Jakarta, jentik.id – PT Pertamina Patra Niaga resmi menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) non-subsidi jenis Pertamax (RON 92) menjadi Rp16.250 per liter mulai 10 Juni 2026 untuk wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya.
Kenaikan tersebut mencapai Rp3.950 per liter dibandingkan harga sebelumnya yang berada di level Rp12.300 per liter, penyesuaian ini menjadi kenaikan pertama untuk Pertamax sejak lonjakan harga minyak dunia yang dipicu meningkatnya tensi geopolitik akibat konflik Israel-Iran pada akhir Februari 2026.
Corporate Secretary PT Pertamina Patra Niaga, Roberth MV Dumatubun, mengatakan penyesuaian harga dilakukan setelah melalui evaluasi berkala sesuai mekanisme yang telah ditetapkan pemerintah.
“Penyesuaian harga Pertamax dan Pertamax Green dilakukan setelah melalui proses evaluasi sesuai formula harga yang ditetapkan pemerintah,” ujar Roberth dalam keterangan tertulis, Selasa (9/6).
Menurutnya, kebijakan tersebut merupakan bagian dari mekanisme penyesuaian harga yang mempertimbangkan perkembangan harga minyak mentah dunia serta harga pasar keekonomian BBM.
Selain Pertamax, Pertamina juga menaikkan harga Pertamax Green menjadi Rp17.000 per liter dari sebelumnya Rp12.900 per liter.
Sementara itu, harga BBM non-subsidi lainnya tidak mengalami perubahan.
Pertamax Turbo tetap dijual Rp20.750 per liter, Dexlite Rp23.000 per liter, dan Pertamina Dex bertahan pada Rp24.800 per liter.
Khusus untuk pembelian melalui Pertashop, harga Pertamax ditetapkan sebesar Rp16.150 per liter.
Di sisi lain, harga BBM bersubsidi tidak mengalami perubahan. Pertalite (RON 90) tetap dijual Rp10.000 per liter, sedangkan Solar subsidi bertahan di angka Rp6.800 per liter.
Roberth memastikan pasokan Pertamax dan Pertamax Green tetap aman serta tersedia di seluruh jaringan SPBU Pertamina di Indonesia.
“Kami memastikan pasokan Pertamax dan Pertamax Green tetap aman serta tersedia di jaringan SPBU Pertamina,” katanya.
Masyarakat dapat memperoleh informasi harga BBM terbaru melalui aplikasi MyPertamina, kanal resmi Pertamina, maupun Pertamina Contact Center 135.
Kenaikan harga Pertamax yang mencapai sekitar 32 persen tersebut menuai beragam respons dari masyarakat. Sejumlah pengguna mengaku kecewa karena kebijakan itu dinilai semakin menekan daya beli yang saat ini tengah melemah.
Andrie Latif, warga Tangerang Selatan, Banten, yang setiap hari menggunakan mobil pribadi berbahan bakar Pertamax untuk berangkat bekerja, mengaku terkejut dengan lonjakan harga tersebut.
“Mau apa lagi selain berhemat. Jujur saya kecewa dengan kenaikan harga Pertamax yang hampir Rp4.000 per liter. Saya hanya bisa pasrah,” ujarnya, Rabu (10/6).
Keluhan serupa disampaikan Amin, warga Tangerang yang sehari-hari menggunakan sepeda motor. Ia mengaku sebelumnya dapat memperoleh sekitar dua liter Pertamax dengan uang Rp20.000, namun kini jumlah tersebut hanya cukup untuk membeli sekitar 1,5 liter.
Masyarakat berharap pemerintah dapat menghadirkan kebijakan yang mampu menjaga daya beli dan meringankan beban ekonomi warga di tengah meningkatnya biaya kebutuhan sehari-hari.(asy*).









