Pertamina Naikkan Harga Pertamax Menjadi Rp16.250 per Liter, Konsumen Keluhkan Beban Biaya Kian Berat

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 10 Juni 2026 - 13:42 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kenaikan tersebut mencapai Rp3.950 per liter dibandingkan harga sebelumnya yang berada di level Rp12.300 per liter, penyesuaian ini menjadi kenaikan pertama untuk Pertamax sejak lonjakan harga minyak dunia yang dipicu meningkatnya tensi geopolitik akibat konflik Israel-Iran pada akhir Februari 2026.

Kenaikan tersebut mencapai Rp3.950 per liter dibandingkan harga sebelumnya yang berada di level Rp12.300 per liter, penyesuaian ini menjadi kenaikan pertama untuk Pertamax sejak lonjakan harga minyak dunia yang dipicu meningkatnya tensi geopolitik akibat konflik Israel-Iran pada akhir Februari 2026.

Jakarta, jentik.id – PT Pertamina Patra Niaga resmi menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) non-subsidi jenis Pertamax (RON 92) menjadi Rp16.250 per liter mulai 10 Juni 2026 untuk wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya.

Kenaikan tersebut mencapai Rp3.950 per liter dibandingkan harga sebelumnya yang berada di level Rp12.300 per liter, penyesuaian ini menjadi kenaikan pertama untuk Pertamax sejak lonjakan harga minyak dunia yang dipicu meningkatnya tensi geopolitik akibat konflik Israel-Iran pada akhir Februari 2026.

Corporate Secretary PT Pertamina Patra Niaga, Roberth MV Dumatubun, mengatakan penyesuaian harga dilakukan setelah melalui evaluasi berkala sesuai mekanisme yang telah ditetapkan pemerintah.

“Penyesuaian harga Pertamax dan Pertamax Green dilakukan setelah melalui proses evaluasi sesuai formula harga yang ditetapkan pemerintah,” ujar Roberth dalam keterangan tertulis, Selasa (9/6).

Menurutnya, kebijakan tersebut merupakan bagian dari mekanisme penyesuaian harga yang mempertimbangkan perkembangan harga minyak mentah dunia serta harga pasar keekonomian BBM.
Selain Pertamax, Pertamina juga menaikkan harga Pertamax Green menjadi Rp17.000 per liter dari sebelumnya Rp12.900 per liter.
Sementara itu, harga BBM non-subsidi lainnya tidak mengalami perubahan.

Baca Juga :  Setelah Sempat Tertahan, Dua Kapal Pertamina Akhirnya Siap Lintasi Selat Hormuz

Pertamax Turbo tetap dijual Rp20.750 per liter, Dexlite Rp23.000 per liter, dan Pertamina Dex bertahan pada Rp24.800 per liter.

Khusus untuk pembelian melalui Pertashop, harga Pertamax ditetapkan sebesar Rp16.150 per liter.

Di sisi lain, harga BBM bersubsidi tidak mengalami perubahan. Pertalite (RON 90) tetap dijual Rp10.000 per liter, sedangkan Solar subsidi bertahan di angka Rp6.800 per liter.

Roberth memastikan pasokan Pertamax dan Pertamax Green tetap aman serta tersedia di seluruh jaringan SPBU Pertamina di Indonesia.

“Kami memastikan pasokan Pertamax dan Pertamax Green tetap aman serta tersedia di jaringan SPBU Pertamina,” katanya.

Masyarakat dapat memperoleh informasi harga BBM terbaru melalui aplikasi MyPertamina, kanal resmi Pertamina, maupun Pertamina Contact Center 135.

Baca Juga :  JPU Ajukan Banding atas Putusan PN Sungai Penuh, Fahruddin Tegaskan Siap Hadapi Proses Hukum

Kenaikan harga Pertamax yang mencapai sekitar 32 persen tersebut menuai beragam respons dari masyarakat. Sejumlah pengguna mengaku kecewa karena kebijakan itu dinilai semakin menekan daya beli yang saat ini tengah melemah.
Andrie Latif, warga Tangerang Selatan, Banten, yang setiap hari menggunakan mobil pribadi berbahan bakar Pertamax untuk berangkat bekerja, mengaku terkejut dengan lonjakan harga tersebut.

“Mau apa lagi selain berhemat. Jujur saya kecewa dengan kenaikan harga Pertamax yang hampir Rp4.000 per liter. Saya hanya bisa pasrah,” ujarnya, Rabu (10/6).

Keluhan serupa disampaikan Amin, warga Tangerang yang sehari-hari menggunakan sepeda motor. Ia mengaku sebelumnya dapat memperoleh sekitar dua liter Pertamax dengan uang Rp20.000, namun kini jumlah tersebut hanya cukup untuk membeli sekitar 1,5 liter.

Masyarakat berharap pemerintah dapat menghadirkan kebijakan yang mampu menjaga daya beli dan meringankan beban ekonomi warga di tengah meningkatnya biaya kebutuhan sehari-hari.(asy*).

 

Berita Terkait

DPRD Sungai Penuh Sidak SPBU Playang Raya, Soroti Dugaan Pungutan Liar Nomor Antrian Isi BBM
Wali Kota Alfin Resmikan Gen Auto Care Anak Perusahaann, PT Tren Gen Hurizon
Inflasi AS Belum Jinak, Pejabat The Fed Dorong Kenaikan Suku Bunga
Purbaya Sebut PFII Belum Mendesak Dibangun di IKN karena Kawasan Masih Sepi
Harga BBM Nonsubsidi Resmi Turun di Seluruh Indonesia Pertamax Turbo hingga Dexlite
KPK Lelang Aset Rampasan 25 Kasus Korupsi, Rp39,8 Miliar Disetor ke Kas Negara
Harga Minyak Dunia Turun, Pertamina Siapkan Penyesuaian Harga BBM Nonsubsidi Mulai Juli 2026
7.000 Pekerja Terancam PHK, Dua Perusahaan Komponen Otomotif Jepang Berencana Pindahkan Produksi ke Vietnam
Berita ini 18 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 27 Juli 2026 - 18:11 WIB

DPRD Sungai Penuh Sidak SPBU Playang Raya, Soroti Dugaan Pungutan Liar Nomor Antrian Isi BBM

Minggu, 26 Juli 2026 - 18:16 WIB

Wali Kota Alfin Resmikan Gen Auto Care Anak Perusahaann, PT Tren Gen Hurizon

Senin, 20 Juli 2026 - 14:43 WIB

Inflasi AS Belum Jinak, Pejabat The Fed Dorong Kenaikan Suku Bunga

Minggu, 19 Juli 2026 - 09:40 WIB

Purbaya Sebut PFII Belum Mendesak Dibangun di IKN karena Kawasan Masih Sepi

Kamis, 2 Juli 2026 - 22:48 WIB

Harga BBM Nonsubsidi Resmi Turun di Seluruh Indonesia Pertamax Turbo hingga Dexlite

Berita Terbaru