Tren Umrah Plus: Ibadah Suci yang Kini Menyatu dengan Wisata Global

Avatar photo

- Jurnalis

Senin, 8 Juni 2026 - 10:41 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi umrah. Foto: Shutterstock

Ilustrasi umrah. Foto: Shutterstock

Saudi, jentik.idMusim haji yang baru berlalu kembali meninggalkan kerinduan jutaan umat Islam Indonesia untuk beribadah ke Tanah Suci. Namun, keterbatasan kuota membuat banyak calon jamaah harus menunggu sangat lama, bahkan hingga puluhan tahun di beberapa daerah.

Kementerian Haji dan Umrah mencatat kuota haji Indonesia hanya sekitar 221.000 jamaah per tahun, sementara jumlah pendaftar terus meningkat. Kondisi ini membuat daftar tunggu haji reguler mencapai belasan hingga puluhan tahun.

Situasi tersebut mendorong banyak orang beralih ke umrah sebagai alternatif ibadah. Umrah tidak memiliki antrean panjang seperti haji dan biayanya juga lebih terjangkau, berkisar Rp27 juta hingga Rp38 juta. Sementara itu, Haji Plus bisa menembus lebih dari Rp120 juta.

Baca Juga :  Spanyol Tegas! Tak Izinkan AS Gunakan Pangkalan Militer untuk Serang Iran

Peningkatan minat ini mendorong pelaku biro perjalanan untuk bersaing ketat. Mereka terus berinovasi dengan menawarkan berbagai paket perjalanan, salah satunya konsep “Umrah Plus”.

Paket ini menggabungkan ibadah umrah dengan perjalanan wisata ke beberapa negara, seperti Turki, Dubai, atau Mesir. Model ini menarik minat kelas menengah yang ingin menggabungkan ibadah dan pengalaman wisata.

Dari sisi perilaku konsumen, umrah kini tidak hanya dipandang sebagai ibadah, tetapi juga bagian dari wisata spiritual. Banyak jamaah menggabungkan kebutuhan ibadah dengan keinginan untuk menikmati perjalanan dan kenyamanan.

Baca Juga :  Langit Timur Tengah Membara, Drone Iran Serang Target Militer Israel–AS

Fenomena ini menunjukkan pergeseran cara pandang masyarakat terhadap ibadah di era modern. Pelaku industri perjalanan juga memanfaatkan tren ini untuk memperluas pasar dan meningkatkan layanan.

Pada akhirnya, Umrah Plus berkembang sebagai bagian dari industri wisata religi yang terus tumbuh. Perpaduan antara ibadah dan wisata kini menjadi pilihan baru bagi sebagian masyarakat Muslim Indonesia di era pasar bebas. (nr*)

Berita Terkait

Konflik Bersenjata Pecah di Somalia, Presiden Tolak Lengser dan Picu Krisis Politik
Resmi Dimulai! Kloter Pertama Jemaah Haji Indonesia Tinggalkan Arab Saudi.
Jemaah Haji Jambi Tuntaskan Armuzna, Tawaf Ifadah Jadi Penentu Akhir Ibadah
Ketegangan AS dan Iran Meledak Lagi Saat Negosiasi Damai Masih Berjalan
Tak Jadi Kurban, Kerbau Viral “Donald Trump” Dipindah ke Kebun Binatang Nasional
Pulang Bertahap Dimulai 1 Juni 2026, Ini Jadwal Kepulangan Jemaah Haji Indonesia
Duka di Arafah! Jemaah Haji Asal Kerinci Wafat, PPIH Siapkan Badal Haji
Duka dari Tanah Suci, Jemaah Haji Asal Sarolangun Jambi Wafat di Makkah
Berita ini 5 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 8 Juni 2026 - 10:41 WIB

Tren Umrah Plus: Ibadah Suci yang Kini Menyatu dengan Wisata Global

Jumat, 5 Juni 2026 - 15:37 WIB

Konflik Bersenjata Pecah di Somalia, Presiden Tolak Lengser dan Picu Krisis Politik

Senin, 1 Juni 2026 - 12:01 WIB

Resmi Dimulai! Kloter Pertama Jemaah Haji Indonesia Tinggalkan Arab Saudi.

Minggu, 31 Mei 2026 - 18:42 WIB

Jemaah Haji Jambi Tuntaskan Armuzna, Tawaf Ifadah Jadi Penentu Akhir Ibadah

Jumat, 29 Mei 2026 - 15:47 WIB

Ketegangan AS dan Iran Meledak Lagi Saat Negosiasi Damai Masih Berjalan

Berita Terbaru

Ilustrasi umrah. Foto: Shutterstock

Internasional

Tren Umrah Plus: Ibadah Suci yang Kini Menyatu dengan Wisata Global

Senin, 8 Jun 2026 - 10:41 WIB

Kepala Kantor Kemenhaj Sarolangun, Raja Kurnain Ahmad.-Ist-

Nasional

Kemenhaj Pastikan Asuransi Jamaah Wafat Tetap Cair

Senin, 8 Jun 2026 - 08:12 WIB