Rupiah Melemah, Pemerintah Beri Subsidi Kedelai Rp 2.000 per Kg untuk Perajin

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 10 Juni 2026 - 07:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pekerja mengolah kedelai menjadi tahu di pabrik tahu kawasan Duren Tiga, Jakarta, Rabu (25/2/2026). Foto: Jamal Ramadhan/kumparan

Pekerja mengolah kedelai menjadi tahu di pabrik tahu kawasan Duren Tiga, Jakarta, Rabu (25/2/2026). Foto: Jamal Ramadhan/kumparan

JAKARTA, jentik.id – Pemerintah memberikan subsidi kedelai sebesar Rp 2.000 per kilogram untuk menjaga stabilitas harga bahan baku tahu dan tempe.

Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, mengatakan pemerintah menyalurkan subsidi tersebut melalui Perum Bulog. Pada tahap awal, pemerintah menyediakan 250 ribu ton kedelai.

“Kedelai yang hampir seluruhnya masih impor akan kami subsidi Rp 2.000 per kilogram. Pemerintah menyiapkan pasokan untuk 250 ribu ton pertama melalui Bulog,” kata Zulkifli Hasan usai Rapat Koordinasi Terbatas Perkembangan Harga Komoditas Pangan di Jakarta, Selasa (9/6).

Baca Juga :  Bulog Siapkan Wacana Bantuan Beras 10 Kilogram per Bulan untuk ASN dan TNI-Polri

Menurut Zulhas, pemerintah mengambil kebijakan ini untuk mengurangi dampak pelemahan rupiah terhadap harga kedelai impor. Langkah tersebut juga membantu menjaga harga kedelai tetap terjangkau bagi perajin tahu dan tempe.

Pemerintah telah melaporkan kebijakan itu kepada Presiden Prabowo Subianto.

Pada tahap pertama, pemerintah menyiapkan anggaran sekitar Rp 500 miliar. Setelah itu, Kementerian Keuangan akan menyusun mekanisme pelaksanaannya.

Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani mengatakan pihaknya masih membahas teknis penyaluran subsidi. Pembahasan itu melibatkan Kementerian Perdagangan, Kementerian Keuangan, dan asosiasi pengusaha kedelai.

Baca Juga :  Rupiah Dekati Rp18.000 per Dolar AS, Ini Penyebabnya

Rizal menjelaskan Bulog akan menjual kedelai bersubsidi langsung kepada perajin tahu dan tempe. Bulog tidak akan menyalurkannya melalui pasar umum. Dengan cara itu, perajin dapat memperoleh bahan baku dengan harga lebih murah.

Peraturan Badan Pangan Nasional Nomor 12 Tahun 2024 menetapkan harga acuan kedelai lokal maksimal Rp 11.400 per kilogram. Sementara itu, harga acuan kedelai impor maksimal Rp 12.000 per kilogram. (nr*)

Berita Terkait

Ringgit Menguat, Warga Malaysia Serbu Nunukan! Kunjungan Meledak Tajam
Rupiah Melemah ke Rp18.188 per Dolar AS, Dipicu Memanasnya Tensi Geopolitik dan Kuatnya Data Ekonomi AS
Bank Aladin Syariah Bukukan Laba Rp150,7 Miliar pada 2025, Tumbuh 304,48 Persen
Purbaya Tegaskan Tetap Menkeu, Rupiah Sentuh Rekor Rp18.003 per Dolar AS
JK Kepercayaan Jadi Kunci Pertumbuhan Ekonomi, Peran Negara Kian Besar
Rupiah Dekati Rp18.000 per Dolar AS, Ini Penyebabnya
Harga Timah Global Naik, Indonesia Berpeluang Perkuat Posisi sebagai Pemasok Timah Dunia
Harga BBM Nonsubsidi Solar Turun Mulai 1 Juni 2026, Pertamina Dex dan Dexlite Lebih Murah
Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 10 Juni 2026 - 07:30 WIB

Rupiah Melemah, Pemerintah Beri Subsidi Kedelai Rp 2.000 per Kg untuk Perajin

Selasa, 9 Juni 2026 - 20:47 WIB

Ringgit Menguat, Warga Malaysia Serbu Nunukan! Kunjungan Meledak Tajam

Senin, 8 Juni 2026 - 16:53 WIB

Rupiah Melemah ke Rp18.188 per Dolar AS, Dipicu Memanasnya Tensi Geopolitik dan Kuatnya Data Ekonomi AS

Sabtu, 6 Juni 2026 - 10:49 WIB

Bank Aladin Syariah Bukukan Laba Rp150,7 Miliar pada 2025, Tumbuh 304,48 Persen

Jumat, 5 Juni 2026 - 12:30 WIB

Purbaya Tegaskan Tetap Menkeu, Rupiah Sentuh Rekor Rp18.003 per Dolar AS

Berita Terbaru