Menkeu Pastikan Harga BBM Nonsubsidi Tidak Naik

Harga BMM Nonsubsidi.

Avatar photo

- Jurnalis

Kamis, 9 April 2026 - 14:13 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA.Jentik.Id– Ketegangan yang terjadi di Selat Hormuz memicu kekhawatiran global. Jalur pelayaran strategis ini diketahui menjadi lintasan sekitar 20 persen pasokan minyak mentah dunia dari kawasan Teluk.

Jika terjadi penutupan total di Selat Hormuz, dunia—termasuk Indonesia—berpotensi menghadapi krisis energi. Pasalnya, selat tersebut merupakan jalur utama ekspor minyak dari negara-negara produsen besar seperti Qatar, Arab Saudi, dan Kuwait.

Menanggapi kondisi tersebut, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan bahwa ketegangan di kawasan tersebut dapat berdampak signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi global akibat potensi krisis energi.

Baca Juga :  Syeikh Ali Issa : Ayo Bantu Palestina dari Sungai Penuh

“Masih dalam tahap kajian. Nanti setelah selesai, hasilnya akan disampaikan kepada publik,” ujar Airlangga dalam konferensi pers di Jakarta.

Sementara itu, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memastikan bahwa harga BBM nonsubsidi tidak akan mengalami kenaikan hingga akhir 2026.

Ia menegaskan masyarakat tidak perlu khawatir karena pemerintah telah melakukan perhitungan fiskal dengan asumsi harga minyak dunia berada di kisaran 100 dolar AS per barel hingga akhir tahun.

Pemerintah juga disebut mampu menjaga defisit anggaran di level sekitar 2,9 persen melalui berbagai langkah efisiensi.

Baca Juga :  Krisis Energi Global, China Hentikan Ekspor Solar dan Bensin

Selain itu, negara masih memiliki bantalan fiskal berupa sisa anggaran lebih (SAL) sekitar Rp420 triliun yang dapat digunakan jika terjadi tekanan tambahan.

“Kalau kepepet masih bisa dipakai, tapi kemungkinan harga minyak bertahan di atas 100 dolar AS dalam waktu lama relatif kecil, melihat dinamika politik global, termasuk di Amerika Serikat,” ujar Purbaya.

Ia pun mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak khawatir terhadap kondisi fiskal pemerintah, karena kapasitas anggaran dinilai masih cukup kuat untuk menghadapi berbagai risiko ke depan.(Red/*).

Berita Terkait

Israel Hujani Lebanon dengan Serangan Udara, 13 Personel Keamanan Tewas
Kebijakan Samsat Tanpa KTP Lama Viral, Akankah Diterapkan di Jambi?
Waspada! Arab Saudi Tak Keluarkan Visa Haji Furoda 2026, Banyak Modus Penipuan Mengintai
Prabowo Lantik Nuzran Joher sebagai Anggota Ombudsman RI Periode 2026–2031
BRI Alihkan BRI-MI dan PNM-IM, Strategi Besar Perkuat Ekosistem BUMN
Toko Pakaian Terancam Bangkrut Kalah Saing Jualan Online.
Ramai Dibahas! BSU 2026 Sudah Cair atau Belum? Ini Penjelasan Resminya
Bupati Batang Hari M. Fadhil Arief Buktikan Keberpihakan pada Petani, Bukan Sekadar Janji Politik
Berita ini 7 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 11 April 2026 - 17:00 WIB

Israel Hujani Lebanon dengan Serangan Udara, 13 Personel Keamanan Tewas

Jumat, 10 April 2026 - 19:38 WIB

Kebijakan Samsat Tanpa KTP Lama Viral, Akankah Diterapkan di Jambi?

Jumat, 10 April 2026 - 19:00 WIB

Waspada! Arab Saudi Tak Keluarkan Visa Haji Furoda 2026, Banyak Modus Penipuan Mengintai

Jumat, 10 April 2026 - 18:32 WIB

Prabowo Lantik Nuzran Joher sebagai Anggota Ombudsman RI Periode 2026–2031

Jumat, 10 April 2026 - 16:00 WIB

BRI Alihkan BRI-MI dan PNM-IM, Strategi Besar Perkuat Ekosistem BUMN

Berita Terbaru

OTT KPK - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tidak hanya mengamankan belasan orang dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) di Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur, pada Jumat (10/4/2026) malam. Tim penindakan lembaga antirasuah juga turut menyita sejumlah barang bukti berupa uang tunai ratusan juta rupiah. Foto salah satu mobil personel Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tiba di Markas Polres Tulungagung membawa pejabat dan dokumen, Jumat (10/4/2026).

Hukum

Bupati Gatut Sunu Ikut OTT KPK, Uang Ratusan Juta Disita

Sabtu, 11 Apr 2026 - 11:00 WIB