Sungai Penuh, jentik.id — Ratusan Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Sungai Penuh melaksanakan ibadah kurban pada momentum Iduladha 1447 Hijriah/2026 dengan menyembelih 39 ekor sapi dan 3 ekor kambing, Kamis (28/5).
Penyembelihan hewan kurban dipusatkan di halaman Kantor Wali Kota Sungai Penuh dan berlangsung secara terbuka serta tertib. Setiap ekor sapi diikuti oleh tujuh peserta kurban yang berasal dari berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemkot Sungai Penuh.
Wali Kota Sungai Penuh, Alfin, menegaskan bahwa kegiatan kurban bersama tersebut murni dilandasi niat dan keikhlasan para ASN tanpa adanya unsur paksaan dari pemerintah daerah.
“Seluruh hewan kurban berasal dari dana pribadi ASN. Tidak ada paksaan dalam pelaksanaannya. Ini murni bentuk kebersamaan dan keikhlasan ASN Pemkot Sungai Penuh,” ujar Alfin.
Menurutnya, pelaksanaan kurban bersama tahun ini menjadi momentum pertama yang dilakukan secara besar-besaran di lingkungan Pemkot Sungai Penuh.
Ia mengakui sempat muncul persepsi negatif di tengah masyarakat dan media sosial yang menuding adanya tekanan terhadap ASN untuk ikut berkurban.
Namun, Alfin menepis isu tersebut dan menyebut informasi yang beredar tidak benar karena sebagian pihak tidak memperoleh penjelasan utuh terkait mekanisme pelaksanaan kurban bersama ini.
“Wajar jika muncul berbagai asumsi karena belum mendapatkan informasi lengkap mengenai pelaksanaan kurban ini. Padahal seluruh peserta ikut secara sukarela,” katanya.
Ia menjelaskan, setiap peserta kurban mencicil dana sejak Desember 2025 dengan nominal sekitar Rp3,3 juta per orang hingga terkumpul biaya pembelian sapi yang berkisar Rp12 juta hingga Rp14 juta per ekor.
Salah seorang kepala OPD juga menegaskan bahwa dana kurban dikumpulkan secara bertahap dari para ASN dan bukan dilakukan secara mendadak.
“Pembayaran dilakukan dengan sistem cicilan bulanan sejak akhir tahun lalu. Jadi bukan tiba-tiba muncul sapi dengan harga belasan juta rupiah,” ujarnya.
Ia menambahkan, beberapa OPD bahkan mampu mengumpulkan peserta hingga dua ekor sapi kurban. Karena itu, informasi yang menyebut adanya paksaan dinilai keliru dan tidak berdasar.
Selain sebagai bentuk ibadah, daging kurban nantinya akan dibagikan kepada pegawai R3 dan R4 serta masyarakat sekitar lokasi kegiatan sebagai bentuk kepedulian sosial dan kebersamaan antarpegawai dan warga.
Alfin berharap tradisi kurban bersama tersebut dapat terus dipertahankan dan menjadi budaya positif di lingkungan ASN Pemkot Sungai Penuh.
“Kami berharap semangat berkurban ini terus tumbuh dan menjadi budaya di kalangan ASN Pemkot Sungai Penuh. Semoga ke depan jumlah peserta semakin bertambah,” tutupnya.
Di lokasi kegiatan, nama-nama peserta kurban dari 39 ekor sapi dipublikasikan secara transparan melalui spanduk yang dipasang di area penyembelihan sebagai bentuk keterbukaan kepada masyarakat.(asy*).









