Tak Semua Bisa Lewat! Iran Hanya Izinkan Negara Tertentu di Selat Hormuz

Avatar photo

- Jurnalis

Kamis, 9 April 2026 - 18:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kapal tanker minyak melintas di Selat Hormuz pada 21 Desember 2018. (Reuters/Hamad I Mohammed)

Kapal tanker minyak melintas di Selat Hormuz pada 21 Desember 2018. (Reuters/Hamad I Mohammed)

Teheran, jentik.id – Iran mulai membuka akses terbatas bagi kapal dari sejumlah negara untuk melintasi Selat Hormuz setelah sebelumnya membatasi lalu lintas di kawasan tersebut.

Selat yang menghubungkan Teluk Persia dengan Laut Arab ini menjadi jalur vital karena menyalurkan sekitar 20 persen perdagangan minyak dunia.

Meski tidak menutup jalur sepenuhnya, Iran kini menerapkan sistem verifikasi ketat. Otoritas setempat mewajibkan setiap kapal berkoordinasi dan mengantongi izin sebelum melintas.

Kebijakan ini langsung mengubah pola pelayaran. Jalur yang sebelumnya terbuka kini lebih terkendali dan sangat dipengaruhi hubungan diplomatik serta faktor keamanan.

Sejumlah Negara Masih Bisa Melintas

Beberapa negara tetap mengirim kapal melalui jalur ini. India menjadi salah satu yang masih aktif, terutama untuk pengangkutan LPG dan minyak mentah.

Selain itu, China juga mempertahankan aktivitas pelayaran di kawasan tersebut. Kapal yang terafiliasi dengan perusahaan China bahkan menyumbang sekitar 10 persen dari total pergerakan yang masih berjalan.

Baca Juga :  IRGC Konfirmasi Kematian Komandan AL Iran Alireza Tangsiri Usai Serangan AS-Israel

Rusia juga memperoleh akses melintas. Hubungan erat antara Moskow dan Teheran memperlancar proses perizinan.

Sementara itu, Pakistan sempat menghadapi kendala karena belum memenuhi prosedur. Namun setelah memenuhi syarat teknis dan diplomasi, kapalnya kembali melintas.

Di kawasan Timur Tengah, Irak juga tetap mengirim kapal setelah melakukan koordinasi dengan Iran. Selain itu, kapal yang terafiliasi dengan Malaysia dan Yunani masih tercatat melintasi jalur tersebut.

Pemeriksaan Diperketat

Iran memperketat pemeriksaan kapal yang ingin melintas. Setiap kapal wajib memberikan data pelayaran lengkap dan mengikuti jalur resmi yang telah ditentukan.

Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, menegaskan bahwa negara dengan hubungan baik akan mendapat prioritas akses.

Sebaliknya, Iran menolak kapal yang terkait dengan Amerika Serikat dan Israel, menunjukkan kuatnya pengaruh geopolitik dalam kebijakan ini.

Lalu Lintas Kapal Turun Drastis

Pembatasan ini menekan volume pelayaran secara signifikan. Dalam kondisi normal, lebih dari 100 kapal melintas setiap hari. Namun kini jumlahnya turun tajam, bahkan hanya beberapa kapal per hari.

Baca Juga :  Efek Konflik AS-Iran! Harga Minyak Tembus USD 100, Pasar Panik

Sejak awal Maret, sekitar 142 kapal tercatat berhasil melintas—jumlah yang biasanya setara dengan aktivitas satu hari normal. Selain itu, sekitar 2.000 kapal sempat tertahan di kedua sisi selat sambil menunggu izin.

Dampak Global Mulai Terasa

Situasi ini mulai memengaruhi sektor energi dan logistik global. Risiko keamanan mendorong kenaikan premi asuransi kapal, sementara sejumlah perusahaan memilih jalur alternatif yang lebih jauh.

Akibatnya, biaya distribusi energi meningkat dan waktu pengiriman menjadi lebih lama. Di sisi lain, Iran juga mempertimbangkan penerapan biaya transit bagi kapal yang melintas.

Sebagai jalur utama perdagangan minyak dunia, setiap gangguan di Selat Hormuz berpotensi memicu kenaikan harga energi, biaya transportasi, hingga harga barang.

Jika pembatasan ini berlangsung lama, para analis menilai peta distribusi energi global bisa berubah secara signifikan. (nr*)

Berita Terkait

Kabut Asap Makin Meluas, NASA Ungkap Citra Karhutla Indonesia-Malaysia
Banjir Bandang Nepal dan Tibet Tewaskan 1.130 Orang, Hampir 4.500 Masih Hilang
Banjir Bandang Nepal-China Tewaskan Ratusan Orang, Lebih dari 1.400 Hilang
Keributan Final Piala Dunia Berujung Sanksi! Argentina Dijatuhi Skorsing 21 Laga
Waspada! Apple Deteksi Ancaman Spyware, Pengguna di 110 Negara Dapat Peringatan
Lama Menghilang, Mojtaba Khamenei Segera Muncul di Publik Iran
Iran Tetapkan Syarat untuk Buka Selat Hormuz, Minta Ganti Rugi Perang dari AS
Indonesia Serukan Aksi Nyata! Ajukan 5 Langkah Lindungi Al Aqsa dan Dukung Palestina
Berita ini 19 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 4 September 2026 - 17:45 WIB

Kabut Asap Makin Meluas, NASA Ungkap Citra Karhutla Indonesia-Malaysia

Rabu, 2 September 2026 - 15:01 WIB

Banjir Bandang Nepal dan Tibet Tewaskan 1.130 Orang, Hampir 4.500 Masih Hilang

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 07:33 WIB

Banjir Bandang Nepal-China Tewaskan Ratusan Orang, Lebih dari 1.400 Hilang

Minggu, 23 Agustus 2026 - 10:31 WIB

Keributan Final Piala Dunia Berujung Sanksi! Argentina Dijatuhi Skorsing 21 Laga

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 13:50 WIB

Waspada! Apple Deteksi Ancaman Spyware, Pengguna di 110 Negara Dapat Peringatan

Berita Terbaru

Penyambutan tradisi pedang pora kapolre Kerinci AKBP Hernawan Rizky Yudhantoro, S.H., S.I.K., M.I.K.

Kerinci

AKBP Hernawan Rizky Yudhantoro Resmi Komando Polres Kerinci

Senin, 14 Sep 2026 - 08:40 WIB