Mahfud MD Soroti Kasus Febrie, KPK Akhirnya Buka Suara

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 14 Juli 2026 - 10:46 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) merespons usulan mantan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam), Mahfud MD, yang meminta lembaga antirasuah mengambil alih penanganan perkara mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus), Febrie Adriansyah.

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) merespons usulan mantan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam), Mahfud MD, yang meminta lembaga antirasuah mengambil alih penanganan perkara mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus), Febrie Adriansyah.

JAKARTA, jentik.id – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menanggapi usulan mantan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam), Mahfud MD, yang meminta lembaga antirasuah mengambil alih penanganan perkara mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus), Febrie Adriansyah.

Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, mengatakan KPK masih memantau perkembangan perkara setelah Polri menyerahkan penanganannya kepada Kejaksaan Agung pada Sabtu (11/7/2026).

Menurut Budi, penyidik baru memulai proses hukum sehingga KPK belum mengambil langkah lanjutan.

“Kami masih mengikuti perkembangan perkara karena Polri baru menyerahkannya kepada Kejaksaan Agung pada Sabtu lalu,” ujar Budi di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, Senin (13/7/2026).

Baca Juga :  Ditangkap Seketika di Bandara! Buronan Kasus Batu Bara Akhirnya Dibekuk Kejagung

Budi menilai pertemuan Kapolri dan Jaksa Agung menunjukkan komitmen kedua lembaga untuk menangani perkara secara terbuka. Karena itu, KPK mengajak masyarakat ikut mengawasi jalannya proses hukum.

Ia juga meminta publik memberi kesempatan kepada penyidik untuk bekerja. Menurutnya, pengadilan nantinya akan menguji setiap tahapan penyidikan, termasuk mekanisme penanganan perkara.

Budi menegaskan masyarakat dan media dapat terus memantau perkembangan kasus tersebut. Ia meyakini keterbukaan kedua institusi akan memperkuat kepercayaan publik terhadap proses hukum.

Mahfud Dorong KPK Ambil Alih Perkara

Sebelumnya, Mahfud MD meminta KPK menggunakan kewenangannya untuk menangani perkara yang menyeret Febrie Adriansyah.

Melalui kanal YouTube pribadinya, Mahfud menilai KUHAP tidak mengatur mekanisme pelimpahan penyidikan dari Polri ke Kejaksaan Agung.

Baca Juga :  3 Juta Konten Negatif Bermain Judol Online Diungkap Bareskrim Polri Kementeri Komunikasi Dan Digita Kecolongan.

Menurut Mahfud, penyidik juga belum memeriksa Febrie sebagai tersangka sebelum menyerahkan perkara tersebut.

Ia menjelaskan KUHAP mengharuskan penyidik menyelesaikan penyidikan, memeriksa tersangka, dan mengumpulkan alat bukti sebelum melimpahkan perkara. Karena itu, Mahfud meminta semua pihak mencermati mekanisme yang digunakan dalam kasus tersebut.

Mahfud juga mengutip Pasal 10A Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2019. Aturan itu memberikan kewenangan kepada KPK untuk mengambil alih penanganan perkara tertentu sesuai ketentuan yang berlaku.

Hingga kini, KPK belum memutuskan untuk mengambil alih perkara tersebut. Lembaga antirasuah itu masih memilih mengikuti perkembangan penyidikan yang kini ditangani Kejaksaan Agung. (nr*)

Berita Terkait

KPK Cegah Ahmad Dedi alias Dedi Congor ke Luar Negeri dalam Kasus Bea Cukai
Kapolda Jambi Instruksikan Seluruh Kapolres Petakan Wilayah Rawan PETI
Ibu Kandung Ditemukan Meninggal, Anak yang Berstatus Polisi Kini Ditahan
Ladang Ganja Seluas 18 Hektare Terungkap di Aceh Utara, BNN Amankan Empat Orang
TNI AL Bongkar Aksi Penyelundupan Emas Rp2,9 Miliar, Petugas Temukan 3 Benda Mencurigakan
Polisi Bongkar 3 Kasus Solar Subsidi di Padang, Puluhan Jeriken Jadi Barang Bukti!
Polda Jambi Ungkap 32 Kasus PETI, 71 Tersangka Diamankan dan 3,5 Kilogram Emas Disita
Bangkai Kapal Wisata Kerinci Sakti Senilai Rp1,2 Miliar Kembali Muncul, Baru Sepekan Berlayar Sudah Rusak
Berita ini 17 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 30 Oktober 2026 - 16:39 WIB

KPK Cegah Ahmad Dedi alias Dedi Congor ke Luar Negeri dalam Kasus Bea Cukai

Kamis, 29 Oktober 2026 - 19:40 WIB

Kapolda Jambi Instruksikan Seluruh Kapolres Petakan Wilayah Rawan PETI

Kamis, 29 Oktober 2026 - 11:27 WIB

Ibu Kandung Ditemukan Meninggal, Anak yang Berstatus Polisi Kini Ditahan

Kamis, 29 Oktober 2026 - 09:27 WIB

Ladang Ganja Seluas 18 Hektare Terungkap di Aceh Utara, BNN Amankan Empat Orang

Selasa, 27 Oktober 2026 - 21:53 WIB

TNI AL Bongkar Aksi Penyelundupan Emas Rp2,9 Miliar, Petugas Temukan 3 Benda Mencurigakan

Berita Terbaru