Muda, Aksinya Terekam CCTV

Senin, 13 Juli 2026 - 20:15 WIB

Kejagung Pastikan Tangani Kasus Febrie Adriansyah Secara Hati-Hati, Bentuk Tim Penyidik Khusus

Senin, 13 Juli 2026 - 19:36 WIB

Arca Buddha Abad ke-8 Asal Indonesia Yang Dijarah Dikembalikan Jaksa Amerika Serikat

Berita Terbaru

Aparatur Sipil Negara (ASN) berkesempatan naik pangkat melebihi atasannya.PP bari.

Pemerintahan

Peraturan Baru, ASN Kini Bisa Naik Pangkat Melebihi Atasan

Rabu, 15 Jul 2026 - 18:08 WIB