Jakarta, jentik.id – Varikokel menjadi salah satu faktor terbesar penyebab gangguan kesuburan atau infertilitas pada pria. Karena itu, kaum pria dianjurkan melakukan pemeriksaan kualitas sperma sebelum menikah maupun saat menjalani program kehamilan.
Dokter spesialis andrologi dari Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo, Prof. Dr. dr. Silvia Werdhy Lestari, Sp.And., M.Biomed menjelaskan, varikokel merupakan kondisi pembengkakan atau pelebaran pembuluh darah vena di dalam skrotum atau kantung zakar yang dapat memengaruhi kualitas sperma.
“Ada yang gangguan post-testicular biasanya transportasinya, ada varikokel di situlah jadinya faktor prianya, paling besar pertama itu adalah varikokel, tapi bukan berarti ada varikokel spermanya jelek,” kata Silvia di Klinik Yasmin RSCM, Jakarta, Selasa.(26/5)
Menurut Silvia, varikokel dapat dipicu oleh kebiasaan maupun gaya hidup yang sering tidak disadari, seperti terlalu sering mengangkat beban berat, berendam air panas, hingga menggunakan celana ketat yang menyebabkan suhu area skrotum meningkat.
Ia menjelaskan, penyebab utama varikokel adalah kerusakan atau tidak berfungsinya katup satu arah pada pembuluh vena. Akibatnya, darah mengalir balik dan menumpuk di area skrotum sehingga pembuluh darah mengalami pembengkakan.
Silvia mengatakan, penanganan varikokel bergantung pada kondisi masing-masing pasien. Pada kasus tertentu yang disertai keluhan nyeri atau ketidaknyamanan, tindakan operasi dapat dilakukan, meski tidak selalu menjadi keharusan.
“Yang kita lebih khawatirkan bagaimana kualitas spermanya dulu, itu untuk fertilitas. Kalau misalnya varikokel grade 3 untuk indikasi operasi tapi spermanya masih banyak, DNA-nya masih bagus ya tidak apa-apa, kita mesti lihatnya per kasus,” ujarnya.
Untuk meningkatkan kualitas sperma dan mengatasi gangguan kesuburan pria, Silvia menyarankan penerapan pola hidup sehat, seperti mengonsumsi makanan bergizi tinggi protein dengan pengolahan yang sehat, rutin berolahraga, serta menghentikan kebiasaan merokok.
Selain itu, konsumsi vitamin untuk memperbaiki nutrisi tubuh juga dinilai dapat membantu menjaga kesehatan reproduksi pria.
Ia menegaskan, infertilitas bukan hanya disebabkan faktor perempuan, melainkan juga dapat berasal dari pihak pria. Karena itu, pemeriksaan kesuburan pria penting dilakukan sejak dini.
“Bahwa memang infertilitas itu tidak ngomongin yang ibunya saja, tapi ada bapak-bapaknya. Sebenarnya laki-laki juga menyebabkan faktor infertilitas, jadi kalau kita menyelesaikan infertilitas pria, berarti kita sudah menyelesaikan faktor infertilitas sebanyak separuhnya,” kata Silvia
Jika kondisi ini berlangsung lama, sangat disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter spesialis andrologi untuk penanganan yang tepat, seperti pemeriksaan USG Doppler, perubahan gaya hidup, atau terapi obat-obatan(asy*)









