Rupiah Dekati Rp18.000 per Dolar AS, Ini Penyebabnya

Avatar photo

- Jurnalis

Kamis, 4 Juni 2026 - 12:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Petugas menyusun yang dolar AS dan rupiah di Bank Syariah Indonesia (BSI), Bekasi, Jawa Barat, Jumat (21/2/2025). Nilai tukar rupiah (kurs) pada pembukaan perdagangan hari Jumat (21/2). Foto: ANTARA FOTO/ Fakhri Hermansyah

Petugas menyusun yang dolar AS dan rupiah di Bank Syariah Indonesia (BSI), Bekasi, Jawa Barat, Jumat (21/2/2025). Nilai tukar rupiah (kurs) pada pembukaan perdagangan hari Jumat (21/2). Foto: ANTARA FOTO/ Fakhri Hermansyah

JAKARTA, jentik.id – Nilai tukar rupiah kembali melemah dan mendekati Rp18.000 per dolar AS pada perdagangan Rabu (3/6/2026). Berdasarkan data Bloomberg hingga pukul 12.00 WIB, rupiah turun 88,50 poin atau 0,50 persen ke level Rp17.927 per dolar AS.

Tekanan terhadap rupiah datang dari faktor global dan domestik. Ketegangan di Timur Tengah mendorong kenaikan harga minyak dunia dan meningkatkan permintaan dolar AS sebagai aset aman.

Kepala Ekonom PermataBank, Josua Pardede, mengatakan pelemahan rupiah saat ini tidak hanya dipengaruhi faktor musiman, tetapi juga tekanan ekonomi global dan dalam negeri.

Menurutnya, pasar masih mencermati hubungan Amerika Serikat dan Iran yang berpotensi mengganggu pasokan energi global. Kenaikan harga minyak ikut menambah beban negara pengimpor energi, termasuk Indonesia.

Baca Juga :  Sekwan DPRD Kerinci Bersama Staf Pantau Harga Kebutuhan Bahan Pokok Juga Bebelanja Di Pasar Harian Senin Siulak

Sebagai negara pengimpor minyak dan LPG, Indonesia membutuhkan lebih banyak dolar AS saat harga energi naik. Kondisi ini ikut menekan nilai tukar rupiah.

Dari dalam negeri, surplus perdagangan yang menyusut juga mengurangi pasokan dolar. Pada April 2026, surplus perdagangan Indonesia hanya mencapai 0,09 miliar dolar AS, turun dari 3,32 miliar dolar AS pada Maret.

Sementara itu, kebutuhan impor bahan baku, energi, dan barang modal masih tinggi sehingga permintaan dolar tetap kuat.

Inflasi juga mulai meningkat. Pada Mei 2026, inflasi mencapai 3,08 persen, naik dari 2,42 persen pada April. Kenaikan biaya impor dan energi menjadi salah satu pemicunya.

Meski demikian, Josua melihat peluang stabilisasi rupiah karena kebutuhan dolar untuk pembayaran dividen dan musim haji mulai berkurang.

Baca Juga :  Rupiah Melemah ke Rp18.188 per Dolar AS, Dipicu Memanasnya Tensi Geopolitik dan Kuatnya Data Ekonomi AS

Ia memperkirakan rupiah dapat menguat ke kisaran Rp17.600-Rp17.750 per dolar AS jika harga minyak turun, modal asing kembali masuk, dan kepercayaan pasar membaik.

Sebaliknya, jika harga minyak terus naik dan risiko global meningkat, rupiah berpotensi bertahan di kisaran Rp17.800-Rp18.000 per dolar AS.

Pengamat pasar modal Ibrahim Assuaibi menilai kenaikan harga minyak menjadi pemicu utama pelemahan rupiah. Selain itu, ketidakpastian hubungan AS dan Iran juga meningkatkan kekhawatiran pasar.

Menurut Ibrahim, tingginya kebutuhan dolar untuk impor energi, pembayaran dividen, dan kewajiban utang turut menekan rupiah. Karena itu, pemerintah perlu menjaga stabilitas ekonomi, memperkuat daya beli masyarakat, dan mendorong investasi agar modal asing kembali masuk ke Indonesia. (nr*)

Berita Terkait

DPRD Sungai Penuh Sidak SPBU Playang Raya, Soroti Dugaan Pungutan Liar Nomor Antrian Isi BBM
Wali Kota Alfin Resmikan Gen Auto Care Anak Perusahaann, PT Tren Gen Hurizon
Inflasi AS Belum Jinak, Pejabat The Fed Dorong Kenaikan Suku Bunga
Purbaya Sebut PFII Belum Mendesak Dibangun di IKN karena Kawasan Masih Sepi
Harga BBM Nonsubsidi Resmi Turun di Seluruh Indonesia Pertamax Turbo hingga Dexlite
KPK Lelang Aset Rampasan 25 Kasus Korupsi, Rp39,8 Miliar Disetor ke Kas Negara
Harga Minyak Dunia Turun, Pertamina Siapkan Penyesuaian Harga BBM Nonsubsidi Mulai Juli 2026
7.000 Pekerja Terancam PHK, Dua Perusahaan Komponen Otomotif Jepang Berencana Pindahkan Produksi ke Vietnam
Berita ini 7 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 27 Juli 2026 - 18:11 WIB

DPRD Sungai Penuh Sidak SPBU Playang Raya, Soroti Dugaan Pungutan Liar Nomor Antrian Isi BBM

Minggu, 26 Juli 2026 - 18:16 WIB

Wali Kota Alfin Resmikan Gen Auto Care Anak Perusahaann, PT Tren Gen Hurizon

Senin, 20 Juli 2026 - 14:43 WIB

Inflasi AS Belum Jinak, Pejabat The Fed Dorong Kenaikan Suku Bunga

Minggu, 19 Juli 2026 - 09:40 WIB

Purbaya Sebut PFII Belum Mendesak Dibangun di IKN karena Kawasan Masih Sepi

Kamis, 2 Juli 2026 - 22:48 WIB

Harga BBM Nonsubsidi Resmi Turun di Seluruh Indonesia Pertamax Turbo hingga Dexlite

Berita Terbaru