Tak Peduli Warga Bukit Kerman Patungan Perbaiki Jalan Kabupaten, Hampir 10 Tahun Tak Tersentuh Perbaikan.

Avatar photo

- Jurnalis

Kamis, 11 Juni 2026 - 13:43 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Warga Desa Dalam Kecamaran Bukit Karman  saat bergotoroyong memperbaiki Jalan kabupaten itu merupakan urat nadi perekonomian masyarakat Bukit Kerman. Selain menghubungkan sejumlah desa, akses tersebut juga menjadi jalur utama pengangkutan hasil pertanian dan perkebunan warga.

Warga Desa Dalam Kecamaran Bukit Karman saat bergotoroyong memperbaiki Jalan kabupaten itu merupakan urat nadi perekonomian masyarakat Bukit Kerman. Selain menghubungkan sejumlah desa, akses tersebut juga menjadi jalur utama pengangkutan hasil pertanian dan perkebunan warga." Warga Beriyuran Kumpulkan Dana"

Kerinci, jentik.id – Kondisi ruas jalan kabupaten sepanjang sekitar 6 kilometer di Kecamatan Bukit Kerman, Kabupaten Kerinci, kian memprihatinkan. Jalan yang menjadi akses vital bagi masyarakat tersebut dilaporkan telah hampir 10 tahun tidak mendapatkan perbaikan dari pemerintah daerah Kabupten Kerinci Usulan Sudah berapakali.melalui Muserbang.

Jalan kabupaten itu merupakan urat9 nadi perekonomian masyarakat Bukit Kerman. Selain menghubungkan sejumlah desa, akses tersebut juga menjadi jalur utama pengangkutan hasil pertanian dan perkebunan warga.

Tidak hanya itu, jalan tersebut juga menjadi akses penting bagi masyarakat Kecamatan Bukit Kerman, sebagian warga Kecamatan Batang Merangin, hingga wilayah Lempur yang hendak mendapatkan pelayanan kesehatan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bukit Kerman.

Karena kondisi jalan yang semakin rusak dan dinilai membahayakan keselamatan pengguna jalan, masyarakat dari sejumlah desa berinisiatif melakukan perbaikan secara swadaya.

Baca Juga :  Resmi Dibuka Wawako Azhar Hamzah, Latsar CPNS Sungai Penuh 2026 Siap Cetak ASN Profesional

“Melalui gotong royong, warga mengumpulkan dana dan membeli material semen untuk menutup lubang-lubang yang tersebar di badan jalan.

Sejumlah warga menilai rusaknya jalan yang dibiarkan bertahun-tahun menimbulkan kesan kurangnya perhatian pemerintah terhadap wilayah hilir Kerinci.

“Kerinci bukan hanya mudik saja, wilayah hilir juga perlu mendapat perhatian pembangunan yang sama,” ujar beberapa warga saat kegiatan gotong royong berlangsung.

Sekretaris Desa Pasar Kerman, Yoga, mengatakan aksi swadaya masyarakat tersebut dilakukan karena jalan yang menjadi akses utama menuju RSUD Bukit Kerman dan Kantor Camat Bukit Kerman tak kunjung diperbaiki meski telah berulang kali diusulkan.

“Ya, kami terpaksa mengumpulkan dana secara swadaya masyarakat karena jalan ini tidak kunjung diperbaiki. Padahal jalan ini merupakan akses utama menuju rumah sakit dan pusat pelayanan masyarakat.

Akibat kondisi jalan yang rusak, banyak warga mengalami kesulitan saat hendak berobat ke Sungai Penuh maupun ke RSUD Bukit Kerman,” katanya.

Baca Juga :  Libur Nasional, Dukcapil Sungai Penuh Tetap Buka Layanan KTP-el

Menurut Yoga, usulan perbaikan jalan tersebut selalu menjadi prioritas dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) tingkat kecamatan. Namun hingga kini belum terealisasi.

“Setiap Musrenbang, jalan ini selalu menjadi prioritas utama yang kami usulkan. Bahkan pernah masuk dalam rencana anggaran perbaikan, namun batal direalisasikan dengan alasan efisiensi anggaran.

Padahal jalan ini sangat menunjang visi dan misi pemerintah daerah, terutama di sektor kesehatan dan pertanian,” ujarnya.

Ia berharap langkah gotong royong yang dilakukan masyarakat dapat menjadi perhatian Pemerintah Kabupaten Kerinci agar segera melakukan perbaikan permanen terhadap ruas jalan tersebut.

“Ada sekitar 6 kilometer jalan yang mengalami kerusakan. Semoga upaya swadaya masyarakat ini dapat menggugah perhatian Pemkab Kerinci untuk segera memperbaiki jalan yang menjadi kebutuhan utama masyarakat,” harapnya.(asy*).

Berita Terkait

MenPANRB Rini Bersama KPK Rancang Program ASN Berintegritas, Perkuat Nilai Antikorupsi di Kalangan Aparatur
RUU Polri Disahkan, Usia Pensiun Kapolri Berpotensi Hingga 61 Tahun Dan Polisi Aktif Bisa Dijabatan Sipil Tertentu.
39 Daerah Krisis Gaji PPPK, Mendagri Usul Dana Tambahan APBN
Mendagri Tegaskan Tidak Ada Opsi Pemberhentian PPPK, Apapun Alsan Pemda Hentikan Perekrutan Honorer Baru
Resmi Tutup Latsar CPNS, Azhar Hamzah Minta ASN Utamakan Kepentingan Rakyat
Ribuan PPPK Menanti Kepastian, Sungai Penuh Suarakan Skema ASN yang Jelas
Siti Hajir Jadi Perempuan Pertama dari Jambi yang Menjabat Kepala KUA
BPK Jambi Serahkan Opini WTP kepada 11 Daerah, Di Soroti Temuan Sektor Pajak Dan Pekerjan Infrastruktur
Berita ini 37 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 11 Juni 2026 - 13:43 WIB

Tak Peduli Warga Bukit Kerman Patungan Perbaiki Jalan Kabupaten, Hampir 10 Tahun Tak Tersentuh Perbaikan.

Kamis, 11 Juni 2026 - 12:43 WIB

MenPANRB Rini Bersama KPK Rancang Program ASN Berintegritas, Perkuat Nilai Antikorupsi di Kalangan Aparatur

Rabu, 10 Juni 2026 - 13:08 WIB

RUU Polri Disahkan, Usia Pensiun Kapolri Berpotensi Hingga 61 Tahun Dan Polisi Aktif Bisa Dijabatan Sipil Tertentu.

Selasa, 9 Juni 2026 - 16:31 WIB

39 Daerah Krisis Gaji PPPK, Mendagri Usul Dana Tambahan APBN

Selasa, 9 Juni 2026 - 09:25 WIB

Mendagri Tegaskan Tidak Ada Opsi Pemberhentian PPPK, Apapun Alsan Pemda Hentikan Perekrutan Honorer Baru

Berita Terbaru