Pasca OTT KPK, Warga Kecewa Tak Bisa Akses ke Pandopo.

Avatar photo

- Jurnalis

Minggu, 12 April 2026 - 22:17 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tulung Agung, jentik.id – Pasca operasi tangkap tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi terhadap Bupati Tulungagung, Gatut Sunu Wibowo, aktivitas di Pendopo Kabupaten Tulungagung mendadak sepi dan tertutup rapat.

Pantauan pada Minggu (10/04/2026), pintu utama pendopo yang juga merupakan rumah dinas bupati tidak dibuka sejak pagi hingga malam hari dan tidak terlihat aktivitas seperti biasanya, didalam harinya beberapa titik lampu terlihat dihidupka di dalam area tersebut.

Seluruh akses masuk ditutup untuk umum. Bahkan, kegiatan Car Free Day (CFD) yang rutin digelar setiap akhir pekan turut ditiadakan. Area taman rusa atau kebun binatang mini yang berada di dalam kompleks pendopo jadi salah satu daya tarik juga tidak dapat dikunjungi warga.

Baca Juga :  Sengketa PAW DPRD NasDem, Andrew Sihite Gugat KPU Kota Jambi ke PN

Sejumlah masyarakat mengaku kecewa atas penutupan tersebut. Pasalnya, pendopo selama ini menjadi salah satu ruang publik favorit untuk rekreasi keluarga.

“Saya datang bersama keluarga untuk ikut CFD sekaligus ingin mengajak anak-anak melihat kebun binatang mini. Biasanya sudah buka pagi, tapi hari ini masih tertutup,” ujar Yono, salah seorang warga.

Pendopo Tulungagung dikenal sebagai ruang terbuka yang kerap dimanfaatkan masyarakat untuk berolahraga, bersantai, hingga berinteraksi sosial, khususnya pada akhir pekan.

Baca Juga :  Mantan Kadisdik Jambi Tersangka Korupsi DAK SMK Rp 21,8 Miliar, Polda Dalami Keterlibatan Pihak Lain

Penutupan akses tanpa pemberitahuan resmi dinilai mengurangi kenyamanan masyarakat dalam memanfaatkan fasilitas publik. Hingga saat ini, belum ada keterangan resmi dari pihak terkait mengenai alasan penutupan maupun kapan area tersebut akan kembali dibuka.

Warga berharap pengelolaan ruang publik tetap mengedepankan keterbukaan informasi dan tidak mengorbankan akses masyarakat.

“Kami kaget dengan adanya KPK OTT terhadap Pak Bupati. Tapi seharusnya taman tetap dibuka untuk masyarakat,” tambah Yono. (Red/*)

Berita Terkait

Perda Produk Hukum Harus Dipatuhi, DPRD Kota Sungai Penuh Desak Wako Alfin Tertibkan Retribusi Parkir
Polisi Periksa Bupati Gowa dalam Kasus Dugaan Korupsi Seragam Sekolah Rp16 Miliar
Skandal Pungli ESDM Jatim Terbongkar! Pejabat Jadi Tersangka, Kejati Sita Aset Rp1,95 Miliar
Pilot Maskapai Internasional Diduga Selundupkan 26 Kg Ekstasi, Bea Cukai Bongkar Aksi di Bandara Soetta
KPK OTT Lagi! Bupati Pemalang Jadi Kepala Daerah Kelima di Jateng yang Terjerat pada 2026
KPK Amankan 21 Orang dalam OTT Bupati Pemalang, Lima Dibawa ke Jakarta
Tim KPK Segel Rumah Kerabat Bupati dan Kantor DPUPR Pemalang Usai OTT
Kasat Narkoba Tangsel AKP Pardiman Terseret Kasus Etomidate, Bareskrim Ungkap Dugaan Peredaran dan Pemerasan
Berita ini 58 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 30 Juli 2026 - 19:05 WIB

Perda Produk Hukum Harus Dipatuhi, DPRD Kota Sungai Penuh Desak Wako Alfin Tertibkan Retribusi Parkir

Kamis, 30 Juli 2026 - 15:58 WIB

Polisi Periksa Bupati Gowa dalam Kasus Dugaan Korupsi Seragam Sekolah Rp16 Miliar

Kamis, 30 Juli 2026 - 14:30 WIB

Skandal Pungli ESDM Jatim Terbongkar! Pejabat Jadi Tersangka, Kejati Sita Aset Rp1,95 Miliar

Kamis, 30 Juli 2026 - 12:49 WIB

Pilot Maskapai Internasional Diduga Selundupkan 26 Kg Ekstasi, Bea Cukai Bongkar Aksi di Bandara Soetta

Kamis, 30 Juli 2026 - 09:07 WIB

KPK OTT Lagi! Bupati Pemalang Jadi Kepala Daerah Kelima di Jateng yang Terjerat pada 2026

Berita Terbaru