Duka Mendalam, Korban Asal Jambi dalam Kecelakaan KRL Bekasi Berhasil Diidentifikasi

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 29 April 2026 - 11:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gerbong wanita KRL Jakarta-Cikarang ringsek usai mengalami kecelakaan dengan KA Argo Bromo Anggrek di Stasiun Bekasi Timur, proses evakuasi bangkai kereta berlangsung pada Selasa (28/4/2026). Tribun Jakarta/Yusuf Bachtiar/Yusuf Bachtiar 


Artikel ini telah tayang di TribunJambi.com dengan judul Korban Asal Jambi Teridentifikasi, Jenazah Kecelakaan KRL Bekasi Diserahkan ke Keluarga

Gerbong wanita KRL Jakarta-Cikarang ringsek usai mengalami kecelakaan dengan KA Argo Bromo Anggrek di Stasiun Bekasi Timur, proses evakuasi bangkai kereta berlangsung pada Selasa (28/4/2026). Tribun Jakarta/Yusuf Bachtiar/Yusuf Bachtiar Artikel ini telah tayang di TribunJambi.com dengan judul Korban Asal Jambi Teridentifikasi, Jenazah Kecelakaan KRL Bekasi Diserahkan ke Keluarga

Jakarta, jentik.id-Kecelakaan maut antara KRL dan KA Argo Bromo Anggrek di Bekasi menewaskan 15 orang. Dari jumlah itu, satu korban berasal dari Jambi, yaitu Nur Alimantun Citra Lestari (19), warga Pasar Jambi.

Nur Alimantun masuk dalam daftar 10 jenazah pertama yang tim DVI Polri identifikasi. Petugas lalu menyerahkan jenazah itu kepada keluarga pada Selasa (28/4/2026) malam.

Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polri menyerahkan 10 kantong jenazah setelah menyelesaikan pencocokan data antemortem dan postmortem di RS Polri Kramat Jati.

Karodokpol Pusdokkes Polri, Nyoman Eddy Purnama Wirawan, sebelumnya mengumumkan identitas para korban di RS Polri Kramat Jati, termasuk korban asal Jambi tersebut.

Selain Nur Alimantun, korban lain berasal dari Bekasi dan Jakarta Timur. Mereka antara lain Anita Sari, Harum Anjasari, Faridha Utami, hingga Rinjani Novitasari.

Proses Identifikasi Korban

Kepala RS Bhayangkara Tk I Pusdokkes Polri, Brigjen Pol dr Prima Heru Yulihartono, memastikan tim medis menjalankan seluruh prosedur identifikasi sesuai standar forensik.

Baca Juga :  Wawako Azhar Ajak Akademisi Kawal Implementasi PP 55/2025 di Sungai Penuh

Tim memakai data primer seperti sidik jari. Tim juga menggunakan data sekunder seperti ciri medis dan barang pribadi korban.

Setelah tim memastikan semua data valid, keluarga korban langsung berpindah dari ruang antemortem ke ruang forensik untuk menerima jenazah.

Sementara itu, lima jenazah lainnya masih berada di rumah sakit lain. Tiga jenazah berada di RSUD Bekasi, satu jenazah di RS Bella, dan satu jenazah di RS Mitra Keluarga Bekasi Timur.

Kronologi Kecelakaan

Kecelakaan terjadi pada Senin (27/4/2026) malam di emplasemen Stasiun Bekasi Timur KM 28+920.

Peristiwa bermula saat KRL jurusan Cikarang diduga menabrak sebuah taksi di perlintasan sebidang. Benturan itu membuat rangkaian KRL berhenti di jalur rel.

Dalam kondisi itu, KA Argo Bromo Anggrek melaju dari arah belakang. Masinis tidak sempat menghindar sehingga kereta langsung menghantam rangkaian KRL.

Baca Juga :  Puncak HUT ke-80 Bhayangkara, Polres Kerinci Gelar Upacara Kapolres AKBP Ramadhani  Bacakan Amanat Presiden RI

Benturan keras itu menewaskan 15 orang. Selain itu, 76 orang mengalami luka-luka. Total korban terdampak mencapai 91 orang.

Meski kecelakaan cukup parah, seluruh 240 penumpang KA Argo Bromo Anggrek selamat.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto, mengatakan jumlah korban meninggal tetap 15 orang hingga Selasa siang.

Sopir Taksi Selamat dan Diperiksa Polisi

Sopir taksi Green SM yang diduga menjadi pemicu awal kecelakaan selamat.

Polisi langsung mengamankan sopir itu di Polres Metro Bekasi Kota. Polisi meminta keterangan lebih lanjut terkait insiden yang menewaskan belasan orang tersebut.

Hingga kini, polisi masih menyelidiki penyebab pasti kecelakaan itu.

Di sisi lain, keluarga korban, termasuk keluarga korban asal Jambi, mulai membawa pulang jenazah untuk dimakamkan. (nr*)

Berita Terkait

35 Tahun Beroperasi, Tiga Traffic Light di Sungai Penuh Segera Diganti
Tim SAR Gabungan Kerahkan Lima Kapal Cari Lima Jurnalis yang Hilang Saat Liputan Gunung Anak Krakatau
Bukan Sekadar Usia, Ini Alasan SIM B Punya Batas Lebih Tinggi dari SIM A
Abu Gunung Anak Krakatau Menyebar, Sejumlah Daerah Alihkan Sekolah ke PJJ
Abu Vulkanik Anak Krakatau Ganggu Penerbangan, Ini Alasannya
Kebakaran TPA Putri Cempo Belum Padam, Warga Keluhkan Gejala ISPA
Semeru Erupsi dan Luncurkan Lava Pijar Saat Kawasan TNBTS Masih Terbakar
Paripurna Anggaran Berujung Adu Jotos, Ketua DPRD Ende Dilaporkan ke Polisi
Berita ini 17 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 9 September 2026 - 14:45 WIB

35 Tahun Beroperasi, Tiga Traffic Light di Sungai Penuh Segera Diganti

Rabu, 9 September 2026 - 11:26 WIB

Tim SAR Gabungan Kerahkan Lima Kapal Cari Lima Jurnalis yang Hilang Saat Liputan Gunung Anak Krakatau

Senin, 7 September 2026 - 12:28 WIB

Bukan Sekadar Usia, Ini Alasan SIM B Punya Batas Lebih Tinggi dari SIM A

Senin, 7 September 2026 - 10:13 WIB

Abu Gunung Anak Krakatau Menyebar, Sejumlah Daerah Alihkan Sekolah ke PJJ

Senin, 7 September 2026 - 08:47 WIB

Abu Vulkanik Anak Krakatau Ganggu Penerbangan, Ini Alasannya

Berita Terbaru

Kursi Menkeu Purbaya di serahkan pada Suahsil.

Ekonomi

Kursi Menkeu Diserahkan Tanggung Jawab kepada Suahasil Nazara

Selasa, 15 Sep 2026 - 12:28 WIB

Nurul dan Fares terima kado besti dari Discukcapil Kota Sungai Penuh. (Dok. Ft: Meri)

Pemerintahan

Discukcapil Beri Kado Besti untuk Nurul dan Fares di Hari Bahagia

Selasa, 15 Sep 2026 - 11:01 WIB