Jakarta, jentik.id-Kecelakaan maut antara KRL dan KA Argo Bromo Anggrek di Bekasi menewaskan 15 orang. Dari jumlah itu, satu korban berasal dari Jambi, yaitu Nur Alimantun Citra Lestari (19), warga Pasar Jambi.
Nur Alimantun masuk dalam daftar 10 jenazah pertama yang tim DVI Polri identifikasi. Petugas lalu menyerahkan jenazah itu kepada keluarga pada Selasa (28/4/2026) malam.
Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polri menyerahkan 10 kantong jenazah setelah menyelesaikan pencocokan data antemortem dan postmortem di RS Polri Kramat Jati.
Karodokpol Pusdokkes Polri, Nyoman Eddy Purnama Wirawan, sebelumnya mengumumkan identitas para korban di RS Polri Kramat Jati, termasuk korban asal Jambi tersebut.
Selain Nur Alimantun, korban lain berasal dari Bekasi dan Jakarta Timur. Mereka antara lain Anita Sari, Harum Anjasari, Faridha Utami, hingga Rinjani Novitasari.
Proses Identifikasi Korban
Kepala RS Bhayangkara Tk I Pusdokkes Polri, Brigjen Pol dr Prima Heru Yulihartono, memastikan tim medis menjalankan seluruh prosedur identifikasi sesuai standar forensik.
Tim memakai data primer seperti sidik jari. Tim juga menggunakan data sekunder seperti ciri medis dan barang pribadi korban.
Setelah tim memastikan semua data valid, keluarga korban langsung berpindah dari ruang antemortem ke ruang forensik untuk menerima jenazah.
Sementara itu, lima jenazah lainnya masih berada di rumah sakit lain. Tiga jenazah berada di RSUD Bekasi, satu jenazah di RS Bella, dan satu jenazah di RS Mitra Keluarga Bekasi Timur.
Kronologi Kecelakaan
Kecelakaan terjadi pada Senin (27/4/2026) malam di emplasemen Stasiun Bekasi Timur KM 28+920.
Peristiwa bermula saat KRL jurusan Cikarang diduga menabrak sebuah taksi di perlintasan sebidang. Benturan itu membuat rangkaian KRL berhenti di jalur rel.
Dalam kondisi itu, KA Argo Bromo Anggrek melaju dari arah belakang. Masinis tidak sempat menghindar sehingga kereta langsung menghantam rangkaian KRL.
Benturan keras itu menewaskan 15 orang. Selain itu, 76 orang mengalami luka-luka. Total korban terdampak mencapai 91 orang.
Meski kecelakaan cukup parah, seluruh 240 penumpang KA Argo Bromo Anggrek selamat.
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto, mengatakan jumlah korban meninggal tetap 15 orang hingga Selasa siang.
Sopir Taksi Selamat dan Diperiksa Polisi
Sopir taksi Green SM yang diduga menjadi pemicu awal kecelakaan selamat.
Polisi langsung mengamankan sopir itu di Polres Metro Bekasi Kota. Polisi meminta keterangan lebih lanjut terkait insiden yang menewaskan belasan orang tersebut.
Hingga kini, polisi masih menyelidiki penyebab pasti kecelakaan itu.
Di sisi lain, keluarga korban, termasuk keluarga korban asal Jambi, mulai membawa pulang jenazah untuk dimakamkan. (nr*)









