Jakarta, jentik.id-Melihat anak tiba-tiba kejang sering membuat orang tua panik. Banyak yang masih percaya memasukkan sendok, jari, atau benda lain ke dalam mulut anak dapat mencegah lidah tergigit. Padahal, tindakan tersebut justru berisiko menyebabkan cedera pada mulut, gigi, hingga saluran napas.
Dokter Tim Emergency & Trauma Siloam Hospitals TB Simatupang, dr. Christina Valentin, menegaskan bahwa orang tua harus fokus menjaga jalan napas anak tetap terbuka dan mencegah cedera selama kejang berlangsung.
“Kondisi yang paling penting adalah menjaga jalan napas anak tetap terbuka dan mencegah terjadinya cedera selama kejang berlangsung,” ujarnya.
Ia juga menjelaskan, kejang tidak selalu memerlukan tindakan resusitasi jantung paru (CPR). Petugas atau pendamping hanya perlu melakukan CPR jika anak mengalami henti napas atau henti jantung.
Langkah Pertolongan Pertama saat Anak Kejang
Saat anak mulai kejang, orang tua sebaiknya tetap tenang lalu melakukan beberapa langkah berikut:
- Letakkan anak di lantai atau permukaan yang datar dan aman.
- Singkirkan benda keras atau tajam di sekitar anak agar tidak menimbulkan cedera.
- Miringkan tubuh anak ke salah satu sisi (recovery position) agar jalan napas tetap terbuka dan mengurangi risiko tersedak.
- Longgarkan pakaian yang ketat, terutama di bagian leher.
- Catat waktu mulai kejang. Jika memungkinkan, rekam kejadian tersebut untuk membantu dokter melakukan evaluasi.
Kapan Anak Harus Segera ke Rumah Sakit?
Meski sebagian besar kejang berhenti dengan sendirinya, beberapa kondisi memerlukan penanganan medis secepatnya. Segera bawa anak ke rumah sakit atau hubungi layanan darurat apabila:
- Kejang berlangsung lebih dari lima menit.
- Anak mengalami kesulitan bernapas.
- Bibir atau kulit anak berubah membiru.
- Anak tidak kunjung sadar setelah kejang berhenti.
- Anak baru pertama kali mengalami kejang.
Hindari Kesalahan yang Masih Sering Terjadi
Dr. Christina mengingatkan orang tua agar tidak memasukkan sendok, jari, makanan, maupun minuman ke dalam mulut anak saat kejang. Orang tua juga tidak boleh menahan gerakan kejang karena tindakan tersebut dapat memicu cedera.
Dengan tetap tenang, mengamankan posisi anak, dan segera mencari bantuan medis jika muncul tanda-tanda kegawatdaruratan, orang tua dapat memberikan pertolongan pertama yang lebih aman saat anak mengalami kejang. (nr*)









