Suhu Kawah Tembus 464 Derajat Celsius, Pendakian tutup Total

Avatar photo

- Jurnalis

Minggu, 5 April 2026 - 14:32 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jawa Tengah jentik.id–Pendakian Gunung Slamet resmi ditutup total menyusul lonjakan suhu kawah yang mencapai 464 derajat Celsius. Penutupan ini dilakukan sebagai langkah antisipasi demi keselamatan para pendaki.

Gunung tertinggi di Jawa Tengah dengan ketinggian sekitar 3.428–3.432 mdpl tersebut memiliki puncak yang berada di perbatasan beberapa kabupaten. Penutupan seluruh jalur pendakian diumumkan pada Minggu (05/04/2026).

Supervisor Site Gunung Slamet Perhutani Alam Wisata Wilayah Barat, Sugeng Utomo, menyatakan bahwa kebijakan ini merupakan langkah darurat akibat peningkatan suhu kawah yang signifikan.

“Terjadi kenaikan suhu kawah yang cukup tajam dan berpotensi memicu erupsi, sehingga pendakian kami tutup untuk sementara,” ujarnya.

Baca Juga :  KPK Ringkus Bupati Pekalongan Fadia Arafiq dalam OTT

Seluruh jalur pendakian ditutup tanpa pengecualian, termasuk jalur yang sebelumnya masih dibuka seperti via Kaliwadas. Sebelumnya, aktivitas pendaki masih diperbolehkan hingga Pos 5, namun kini seluruh aktivitas dihentikan setelah radius aman diperluas menjadi 3 kilometer dari kawah.

Meski demikian, status aktivitas Gunung Slamet saat ini masih berada pada Level II (Waspada). Peningkatan kewaspadaan dipicu oleh lonjakan suhu kawah yang tidak biasa dalam beberapa hari terakhir.

Berdasarkan data Pos Pemantauan Gunung Slamet, suhu kawah mulai meningkat sejak 3 April 2026, dari sekitar 411,2 derajat Celsius, kemudian naik drastis menjadi sekitar 464 derajat Celsius pada 4 April 2026.

Baca Juga :  Wako Alfin: Kenduri Sko Koto Baru Tradisi Leluhur Satukan Warga

“Kenaikannya cukup ekstrem. Biasanya suhu kawah stabil di bawah 200 derajat Celsius, namun kali ini terjadi lonjakan signifikan,” jelas Sugeng.

Hingga Minggu pagi, aktivitas kawah masih ditandai dengan keluarnya asap putih secara terus-menerus. Pihak pengelola masih menunggu perkembangan lebih lanjut sebelum membuka kembali jalur pendakian.

Penutupan ini akan dievaluasi setelah kondisi dinyatakan aman, terutama jika suhu kawah kembali ke kisaran normal.

Pihak pengelola juga mengimbau masyarakat dan calon pendaki untuk menunda rencana pendakian serta tidak mencoba masuk melalui jalur ilegal.

“Kami harap masyarakat bersabar dan tidak memaksakan diri demi keselamatan bersama,” tutupnya.(Red.Syam)

Berita Terkait

Kota Padang Alokasikan Rp110 Miliar untuk Perbaikan Drainase dan Irigasi guna Cegah Banjir
Tiga Kepala Daerah Wilayah Barat Jambi Sepakat Dukung Batik Air di Bandara Muara Bungo, Bandara Depati Parbo Dinilai Terabaikan
Wako Alfin Serahkan Ambulance untuk Desa Sungai Ning saat Doa Bersama Idul Adha
Diduga Tak Bisa Berenang, Pria Palembang Tewas Saat Cuci Usus Kurban
Al Haris Antar Langsung Sapi Kurban Raksasa Bantuan Presiden Prabowo di Jambi
5 Pendaki Disambar Petir di Gunung Monrolo, 1 Tewas di Tempat
Pemadaman Listrik Sumatera Berujung Duka, 2 Karyawan Tewas di Ruko Batu Bara
Takut Kehabisan Solar Saat Hari Kerja, Sopir Truk di Padang Rela Antre Sejak Minggu Pagi
Berita ini 30 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 31 Mei 2026 - 00:58 WIB

Kota Padang Alokasikan Rp110 Miliar untuk Perbaikan Drainase dan Irigasi guna Cegah Banjir

Jumat, 29 Mei 2026 - 08:18 WIB

Wako Alfin Serahkan Ambulance untuk Desa Sungai Ning saat Doa Bersama Idul Adha

Kamis, 28 Mei 2026 - 19:32 WIB

Diduga Tak Bisa Berenang, Pria Palembang Tewas Saat Cuci Usus Kurban

Rabu, 27 Mei 2026 - 17:07 WIB

Al Haris Antar Langsung Sapi Kurban Raksasa Bantuan Presiden Prabowo di Jambi

Senin, 25 Mei 2026 - 18:58 WIB

5 Pendaki Disambar Petir di Gunung Monrolo, 1 Tewas di Tempat

Berita Terbaru

Ilustrasi STNK

Nasional

STNK Palsu Masih Beredar, Begini Cara Cepat Mengenalinya

Sabtu, 30 Mei 2026 - 20:10 WIB