Nilai Tukar Rupiah Kian Rapuh Terhadap Dolar AS Tembus Rp17.858

Avatar photo

- Jurnalis

Kamis, 28 Mei 2026 - 14:35 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Berdasarkan data Bloomberg pada Kamis (28/5) sekitar pukul 09.10 WIB, nilai tukar dolar AS berada di level Rp17.858 atau menguat 57 poin setara 0,32 persen terhadap rupiah. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengaku heran sekaligus prihatin terhadap pelemahan rupiah yang dinilai cukup dalam.

Berdasarkan data Bloomberg pada Kamis (28/5) sekitar pukul 09.10 WIB, nilai tukar dolar AS berada di level Rp17.858 atau menguat 57 poin setara 0,32 persen terhadap rupiah. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengaku heran sekaligus prihatin terhadap pelemahan rupiah yang dinilai cukup dalam.

Jakarta, jentik.id — Nilai tukar rupiah kembali mengalami tekanan terhadap dolar Amerika Serikat (AS) hingga menembus level psikologis Rp17.858 per dolar AS.

Rapuhnya nilai tukar mata uang Garuda dipicu oleh meningkatnya sentimen global, terutama ketidakpastian geopolitik di Timur Tengah serta kekhawatiran pasar terhadap kondisi ekonomi global.

Selain faktor eksternal, tekanan terhadap rupiah juga dipengaruhi kekhawatiran atas defisit transaksi berjalan Indonesia pada kuartal I 2026 serta penguatan indeks dolar AS secara luas di pasar internasional.

Kondisi tersebut mendorong investor cenderung memilih aset safe haven berbasis dolar AS.

Berdasarkan data Bloomberg pada Kamis (28/5) sekitar pukul 09.10 WIB, nilai tukar dolar AS berada di level Rp17.858 atau menguat 57 poin setara 0,32 persen terhadap rupiah.

Baca Juga :  Kebijakan Presiden Prabowo Subianto Harga Pupuk Bersubsidi Turunkan 20 Persen Bantu Petani

Penguatan dolar AS juga terjadi terhadap sejumlah mata uang utama dunia. Mata uang Negeri Paman Sam tercatat menguat 0,51 persen terhadap won Korea Selatan dan naik 0,05 persen terhadap yen Jepang. Selain itu, dolar AS juga menguat 0,09 persen terhadap dolar Kanada serta naik 0,20 persen terhadap franc Swiss.

Sementara terhadap dolar Hong Kong, dolar AS tercatat melemah tipis 0,03 persen.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengaku heran sekaligus prihatin terhadap pelemahan rupiah yang dinilai cukup dalam.

Menurutnya, level dolar AS yang menyentuh Rp17.858 tidak mencerminkan kondisi fundamental ekonomi Indonesia saat ini.

“Fundamental ekonomi Indonesia sebenarnya masih bagus. Biasanya pelemahan tajam terjadi ketika ada gangguan fundamental, tetapi sekarang kondisinya berbeda,” ujar Purbaya

Baca Juga :  Presiden Tetapkan Target Rupiah di Kisaran Rp16.800–Rp17.500

Meski rupiah tertekan, Purbaya menilai kondisi pasar obligasi domestik masih relatif terkendali. Hal itu terlihat dari penurunan imbal hasil (yield) obligasi pemerintah Indonesia yang dinilai menjadi sinyal positif bagi pasar keuangan nasional.

Menurut dia, pemerintah bersama otoritas terkait terus melakukan langkah stabilisasi melalui intervensi di pasar Surat Berharga Negara (SBN) atau treasury operation guna menjaga kestabilan nilai tukar rupiah dan mempertahankan arus modal asing tetap masuk ke Indonesia.

Pemerintah, lanjut Purbaya, juga akan terus memantau perkembangan pasar global dan menyiapkan langkah lanjutan untuk meredam volatilitas rupiah di tengah tingginya ketidakpastian ekonomi dunia.(asy*).

Berita Terkait

Prabowo dan Macron Hadiri Peluncuran France–Indonesia High Level Business Council
Tercatat Progres Pelaporan SPT Capai 13,45 Juta Hingga Mei 2026
2 Juni Taspen Resmi Cair Gaji Ke 13 Pensiunan ASN Belum Ada Regulasi Kenaikan Gaji.
Rupiah Tembus Rp 17.905 per Dolar AS, Pelemahan Jadi Sorotan Pasar
Gebrakan Energi! BRIN dan PalmCo Ubah Limbah Sawit Jadi Gas Pengganti LPG
Kenaikan Suku Bunga AS Tekan Harga Emas Dunia, Turun 1,4 Persen
Purbaya Pastikan APBN Aman Meski Rupiah Tembus Rp 18.000 per Dolar AS
Kepercayaan Pasar Jadi Kunci Hadapi Tekanan Rupiah 
Berita ini 7 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 30 Mei 2026 - 00:10 WIB

Prabowo dan Macron Hadiri Peluncuran France–Indonesia High Level Business Council

Jumat, 29 Mei 2026 - 23:42 WIB

Tercatat Progres Pelaporan SPT Capai 13,45 Juta Hingga Mei 2026

Jumat, 29 Mei 2026 - 11:39 WIB

2 Juni Taspen Resmi Cair Gaji Ke 13 Pensiunan ASN Belum Ada Regulasi Kenaikan Gaji.

Jumat, 29 Mei 2026 - 09:04 WIB

Rupiah Tembus Rp 17.905 per Dolar AS, Pelemahan Jadi Sorotan Pasar

Kamis, 28 Mei 2026 - 15:49 WIB

Gebrakan Energi! BRIN dan PalmCo Ubah Limbah Sawit Jadi Gas Pengganti LPG

Berita Terbaru