Kerinci Darurat Sampah, 134 Ton Sehari Fasilitas Minim

Avatar photo

- Jurnalis

Senin, 13 April 2026 - 18:46 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kerinci, jentik.id–Persoalan sampah masih menjadi pekerjaan rumah besar Pemerintah Kabupaten Kerinci. Setiap harinya, volume sampah mencapai sekitar 134 ton, dengan komposisi 60 persen sampah basah dan 40 persen sampah kering.

“Seperti dijelaskan oleh Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Kerinci, Neneng Susanti, penanganan sampah tidak bisa hanya dibebankan kepada pemerintah semata, melainkan membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat.

“Permasalahan sampah harus diselesaikan bersama. Kami berkomitmen memperkuat edukasi dan aksi nyata agar masyarakat semakin paham pentingnya memilah, mengolah, dan membuang sampah pada tempatnya,” ujarnya, Senin (13/04/2026).

“DLH Kabupaten Kerinci secara bertahab terus mendorong perubahan pola pikir masyarakat agar sampah tidak hanya dipandang sebagai limbah, tetapi juga memiliki nilai ekonomis.
Namun demikian, rendahnya kesadaran masyarakat masih menjadi kendala utama akibat minimnya edukasi dan sosialisasi.

“Kendati demikian upaya pengolahan sampah mulai berjalan di sejumlah titik, salah satunya di TPS3R Giri Mulyo, Kecamatan Kayu Aro, yang mengolah sampah menjadi pupuk kompos. Program ini juga melibatkan sektor perkebunan dan perikanan.

Baca Juga :  Buka MTQ Negeri Jujun, Bupati Monadi Dorong Lahirnya Generasi Qur’ani di Kerinci

“Disisilain, Ia akui keterbatasan sarana dan prasarana menjadi tantangan serius dalam pengelolaan sampah di Kerinci.
Saat ini, Kerinci baru memiliki:
1 TPST di sekitar Danau Kerinci
4 TPS3R
Layanan pengangkutan yang baru menjangkau 11 kecamatan, sementara 5 kecamatan lainnya belum terlayani secara maksimal.

Kondisi ini membuat pengelolaan sampah belum berjalan optimal dilakukan, walaupun TPA Jadi Solusi Mendesak.

“Kalau dinilai secara keseluruhan pembangunan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) yang terintegrasi dengan TPST menjadi solusi jangka panjang yang mendesak.

“Nantinya, sampah akan dipilah di TPST, dan yang tidak bisa diolah akan dibawa ke TPA. Kabupaten Kerinci harus memiliki TPA,” tegas Neneng.

Saat ini, DLH telah menjalin koordinasi dengan kementerian terkait, termasuk Kementerian PUPR, meski masih terdapat sejumlah persyaratan administrasi yang harus dilengkapi.

Jajaki Kerja Sama dengan Industri Sebagai langkah inovatif, DLH juga tengah menjajaki kerja sama dengan PT Semen Padang untuk pemanfaatan sampah sebagai bahan bakar alternatif.

Baca Juga :  Pemkab Kerinci Gelar Safari Ramadhan 1447 H, Bupati Minta OPD Perkuat Silaturahmi

Perusahaan tersebut mulai mengurangi penggunaan batu bara dan beralih ke bahan bakar alternatif seperti limbah domestik, wood pellet, dan bahan bakar cair. Namun, kerja sama ini masih menunggu penandatanganan nota kesepahaman (MoU).

Sampah Liar dan Bank Sampah Jadi Perhatian.untuk mengatasi sampah liar, DLH akan memperkuat koordinasi hingga tingkat kecamatan dan RT agar tersedia Tempat Penampungan Sementara (TPS), yang kemudian akan diangkut oleh DLH.

Sementara itu, program bank sampah di Kerinci masih terbatas. Saat ini baru terdapat satu inisiatif di Desa Pelompek, Kecamatan Gunung Tujuh, namun belum berjalan optimal.

Kolaborasi Jadi Kunci
DLH berharap ke depan pengelolaan sampah di Kerinci dapat berjalan lebih sistematis, didukung infrastruktur memadai serta meningkatnya kesadaran masyarakat.

Kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan pihak swasta dinilai menjadi kunci utama agar persoalan sampah tidak lagi menjadi masalah berkepanjangan. (Red/*)

Berita Terkait

Cetak Generasi Qur’ani, Bupati Monadi Buka Seleksi Beasiswa Kerinci Cerdas 2026
Museum Kerinci Resmi Terdaftar Nasional, Perkuat Pelestarian Budaya
Tujuh Kandidat Direksi Perumda Tirta Sakti Kerinci, Empat Tersingkir, Tiga Lolos ke Tahap Akhir
Sudah Lama Mengabdi, PPPK Paruh Waktu Kerinci Kini Menanti Kepastian Kontrak
Warga Lubuk Suli Kecewa Dengan Pemda Dan Anggota Dewan Pemilihan Davil 3 Jalan Ditanami Pohon Pisang
Empat Tahun Tak Diperbaiki, Pemuda Lubuk Suli Tanam Pisang di Tengah Jalan
Kerinci Juara GSI Jambi 2026, Borong Gelar Individu
Ny. Hanny Hernawan Resmi Jabat Ketua Bhayangkari Cabang Polres Kerinci, Gantikan Ny. Esse Ramadhanil
Berita ini 108 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 20 Oktober 2026 - 17:38 WIB

Cetak Generasi Qur’ani, Bupati Monadi Buka Seleksi Beasiswa Kerinci Cerdas 2026

Kamis, 15 Oktober 2026 - 20:21 WIB

Museum Kerinci Resmi Terdaftar Nasional, Perkuat Pelestarian Budaya

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 21:05 WIB

Tujuh Kandidat Direksi Perumda Tirta Sakti Kerinci, Empat Tersingkir, Tiga Lolos ke Tahap Akhir

Selasa, 6 Oktober 2026 - 21:03 WIB

Sudah Lama Mengabdi, PPPK Paruh Waktu Kerinci Kini Menanti Kepastian Kontrak

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 18:39 WIB

Warga Lubuk Suli Kecewa Dengan Pemda Dan Anggota Dewan Pemilihan Davil 3 Jalan Ditanami Pohon Pisang

Berita Terbaru