Pilih Konsumsi Cerdas Berkaitan Dengan Risiko Diabetes, Stroke, Jantung Dan Gagal Ginjal

Kesehatan

Avatar photo

- Jurnalis

Kamis, 14 Mei 2026 - 12:34 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, mengimbau masyarakat memanfaatkan label Nutri-Level sebagai panduan dalam memilih produk makanan dan minuman yang lebih sehat.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, mengimbau masyarakat memanfaatkan label Nutri-Level sebagai panduan dalam memilih produk makanan dan minuman yang lebih sehat.

Jakarta, jentik.id Organisasi Kesehatan Dunia atau World Health Organization (WHO) kembali mengingatkan masyarakat agar membatasi konsumsi gula harian sesuai kebutuhan tubuh.

WHO merekomendasikan konsumsi gula maksimal 10 persen dari total kebutuhan energi atau sekitar 50 gram per hari, dengan batas ideal sekitar 25 gram per hari.

Peringatan tersebut semakin relevan seiring mulai diterapkannya label Nutri-Level pada gerai makanan dan minuman di Indonesia.

Sejumlah menu populer bahkan langsung masuk kategori paling tidak sehat karena tingginya kandungan gula.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, mengimbau masyarakat memanfaatkan label Nutri-Level sebagai panduan dalam memilih produk makanan dan minuman yang lebih sehat.

Di sejumlah gerai minuman kekinian di kawasan Lippo Mall Nusantara, Jakarta Selatan, label tersebut sudah mulai dicantumkan. Beberapa produk tercatat berada pada kategori D atau tingkat tertinggi kandungan gula, garam, dan lemak.

Baca Juga :  128 calon Jemaah Haji Kota Sungai Penuh Jalani Vaksinasi Kesehatan

Salah satu contohnya adalah varian brown sugar boba milk dari Xing Fu Tang yang memiliki kadar gula di atas 16 persen. Selain itu, minuman ovaltine milk juga masuk kategori D dengan kandungan gula lebih dari 12,5 persen.

Kadar gula 12 persen setara dengan sekitar 60 gram gula jika dihitung berdasarkan kebutuhan 2.000 kalori per hari.

Jumlah tersebut dinilai telah melampaui batas aman konsumsi harian yang direkomendasikan WHO.

“Pastikan nanti kalau makan dan minum, pilih produk yang sehat, pilih yang A sama B. Kalau D boleh, tapi seminggu sekali saja,” ujar Budi Gunadi

Sadikin dikutip dari detikHealth di Jakarta, Selasa, usai peluncuran label tersebut.
Nutri-Level merupakan sistem pelabelan gizi berbasis warna dan huruf mulai dari A hingga D yang menunjukkan tingkat kandungan gula, garam, dan lemak dalam produk makanan dan minuman siap saji.

Baca Juga :  Benarkah Bayi Langsung Terdaftar JKN? Begini Penjelasan BPJS

Kategori A ditandai warna hijau tua dengan kandungan paling rendah, disusul kategori B berwarna hijau muda dengan kadar rendah. Sementara kategori C berwarna kuning menunjukkan kadar sedang yang perlu dikonsumsi secara bijak, dan kategori D berwarna merah menandakan kandungan tinggi yang sebaiknya dibatasi.

Penerapan label ini menjadi salah satu langkah pemerintah dalam menekan tingginya konsumsi gula, garam, dan lemak yang berkontribusi terhadap meningkatnya kasus penyakit tidak menular seperti Diabetes, Stroke, penyakit jantung, kanker, hingga gagal ginjal.

Menkes juga menyoroti tingginya angka penderita diabetes di Indonesia yang diperkirakan mencapai 11,3 persen atau sekitar 30 juta orang. Menurutnya, komplikasi penyakit seperti gagal ginjal tidak hanya menurunkan kualitas hidup pasien, tetapi juga menjadi beban besar bagi sistem kesehatan nasional secara ekonomi.(asy*)

Berita Terkait

Siapapun Penjabat Direktur RSUD MH Thalib, Bila Rotasi Menyeluruh Pegawai Terabaikan Potensi Gangguan Pelayanan Bakal Terulang
Banjir dan Tikus Picu Risiko Hantavirus, Kemenkes Beri Peringatan Keras
Jakarta Temukan 4 Kasus Hantavirus, Satu Pasien Kini Jalani Isolasi
Waspada, Sakit Kepala Berulang Kini Banyak Dialami Anak Muda Produktif
Komitmen Presiden Prabowo Subianto Segera Perbaiki Seluruh Puskesmas di Indonesia
Usulan Bupati Monadi Dikabulkan Menkes RI Kabupaten Kerinci Segera Miliki RSUD Tipe C
Wabah Demam Babi Landa Jepang, 3.000 Ekor Babi Dimusnahkan di Shizuoka
Mencegah Penyebaran Penyakit Hewan Jelang Idul Adha Petugas Karantina Dan UPTD Meperketat Pintun Masuk Keluar Ternak.
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 14 Mei 2026 - 12:34 WIB

Pilih Konsumsi Cerdas Berkaitan Dengan Risiko Diabetes, Stroke, Jantung Dan Gagal Ginjal

Rabu, 13 Mei 2026 - 21:19 WIB

Siapapun Penjabat Direktur RSUD MH Thalib, Bila Rotasi Menyeluruh Pegawai Terabaikan Potensi Gangguan Pelayanan Bakal Terulang

Selasa, 12 Mei 2026 - 10:17 WIB

Banjir dan Tikus Picu Risiko Hantavirus, Kemenkes Beri Peringatan Keras

Senin, 11 Mei 2026 - 20:01 WIB

Jakarta Temukan 4 Kasus Hantavirus, Satu Pasien Kini Jalani Isolasi

Senin, 11 Mei 2026 - 14:31 WIB

Waspada, Sakit Kepala Berulang Kini Banyak Dialami Anak Muda Produktif

Berita Terbaru