KPK Lelang Aset Rampasan 25 Kasus Korupsi, Rp39,8 Miliar Disetor ke Kas Negara

Avatar photo

- Jurnalis

Senin, 29 Juni 2026 - 17:50 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KPK Gelar lelang barang rampasan dari 25 kasus koruptor dari 34 aset terjual Rp 39,8 miliar masuk ke kas negara.

KPK Gelar lelang barang rampasan dari 25 kasus koruptor dari 34 aset terjual Rp 39,8 miliar masuk ke kas negara.

Jakarta, jentik.id – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) berhasil melelang 34 lot aset rampasan dari 25 perkara tindak pidana korupsi dengan total nilai penjualan mencapai Rp39,8 miliar. Seluruh hasil lelang tersebut akan disetorkan ke kas negara sebagai bagian dari upaya pemulihan aset (asset recovery).

Direktur Pelacakan Aset, Pengelolaan Barang Bukti, dan Eksekusi (Labuksi) KPK, Mungki Hadipratikto, mengatakan pelelangan aset rampasan merupakan salah satu langkah strategis untuk mengoptimalkan pengembalian kerugian negara akibat tindak pidana korupsi.

“Barang rampasan negara tidak hanya memberikan pemasukan bagi kas negara, tetapi juga menjadi bentuk nyata optimalisasi pemulihan aset hasil tindak pidana korupsi,” ujar Mungki.

Baca Juga :  KPK Bongkar Potensi Celah Korupsi di Pengadaan Motor Listrik BGN

Ia menjelaskan, aset yang berhasil dilelang berasal dari 25 perkara korupsi. Proses lelang dilaksanakan secara serentak di 12 Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) pada 18 Juni 2026, serta di satu KPKNL lainnya pada 23 Juni 2026.

Dalam kegiatan tersebut, KPK menawarkan 110 lot barang rampasan dengan total nilai limit mencapai Rp311,2 miliar. Hingga pelaksanaan lelang berakhir, sebanyak 34 lot berhasil terjual, yang terdiri atas 10 lot barang tidak bergerak dan 24 lot barang bergerak.

Baca Juga :  Harga Cabai Merah dan Rawit di Pasar Tanjung Bajure Tembus Rp90 Ribu per Kilogram

KPK menegaskan proses pelelangan dilaksanakan secara terbuka, transparan, dan akuntabel, sehingga masyarakat umum memiliki kesempatan yang sama untuk mengikuti lelang sesuai ketentuan yang berlaku.

Melalui mekanisme tersebut, KPK berharap pemanfaatan aset rampasan tidak hanya meningkatkan penerimaan negara, tetapi juga memperkuat efek jera terhadap pelaku korupsi sekaligus menunjukkan komitmen lembaga antirasuah dalam memaksimalkan pengembalian aset hasil tindak pidana kepada negara.(asy*).

Berita Terkait

Harga Cabai Merah dan Rawit di Pasar Tanjung Bajure Tembus Rp90 Ribu per Kilogram
Jalur Tapan–Sungai Penuh Kembali Normal Setelah Dua Hari Lumpuh Akibat Longsor
Rancangan Mega Proyek Flyover Sungai Penuh–Tapan Dibahas Bersama TNKS
Kebutuhan Dasar Masyarakat Beras Harga Naik,Tembus 12 Persen
Bank Jambi Belum Bisa Layani Nasabahnya Transfer Antarbank via Mobile Banking Nasabah Kecewa
Kursi Menkeu Diserahkan Tanggung Jawab kepada Suahasil Nazara
Presiden Prabowo Copot Purbaya Yudhi Sadewa, Suahasil Nazara Resmi Jadi Menteri Keuangan
Bank Sentral Belanda Pindahkan Cadangan Emas 86 Ton Dari Amerika Serikat
Berita ini 17 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 14 Oktober 2026 - 14:51 WIB

Harga Cabai Merah dan Rawit di Pasar Tanjung Bajure Tembus Rp90 Ribu per Kilogram

Selasa, 13 Oktober 2026 - 11:01 WIB

Jalur Tapan–Sungai Penuh Kembali Normal Setelah Dua Hari Lumpuh Akibat Longsor

Rabu, 30 September 2026 - 14:32 WIB

Rancangan Mega Proyek Flyover Sungai Penuh–Tapan Dibahas Bersama TNKS

Senin, 21 September 2026 - 12:52 WIB

Kebutuhan Dasar Masyarakat Beras Harga Naik,Tembus 12 Persen

Jumat, 18 September 2026 - 17:03 WIB

Bank Jambi Belum Bisa Layani Nasabahnya Transfer Antarbank via Mobile Banking Nasabah Kecewa

Berita Terbaru