11 WNI Ditangkap Polisi Taiwan Usai Terlibat Tawuran di Stasiun Taichung

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 17 Juni 2026 - 08:43 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Petugas polisi militer bersiap untuk latihan tentang cara membimbing warga ke tempat yang aman jika terjadi serangan, di Taipei, Taiwan. Foto: Ann Wang/REUTERS

Petugas polisi militer bersiap untuk latihan tentang cara membimbing warga ke tempat yang aman jika terjadi serangan, di Taipei, Taiwan. Foto: Ann Wang/REUTERS

Taiwan, jentik.id-Polisi Taiwan menangkap 11 warga negara Indonesia (WNI) setelah mereka terlibat tawuran di Stasiun Taichung pada Minggu (15/6/2026).

Media lokal Focus Taiwan melaporkan, bentrokan terjadi di terminal bus lantai satu stasiun dan melibatkan sekitar 50 hingga 60 pekerja migran Indonesia.

Keributan Dipicu Konsumsi Alkohol

Polisi menyebut tawuran bermula dari pertengkaran antarpekerja migran yang mengonsumsi minuman beralkohol.

Ketika petugas tiba di lokasi, para peserta tawuran sudah meninggalkan area stasiun. Polisi lalu membentuk tim khusus untuk memburu para pelaku.

Baca Juga :  Jelang Pidato Presiden Filipina, Polisi Temukan Bom Rakitan dan Tingkatkan Pengamanan

Tim penyelidik menelusuri rekaman kamera pengawas, lalu mengidentifikasi sejumlah orang yang ikut dalam keributan tersebut.

Polisi Tangkap Pelaku di Beberapa Lokasi

Polisi menangkap empat orang di sekitar stasiun. Selanjutnya, petugas menemukan dan mengamankan tujuh orang lainnya di Distrik Longjing dan Shalu, Kota Taichung.

Dari total 11 orang itu, delapan berjenis kelamin laki-laki dan tiga lainnya perempuan.

Baca Juga :  Avtur Langka, Vietnam Airlines Terpaksa Batalkan Puluhan Penerbangan

Polisi Temukan Pelanggaran Imigrasi

Selain menangani kasus tawuran, polisi juga menemukan pelanggaran aturan keimigrasian pada sejumlah tersangka.

Tujuh orang tercatat melanggar aturan imigrasi Taiwan. Enam orang meninggalkan tempat kerja yang terdaftar tanpa izin, sedangkan satu orang tetap berada di Taiwan setelah masa izin tinggalnya berakhir.

Setelah menyelesaikan pemeriksaan awal, polisi membawa seluruh tersangka ke Kejaksaan Distrik Taichung untuk menjalani proses hukum terkait dugaan perkelahian massal. (nr*)

Berita Terkait

Niat Memancing Berujung Petaka, Empat WNI Terseret Ombak Besar di Jepang
Sekolah Hancur akibat Konflik, 700.000 Anak di Gaza Terancam Kehilangan Masa Depan
Serangan Udara di Tambang Emas Sudan Tewaskan Lebih dari 200 Orang, Pemerintah Buka Penyelidikan
MUI Desak Konser Dibatalkan, Andrea Bocelli Akhirnya Angkat Bicara
Bukan Cuma Rudal Balistik! Intip Deretan Senjata Canggih Milik Houthi Yaman
Dua Penembakan Guncang Afrika Selatan, 27 Orang Tewas
AI Keliru Beri Intelijen, AS Nyaris Intersepsi Kapal China
Kabut Asap Makin Meluas, NASA Ungkap Citra Karhutla Indonesia-Malaysia
Berita ini 83 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 27 Oktober 2026 - 18:40 WIB

Sekolah Hancur akibat Konflik, 700.000 Anak di Gaza Terancam Kehilangan Masa Depan

Rabu, 14 Oktober 2026 - 10:59 WIB

Serangan Udara di Tambang Emas Sudan Tewaskan Lebih dari 200 Orang, Pemerintah Buka Penyelidikan

Senin, 12 Oktober 2026 - 19:57 WIB

MUI Desak Konser Dibatalkan, Andrea Bocelli Akhirnya Angkat Bicara

Senin, 12 Oktober 2026 - 18:40 WIB

Bukan Cuma Rudal Balistik! Intip Deretan Senjata Canggih Milik Houthi Yaman

Minggu, 27 September 2026 - 21:41 WIB

Dua Penembakan Guncang Afrika Selatan, 27 Orang Tewas

Berita Terbaru