Wako Alfin: Kenduri Sko Koto Baru Tradisi Leluhur Satukan Warga

Avatar photo

- Jurnalis

Minggu, 19 April 2026 - 16:52 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kenduri Sko, Koto Baru Kerinci, Sungai Penuh, adat Kerinci, budaya Kerinci, tradisi Indonesia, tari rangguk, Depati Dua Nenek, Alfin Wali Kota, budaya lokal, acara adat Kerinci

Kenduri Sko, Koto Baru Kerinci, Sungai Penuh, adat Kerinci, budaya Kerinci, tradisi Indonesia, tari rangguk, Depati Dua Nenek, Alfin Wali Kota, budaya lokal, acara adat Kerinci

Koto Baru, jentik.id–Suasana Desa Koto Baru, Kecamatan Koto Baru, Kota Sungai Penuh terasa hangat sejak pagi, Minggu (19/4/2026).

Warga Koto Baru datang berbondong-bondong dengan mengenakan pakaian terbaik. Aroma hidangan tradisional berpadu dengan percakapan hangat saat panitia mulai menjalankan prosesi adat Koto Baru Sungai Penuh secara bertahap.

Masyarakat menghidupkan kembali tradisi sakral Kenduri Sko Karang Setio yang leluhur wariskan secara turun-temurun di wilayah Depati Dua Nenek. Tradisi Kenduri Sko Koto Baru Sungai Penuh ini terus menjadi bagian penting dalam kehidupan masyarakat.

Bagi warga, ritual ada Koto Baru Sungai Penuh bukan sekadar seremoni. Tradisi ini mencerminkan penghormatan kepada leluhur, memperkuat nilai adat, sekaligus merekatkan kebersamaan di tengah perubahan zaman.

Nuansa Sakral Adat Kerinci Tetap Terjaga

Para depati dan ninik mamak memasuki area acara dengan penuh wibawa. Mereka mengenakan pakaian adat khas Kerinci yang sarat makna dan filosofi.

Setiap gerakan dan simbol menghidupkan kembali jejak sejarah yang masyarakat jaga hingga kini. Warga mengikuti seluruh rangkaian Kenduri Sko Koto Baru Sungai Penuh dengan khusyuk.

Baca Juga :  Dicegat Mahasiswa di Jambi, Gibran Langsung Perintahkan Usut Stockpile Batu Bara di Candi Muaro Jambi

Generasi tua dan muda menyatu tanpa sekat. Mereka bergerak dalam satu tujuan: menjaga dan melestarikan warisan budaya melalui tradisi ini.

Tradisi ini menunjukkan bahwa adat Kerinci tetap kokoh menghadapi perubahan zaman.

Tari Rangguk Meriahkan Kenduri Sko

Penampilan tari rangguk menghidupkan suasana Kenduri Sko Koto Baru Sungai Penuh. Iringan musik tradisional dan gerakan penari yang kompak langsung menarik perhatian warga.

Warga memberi tepuk tangan meriah dan sorak kagum di setiap penampilan. Mereka juga memperkenalkan budaya lokal kepada generasi muda melalui kegiatan adat tersebut.

Masyarakat merayakan tradisi ini secara nyata, bukan sekadar mengenangnya.

Wali Kota Dukung Pelestarian Tradisi

Wali Kota Sungai Penuh, Alfin, datang langsung bersama Wakil Wali Kota Azhar Hamzah. Keduanya menunjukkan dukungan nyata terhadap pelestarian Kenduri Sko Koto Baru Sungai Penuh.

Ketua TP-PKK Sri Kartini Alfin, Ketua GOW, jajaran Pemkot Sungai Penuh, serta perwakilan Pemerintah Provinsi Jambi turut hadir. Dandim 0417/Kerinci dan perwakilan Polres Kerinci juga mengikuti prosesi adat tersebut.

Baca Juga :  Jelang Idul Fitri 1447 H, Wawako Azhar Turun Langsung Pastikan Stok Pangan Aman

Kehadiran para pejabat memberi semangat besar kepada masyarakat. Warga melihat langsung perhatian pemerintah terhadap tradisi adat Koto Baru Sungai Penuh yang mereka jaga.

Kenduri Sko Perkuat Identitas dan Kebersamaan

Dalam sambutannya, Alfin menegaskan pentingnya Kenduri Sko Koto Baru Sungai Penuh bagi kehidupan masyarakat.

“Melalui Kenduri Sko, kita menjaga budaya sekaligus memperkuat kebersamaan,” tegasnya.

Ia mengajak masyarakat untuk terus menjaga budaya sebagai identitas daerah. Ia menilai daerah akan kehilangan jati diri jika masyarakat meninggalkan adat dan tidak melestarikan tradisi ini.

Komitmen Masyarakat Jaga Warisan Leluhur

Masyarakat menjalankan seluruh rangkaian acara dengan hangat, akrab, dan penuh makna hingga selesai.

Warga menunjukkan kebersamaan yang kuat dalam setiap prosesi. Mereka tidak hanya mewarisi tradisi, tetapi juga menjaga dan menghidupkannya melalui Kenduri Sko Koto Baru Sungai Penuh.

Masyarakat menjadikan tradisi ini sebagai jembatan antara masa lalu, masa kini, dan masa depan. Mereka berkomitmen menjaga nilai-nilai adat agar tetap hidup dan berkembang di Kota Sungai Penuh.***

Berita Terkait

Wawako Azhar Ajak OPD Terus Berbenah dalam Entry Meeting Penilaian Maladministrasi 2026
Bayi G Kembali ke Pelukan Ibu, Polisi Dalami Dugaan Penjualan Anak Rp20 Juta
Sekda Alpian Pimpin Evaluasi Kinerja SKPD Lewat Rapat Laporan Fisik dan Keuangan
Plt Dishub Kota Sungai Penuh Akan Terbitkan Perwako untuk Perkuat Perda Retribusi Parkir
TNI Percepat Pembangunan 35.334 Koperasi Desa Merah Putih, Target Rampung Agustus 2026
Komplotan Perampok Emas Bermodus Hipnotis di Sungai Penuh Akhirnya Dibekuk Polisi
Retribusi Parkir Tepi Jalan di Kota Sungai Penuh,Pemkot  Potensi Kerugian Capai Ratusan Juta Rupiah
Alfin Paparkan KUA-PPAS 2027, Enam Prioritas Pembangunan Kota Sungai Penuh Siap Digenjot
Berita ini 55 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 30 Juli 2026 - 21:03 WIB

Wawako Azhar Ajak OPD Terus Berbenah dalam Entry Meeting Penilaian Maladministrasi 2026

Rabu, 29 Juli 2026 - 21:47 WIB

Bayi G Kembali ke Pelukan Ibu, Polisi Dalami Dugaan Penjualan Anak Rp20 Juta

Rabu, 29 Juli 2026 - 20:40 WIB

Sekda Alpian Pimpin Evaluasi Kinerja SKPD Lewat Rapat Laporan Fisik dan Keuangan

Rabu, 29 Juli 2026 - 11:26 WIB

Plt Dishub Kota Sungai Penuh Akan Terbitkan Perwako untuk Perkuat Perda Retribusi Parkir

Rabu, 29 Juli 2026 - 10:59 WIB

TNI Percepat Pembangunan 35.334 Koperasi Desa Merah Putih, Target Rampung Agustus 2026

Berita Terbaru