Nadiem Buka Suara soal Tuntutan Fantastis Rp5,6 Triliun dan Hukuman 18 Tahun Penjara

Avatar photo

- Jurnalis

Kamis, 14 Mei 2026 - 15:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Terdakwa kasus dugaan korupsi pengadaan Chromebook dalam program digitalisasi pendidikan di Kemendikbudristek Nadiem Makarim erbincang dengan kuasa hukumnya saat sidang tuntutan di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Rabu (13/5/2026). Foto: M Risyal Hidayat/ANTARA FOTO

Terdakwa kasus dugaan korupsi pengadaan Chromebook dalam program digitalisasi pendidikan di Kemendikbudristek Nadiem Makarim erbincang dengan kuasa hukumnya saat sidang tuntutan di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Rabu (13/5/2026). Foto: M Risyal Hidayat/ANTARA FOTO

Jakarta, jentik.id-Mantan Mendikbudristek, Nadiem Anwar Makarim, mengaku bingung setelah jaksa menuntut dirinya membayar uang pengganti Rp5,6 triliun dalam kasus dugaan korupsi pengadaan Chromebook untuk program digitalisasi pendidikan.

Jaksa juga menuntut Nadiem dengan hukuman 18 tahun penjara dalam sidang di Pengadilan Tipikor Jakarta Pusat, Rabu (13/5).

Nadiem menilai tuntutan itu jauh melampaui total kekayaannya saat masih menjabat menteri.

“Tidak cukup saya dipenjara, mereka juga meminta uang pengganti lebih dari Rp5 triliun. Padahal total kekayaan saya saat akhir menjabat tidak sampai Rp500 miliar,” kata Nadiem usai sidang.

Jaksa menyebut Nadiem menerima keuntungan Rp809 miliar dari kasus tersebut. Selain itu, jaksa memasukkan Rp4 triliun sebagai harta yang mereka nilai tidak sesuai dengan penghasilan sah.

Baca Juga :  Demi Nyabu, Sejoli di Jambi Nekat Curi Motor Usai Kenalan di MiChat

Namun, Nadiem membantah tuduhan itu. Ia mengatakan jaksa memakai angka tertinggi nilai saham Gojek saat IPO meski nilainya hanya muncul sesaat.

Menurut Nadiem, angka tersebut tidak menggambarkan kekayaan nyata miliknya. Ia juga menegaskan seluruh saham Gojek miliknya berasal dari tahun 2015 dan ia beli secara sah.

“Mereka tahu saya tidak punya uang itu. Semua bukti kepemilikan saham sudah ada, tetapi mereka tetap memakai angka itu untuk menuntut saya,” ujarnya.

Dalam sidang itu, Nadiem juga menegaskan dirinya tidak menyesal bergabung ke pemerintahan walau kini menghadapi tuntutan berat.

Baca Juga :  Profil Don Ritto, Pengacara Alumni Unja yang Jadi Tersangka Bersama Febrie Adriansyah

Ia mengaku sudah memahami risiko besar sejak menerima jabatan menteri. Namun, ia tetap memilih mengabdi demi pendidikan dan masa depan generasi muda Indonesia.

“Kalau hanya mencari uang, saya bisa melakukannya seumur hidup. Tapi kesempatan membantu masa depan bangsa tidak datang dua kali,” kata Nadiem.

Meski demikian, Nadiem mengaku kecewa dan sakit hati atas tuntutan tersebut. Ia menilai rasa kecewa itu muncul karena kecintaannya kepada negara.

“Saya kecewa dan patah hati. Tapi itu tidak mengurangi rasa cinta saya kepada negara ini,” tutupnya. (nr*)

Berita Terkait

KPK Cegah Ahmad Dedi alias Dedi Congor ke Luar Negeri dalam Kasus Bea Cukai
Kapolda Jambi Instruksikan Seluruh Kapolres Petakan Wilayah Rawan PETI
Ibu Kandung Ditemukan Meninggal, Anak yang Berstatus Polisi Kini Ditahan
Ladang Ganja Seluas 18 Hektare Terungkap di Aceh Utara, BNN Amankan Empat Orang
TNI AL Bongkar Aksi Penyelundupan Emas Rp2,9 Miliar, Petugas Temukan 3 Benda Mencurigakan
Polisi Bongkar 3 Kasus Solar Subsidi di Padang, Puluhan Jeriken Jadi Barang Bukti!
Polda Jambi Ungkap 32 Kasus PETI, 71 Tersangka Diamankan dan 3,5 Kilogram Emas Disita
Bangkai Kapal Wisata Kerinci Sakti Senilai Rp1,2 Miliar Kembali Muncul, Baru Sepekan Berlayar Sudah Rusak
Berita ini 18 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 30 Oktober 2026 - 16:39 WIB

KPK Cegah Ahmad Dedi alias Dedi Congor ke Luar Negeri dalam Kasus Bea Cukai

Kamis, 29 Oktober 2026 - 19:40 WIB

Kapolda Jambi Instruksikan Seluruh Kapolres Petakan Wilayah Rawan PETI

Kamis, 29 Oktober 2026 - 11:27 WIB

Ibu Kandung Ditemukan Meninggal, Anak yang Berstatus Polisi Kini Ditahan

Kamis, 29 Oktober 2026 - 09:27 WIB

Ladang Ganja Seluas 18 Hektare Terungkap di Aceh Utara, BNN Amankan Empat Orang

Selasa, 27 Oktober 2026 - 21:53 WIB

TNI AL Bongkar Aksi Penyelundupan Emas Rp2,9 Miliar, Petugas Temukan 3 Benda Mencurigakan

Berita Terbaru