BTNKS Sinergi Bersama TNI Jaga Kelestarian Ekosistem Dari Kegiatan Ilegal.

Kerusakan Kawasan TNKS.

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 7 April 2026 - 20:06 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kerinci, jentik.id – Kondisi kawasan Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS) mendapat perhatian serius dari Komandan Kodim (Dandim) 0417/Kerinci. Dalam beberapa dekade terakhir, sebagian ekosistem di kawasan tersebut dinilai mengalami kerusakan yang cukup memprihatinkan.

Hal tersebut disampaikan pihak Balai Besar Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS) ketika Dandim 0517 Kerinci, bersilaturaham di BTNKS, semua disebabkan oleh berbagai aktivitas ilegal yang mengakibatkan alih fungsi lahan serta degradasi lingkungan di sejumlah titik dalam kawasan hutan konservasi tersebut.

Silaturahmi, Dandim 0417/Kerinci Letkol Inf Eko Siswato, Sebagai bentuk kepedulian dan upaya memperkuat sinergi BTNKS dengan Kodim 0417 Kerinci kunjungan silaturahmi ke Kantor Balai BSelasa (07/04/2026).

Kunjungan ini bertujuan mempererat koordinasi dan kerja sama lintas sektor antara TNI dan pengelola kawasan konservasi, khususnya dalam menjaga wilayah hutan yang berada di Kabupaten Kerinci dan Kota Sungai Penuh.

Baca Juga :  Wako Alfin Raih Penghargaan dan Insentif Rp 3 Miliar

Dalam pertemuan tersebut, rombongan Dandim yang didampingi Perwira Seksi Intelijen (Pasi Intel) dan jajaran Kodim disambut langsung oleh Kepala Balai Besar TNKS bersama staf.

Pertemuan berlangsung penuh keakraban dan membahas berbagai persoalan yang dihadapi TNKS. Pihak TNKS menjelaskan bahwa luasnya kawasan yang mencakup empat provinsi—Jambi, Bengkulu, Sumatera Barat, dan Sumatera Selatan—menjadi tantangan tersendiri, terutama dengan keterbatasan jumlah personel polisi kehutanan (Polhut).

Dengan kondisi tersebut, TNKS sangat mengharapkan dukungan dan peran aktif TNI dalam membantu pengawasan serta pengamanan kawasan hutan.

Sementara itu, Dandim Eko Siswanto menyatakan memahami berbagai kendala yang dihadapi TNKS. Ia menegaskan pentingnya sinergi antarinstansi dalam menjaga kelestarian hutan, khususnya di kawasan TNKS.
Ia juga menyoroti sejumlah potensi ancaman yang perlu diantisipasi bersama, seperti perambahan liar, kebakaran hutan dan lahan (karhutla), serta berbagai aktivitas ilegal lainnya.

Baca Juga :  Harga Plastik Melonjak Tajam! 7 Bahan Alami Ini Jadi Penggantinya

“Kami berharap ke depan hubungan kerja sama ini semakin solid sehingga upaya menjaga keamanan wilayah dan kelestarian lingkungan dapat berjalan optimal,” ujarnya.

Pihak TNKS pun menyambut baik kunjungan tersebut dan mengapresiasi peran aktif TNI dalam mendukung pengamanan kawasan hutan, khususnya di wilayah Kerinci dan sekitarnya.

Pertemuan ini ditutup dengan komitmen bersama untuk terus meningkatkan koordinasi dalam menjaga kelestarian TNKS sebagai salah satu kawasan konservasi penting di Indonesia. (am)

 

Berita Terkait

Skema Bansos Berubah, Kemensos dan PT Pos Siapkan Mekanisme Baru
Rupiah Melemah ke Rp17.879, Investor Menanti Keputusan BI
Dua Warga Hilang Usai Banjir Bandang, SAR Sisir Wilayah Solok
Banjir Bandang Solok Makan Korban, Satu Orang Ditemukan Meninggal
Solok Diterjang Banjir Bandang, Kantor Pemerintah dan Rumah Warga Terdampak
Kopi Kerinci Menuju Panggung Dunia, Wako Alfin Dorong Pasar Internasional
Festival Kopi Kerinci 2026 Berakhir, Monadi Tekankan Masa Depan Kopi Lokal
AI Keliru Beri Intelijen, AS Nyaris Intersepsi Kapal China
Berita ini 26 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 22 September 2026 - 21:36 WIB

Skema Bansos Berubah, Kemensos dan PT Pos Siapkan Mekanisme Baru

Selasa, 22 September 2026 - 19:47 WIB

Rupiah Melemah ke Rp17.879, Investor Menanti Keputusan BI

Selasa, 22 September 2026 - 18:33 WIB

Dua Warga Hilang Usai Banjir Bandang, SAR Sisir Wilayah Solok

Selasa, 22 September 2026 - 16:51 WIB

Banjir Bandang Solok Makan Korban, Satu Orang Ditemukan Meninggal

Selasa, 22 September 2026 - 15:49 WIB

Solok Diterjang Banjir Bandang, Kantor Pemerintah dan Rumah Warga Terdampak

Berita Terbaru

Karyawan menghitung uang pecahan rupiah dan dolar Amerika Serikat (AS) di gerai penukaran mata uang asing Ayu Masagung, Jakarta, Selasa (12/5/2026).

Nasional

Rupiah Melemah ke Rp17.879, Investor Menanti Keputusan BI

Selasa, 22 Sep 2026 - 19:47 WIB